sebuah kisah yang sangat menyentuh namun juga menyakitkan tapi tetap dijalani dengan cara yang kadang sulit untuk di terima. Akankah antara Aira dan Ridwan sanggup menjalani? dan bagaimana dengan Zaki. Apakah yang terjadi selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Zarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 6 bertemu di pondok pesantren
Setelah mendengar penjelasan dari orang tuanya kini Ridwan merasa ada sesuatu yang tidak beres. Setelah seminggu kepulangannya dari Mesir untuk saat ini Ridwan belum berniat untuk mencari pekerjaan.
Yang ada dalam pikirannya mengapa Aira bisa menikah dengan Zaki. Setelah dirinya merasa tenang Ridwan pun menemui orang tuanya.
Pagi ini pak Hanafi dan ibu Aisyah ingin pergi ke salah satu pondok pesantren karena teman lama pak Hanafi yaitu kiai Abdullah ingin bertemu.
Pak Hanafi dan ibu Aisyah sudah bersiap-siap untuk pergi namun sebelum keluar Ridwan pun menghampiri mereka.
"Abi sama ummi mau kemana ? Kok buru -buru amat. Iya nih teman Abi kamu ingin bertemu" .
"Kamu mau ikut gak, katanya ada pengajian disana jadi ummi sama Abi mau kesana sekalian silaturahmi" .
"Emang siapa teman lama Abi ummi? Masa kamu gak kenal sih rid, itu Lo kiai Abdullah. Tempat kamu di pondok dulu" .
"Oh iya aku sampai lupa ummi, yaudah deh aku mau ikut aja sekalian mencerahkan pikiran aku" .
"Kalau gitu yaudah ayo kita berangkat sekarang. Oke ummi".
Ridwan ingin menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi dengan Aira. "Zaki pasti ada disana" , bathin Ridwan.
Kini Ridwan dan keluarganya pun menuju pondok pesantren Kiai Abdullah. Perjalanan menuju ke tempat itu tidaklah terlalu jauh . Sementara itu di tempat Aira.
Aira pun bersiap-siap untuk pergi ke pondok pesantren begitu juga dengan Zaki. " Mas kamu sudah siap . Sudah kok sayang", ucap Zaki.
" Yaudah kita berangkat sekarang. Eh Zaki ibu juga mau ikut ibu juga udah siap nih. Yaudah Bu ayo kita berangkat sekarang", ucap Aira dengan lembut. Ibu Zaki hanya memandang Aira dengan sedikit tidak suka.
Sementara itu Zaki tidak peka terhadap ibunya yang tidak menyukai Aira. Saat ini Aira mungkin masih belum mengenal ibu mertuanya karena sebelumnya Aira belum tahu tentang siapa keluarga Zaki.
Tak menunggu lama akhirnya Zaki dan keluarganya tiba di pondok pesantren Kiai Abdullah. Begitu juga dengan Ridwan dan keluarganya.
Tanpa sengaja kedua keluarga itu saling berpapasan. Alangkah terkejutnya Aira melihat Ridwan dengan keluarganya.
Tatapan mereka saling bertemu. Namun dengan cepat Aira menundukkan pandangannya karena takut membuat Zaki marah terhadap dirinya.
Ridwan pun membuka suara. "assalamualaikum Aira, selamat atas pernikahanmu ya semoga kamu bahagia" , ucap Ridwan.
Mendengar ucapan dari Ridwan tanpa sengaja satu persatu air mata Aira jatuh . Ridwan pun melihat bahwa saat ini masih ada cinta dihati Aira untuk dirinya.
Zaki pun membuka suaranya. "Terimakasih dianya rid, kalau gitu aku masuk dulu ya assalamualaikum" .
Zaki pun berlalu. Sementara itu Ridwan masih berdiri ditempat begitu juga dengan orang tuanya. Ibu Aisyah pun berkata , "Ridwan semua yang terjadi saat ini adalah ujian dan ummi harap kamu bisa menerima dan melepaskannya dengan ikhlas" .
Entahlah ummi, mungkin saat ini sebagian hati ini masih belum sanggup menerima. Aku tadi lihat dia menangis ummi. Seandainya aku yang menjadi imamnya aku gak akan biarin dia meneteskan airmatanya.
"Nak, ummi tahu kamu masih menaruh perasaan padanya . Tapi saat ini dia sudah dengan yang lain nak, ummi harap kedepannya kamu bisa melupakan dia. Ummi tahu dia gadis yang baik. Tapi tidak ditakdirkan untuk menjadi menantu ummi nak" .
"Maafkan aku ummi, mulai hari ini aku janji aku akan berusaha untuk menerima dengan ikhlas".
" Yaudah kalau begitu ayo kita masuk sepertinya acaranya sudah mau dimulai".
"Sepertinya begitu ummi ".
Ridwan dan keluarganya pun masuk kedalam pondok pesantren. "Ternyata sangat ramai sekali ya ummi" , ucap Ridwan.
"Iya benar memang seperti inilah kalau kiai Abdullah mengadakan tausiyah".
Saat ini Ridwan dan keluarganya pun sudah duduk di bangku yang telah di sediakan . Kiai Abdullah pun memulai tausiyahnya. Semua orang mendengarkan pengajian yang di sampaikan oleh kiai Abdullah.
Sedangkan Aira dan Zaki pun duduk di bangku yang telah di sediakan. Ibunya Zaki pun menatap ke arah Aira dengan tatapan penuh selidik.
Ibunya Zaki ingin tahu apakah ada hubungan antara Aira dan anak pak Hanafi .
salam DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS 🙏🏻🤭