Indonesia
NovelToon NovelToon
Terperangkap Dalam Cinta Pria Beristri

Terperangkap Dalam Cinta Pria Beristri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Konflik etika / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

Anindya, wanita muda yang tulus dan sederhana, tanpa sengaja terjebak dalam cinta kepada Reynand — pria berwibawa yang sudah memiliki istri bernama Gisella. Di mata publik, rumah tangga mereka tampak sempurna. Namun saat kebenaran mulai terkuak satu per satu, tidak ada yang benar-benar tahu apa yang terjadi di balik pintu tertutup. Akankah Anindya pergi sebelum terlambat, atau ia akan tetap bertahan — terperangkap dalam cinta yang ternyata jauh lebih rumit dari yang ia kira?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 6

Reynand menatapnya sejenak dalam diam, tatapannya datar tanpa emosi yang terbaca.

‎‎"Pikirkan baik-baik. Mengancam tidak akan mengubah keputusanku, Gisella."

‎‎Tanpa menunggu jawaban wanita itu, ia berbalik kembali menghadap pintu, mendekatkan kartu akses ke sensor hingga bunyi 'tit' terdengar nyaring di lorong yang sunyi. Pintu terbuka, dan ia melangkah masuk tanpa menoleh sedikit pun. Pintu tertutup rapat di belakangnya, lalu bunyi kunci otomatis terdengar, memisahkan dunia di dalam apartemennya dari segala keributan di luar sana.

‎‎Pintu kamar mandi terbuka. Ia meletakkan ponselnya di rak dinding, lalu dengan gerakan mekanis membuka kancing kemejanya satu per satu. Kain itu terlepas dari bahunya, jatuh tergeletak di keranjang pakaian kotor di sudut ruangan.

‎‎Pancuran air dingin menyala. Butiran air itu jatuh membasahi tubuhnya, membasuh keringat dan kelelahan yang menumpuk seharian. Reynand menempelkan kedua telapak tangannya ke dinding keramik dingin, menunduk, membiarkan air mengalir membasahi wajahnya hingga rambutnya basah kuyup. Matanya terpejam rapat.

‎‎Bayangan-bayangan masa lalu perlahan menyusup masuk di balik kelopak matanya yang tertutup.

‎‎Tiga tahun... Tiga tahun yang dijalani seperti sebuah kesepakatan bisnis belaka. Tiga tahun tanpa cinta...

‎‎Air dingin terus mengguyur punggungnya, membuka kembali ingatan yang selama ini ia simpan rapat-rapat.

‎‎Tiga tahun yang lalu.

‎‎Gisella datang ke ruangannya membawa bekal, tersenyum bangga.

‎"Aku belajar memasak untukmu."

‎Reynand hanya mengangguk tanpa menoleh. "Taruh di meja. Aku sedang sibuk."

‎‎Bekal itu tertutup rapat di dalam laci. Baru teringat dua hari kemudian, saat isinya sudah basi.

‎‎Tahun kedua.

‎‎Ulang tahun pernikahan mereka. Gisella memesan tempat di atap gedung, memintanya datang tepat waktu.

‎Pukul delapan malam, Reynand masih mengikuti rapat dengan investor dari Singapura. Pukul sebelas malam ia pulang. Rumah gelap. Di meja terdapat kue yang sudah meleleh, dengan lilin yang tak pernah sempat dinyalakan.

‎‎Di atasnya tertulis pesan tangan Gisella.

"Aku menunggumu. Namun tidak apa-apa. Pekerjaanmu lebih penting."

‎‎Tahun ketiga.

‎Mereka tidur di satu ranjang, namun jarak di antara mereka terasa sejauh satu negara.

‎Gisella sering terbangun di tengah malam, menatap punggungnya yang membelakanginya.

‎Dan Reynand? Ia berpura-pura tidur. Karena ia tidak tahu harus berkata apa.

‎‎Tidak ada perselingkuhan. Tidak ada kekerasan dalam rumah tangga. Hanya... kekosongan yang mendalam.

Setidaknya itu yang ia yakini selama ini.

‎‎Reynand mengusap wajahnya dengan kasar, napasnya memburu di antara rintik air.

‎‎"Aku memang kejam," gumamnya pelan, suaranya tenggelam oleh suara guyuran air shower. "Namun membiarkannya terus berharap... itu jauh lebih kejam."

-

-

-

‎‎Matahari pagi itu menyelinap lembut melalui celah tirai jendela kamar kecil tempat Anindya tinggal.

‎‎Ponsel di dalam tasnya tiba-tiba bergetar berkali-kali berturut-turut. Anindya mengambilnya, dan saat layar menyala, matanya terbelalak lebar.

‎‎Ada notifikasi masuk dari aplikasi perbankan, diikuti pesan resmi dari rumah sakit Harapan Kita.

Notifikasi Bank:

‎"Debet Rp25.000.000 ke RS HARAPAN KITA. Berita: LUNAS RAWAT INAP A/N RATNA AMALA"

‎‎Disusul pesan WA dari nomor tidak dikenal:

‎"Yth. Ibu Anindya. Pembayaran tagihan pasien Ratna Amala sebesar Rp25.000.000 telah kami terima lunas. - RS Harapan Kita"

‎‎Jantungnya berdegup kencang. Ia mengecek kembali angka yang tertera di layar. Benar. Dua puluh lima juta rupiah. Angka yang sempat membuatnya tertekan luar biasa, kini lunas seketika.

‎‎Ponselnya kembali bergetar. Satu pesan lagi, kali ini dari asisten Hansen.

‎‎"Dana sudah masuk atas perintah Tuan Reynand. Silakan fokus bekerja."

‎‎Anindya menutup mulutnya dengan kedua tangan, mata berkaca-kaca. Beban berat yang memikul pundaknya berbulan-bulan lamanya, seketika terangkat begitu saja.

‎‎"Pak Reynand benar-benar membayar biaya rumah sakit ibu. Aku harus berangkat ke kantor lebih awal dan berterima kasih secara langsung padanya."

‎‎Anindya menarik napas panjang, menyeka butiran bening yang sempat menumpuk di sudut matanya. Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal, ia mengunci pintu kamar dan bergegas memesan taksi menuju kantor.

‎‎Perjalanan terasa lebih singkat dari biasanya. Sesampainya di depan gedung Reynand Group, ia membayar ongkos dan melangkah masuk ke lobi yang luas dan berkilau. Belum sempat ia menuju area lift, langkahnya terhenti seketika.

‎‎Di pintu masuk utama, Gisella baru saja melangkah masuk. Penampilannya sangat rapi dan mewah, gaun sutra berwarna biru dongker jatuh pas di tubuhnya, perhiasan sederhana namun berkilau di telinga dan lehernya menambah kesan anggun. Beberapa karyawan yang kebetulan lewat menyapa dengan sopan dan ramah.

‎‎"Selamat pagi, Nyonya Gisella."

‎‎"Selamat pagi, Nyonya."

‎‎Gisella membalas sapaan itu dengan anggukan anggun dan senyum tipis yang terukir sempurna di bibirnya. Saat pandangannya beralih ke arah Anindya yang berdiri beberapa langkah di sampingnya, Anindya segera menyatukan kedua tangan di depan perut dan membungkuk sopan.

‎‎"Selamat pagi, Nyonya."

‎‎Namun senyum itu langsung lenyap. Gisella hanya menatapnya sekilas dengan tatapan datar dan dingin, lalu mengalihkan wajah ke depan tanpa menyahut satu kata pun. Anindya menarik kembali tangannya, merasa canggung namun tetap berusaha tenang.

‎‎Keduanya berjalan menuju deretan lift eksekutif dengan Anindya yang berjalan sedikit dibelakang. Gisella menekan tombol, dan tak lama kemudian pintu lift terbuka. Mereka melangkah masuk berbarengan, berdiri di sisi yang berlawanan di ruang tertutup itu.

‎‎Pintu tertutup rapat, dan keheningan yang menyesakkan langsung menyelimuti mereka berdua. Angka di layar indikator perlahan naik, namun rasanya waktu berjalan sangat lambat.

‎‎"Kamu ini hanyalah seorang sekretaris baru," ucap Gisella dingin, matanya menatap pantulan Anindya di cermin dinding lift dengan tatapan tajam. "Jangan pernah berpikir untuk mencoba mendekati suami saya. Paham?"

‎‎Anindya menelan ludah yang terasa pahit, namun tetap menjaga sikap sopannya. Ia menatap lurus ke depan, tidak membalas tatapan itu.

‎‎"Saya sadar posisi saya, Nyonya. Saya hanya bekerja dan menjalankan tugas yang diberikan kepada saya. Tidak ada niat lain di luar itu."

‎‎Gisella tertawa sinis pelan.

‎‎"Lebih baik seperti itu. Ingatkan dirimu sendiri, jaga batasanmu. Jangan sampai kamu menyesal karena telah melanggar garis yang tidak seharusnya kamu lewati."

‎‎Pintu lift terbuka di lantai tiga puluh. Gisella melangkah keluar lebih dulu, sementara Anindya mengikuti selangkah di belakangnya sambil menahan napas sejenak.

‎‎Sebelum berbalik menuju pintu ruangan kerja Reynand, Gisella berhenti sejenak dan menoleh ke arahnya dengan wajah datar tanpa senyum.

‎‎"Buatkan aku secangkir kopi hitam, tanpa gula. Bawa ke ruangan suamiku nanti."

Di kantor besar seperti ini, permintaan istri pemilik jarang ada yang berani menolak, sekalipun itu bukan tugas utama seorang sekretaris eksekutif. Anindya menelan ludah, namun tetap mengangguk sopan.‎‎

‎"Baik, Nyonya. Segera saya siapkan."

‎‎Gisella tidak menanggapi lagi. Ia langsung berbalik dan melangkah menuju pintu ruangan Reynand, mengetuk tiga kali dengan ritme yang tegas, lalu mendorong pintu itu terbuka dan melangkah masuk tanpa menunggu jawaban dari dalam.

‎‎"Pagi, Sayang... aku datang..."

-

-

-

Bersambung...

1
〈⎳ FT. Zira
erai kan gak harus kedua belah pihak setuju
〈⎳ FT. Zira
ancamanya aja yg gak efisien🤧
〈⎳ FT. Zira
sebutannya tetep pelakor ya walau mereka saling suka dan terjebak keadaan.. mulut netizen kan emng paling bener🤧🤧
〈⎳ FT. Zira
Rey sih gak bakal mundur nin
Bunda HB
bu lady yg trhormat ank mu tdr dgn pria lain yg bernama Gavin .di namakan istri gatal...makanya di cerai sama suami nya 😅😅
🔥Violetta🔥: Astaga 🤣🤣 lady Gaga 🤭🤣✌️
total 1 replies
Fay
Kutunggu lanjutannya thor biar semangat ku kasi vote deh💪💪
🔥Violetta🔥: Wah terimakasih banyak kakak 🙏😘
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
ehh... gak bisa komen.. lagi revisi katanya🤧🤧🤧
〈⎳ FT. Zira
dirimu punya hak apa nglarang, suami bukan/Slight//Slight/
〈⎳ FT. Zira
anakmu yg nyosor duluan loh nyonyaaa
〈⎳ FT. Zira
sengaja banget ngasih terapi jantung yak🤧
🍓ADIRA🍓
Ayooo cari tau Rey... 🧐
🍓ADIRA🍓
sepertinya si binik sama kekasih gelapnya 😂😂😂
🍓ADIRA🍓
yg salah y statusnya Reynand 🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
MBOK YA JANGAN LANGSUNG PLAK TOH BUK 😎 TANYA DULU BAEK-BAEK GTU LOH 😠
🍓ADIRA🍓
iya iya yg lgi lope lope dah /Heart/🤣🤣
🍓ADIRA🍓
Terbawa perasaan sesaat??? plis deh ya buk 😎 Reynand itu bukan anak 17 tahun lagi loh 🙂‍↔️🙂‍↔️🙂‍↔️
🍓ADIRA🍓
maap sya klarifikasi y nyonya... anakmu itu loh yg demen ambil kesempatan dalam kesempitan dluan 😂😂😂🤣🤣🤣🤣
🍓ADIRA🍓
kwkwkwk calon besan tak boleh galak^ loh NyoMar 😂😂😂
kymlove...
beresin dulu aja ray hubungan mu sama gisella... cari taulah tentang gisella biar kamu tau keburukkan gisella, jadi jika beneran cerai km punya alasan yg kuat. untuk menggugat... biar semua tidak menyalahkan anindya jadi pihak ketiga terus...
kymlove...
hadeh.... udah ketebak pasti bakalan nyalahin nindya.... tapi ibuuuu..... kalau nindya pergi siapa. yang bakalan nanggung pengobatan mu!!!! mbok ya tolong jangan cuma lihat jeleknya aja!!! emang anak ibuuu jg mau terjebak sm. suami orang!!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!