Indonesia
NovelToon NovelToon
Bu Gubernur Bar-bar Pilihan Hati Sang Kapten

Bu Gubernur Bar-bar Pilihan Hati Sang Kapten

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikahi tentara / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:27.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Alvierra Zea Khanza atau biasa dipanggil Zea rela menjadi gubernur demi mewujudkan impian sang nenek. Tapi sejak menjabat, berbagai teror dan ancaman mulai mengincarnya.

Demi keselamatan Zea, sang kakek mengirim seorang pengawal pribadi bernama Sagara Arya, kapten dingin yang ternyata menyimpan misi rahasia yaitu membunuh Zea.

Sayangnya, menghadapi gubernur yang bar-bar, keras kepala, tetapi begitu tulus mencintai rakyatnya membuat Kapten Sagara perlahan melupakan misinya.

Di antara ancaman, rahasia, dan perasaan yang tak seharusnya tumbuh, sang kapten justru jatuh cinta kepada perempuan yang seharusnya menjadi targetnya.

Ketika tugas dan cinta berada di dua sisi yang berlawanan, akankah Sagara memilih perintah atau melindungi perempuan yang telah mencuri hatinya?

Yuk stay tune ya. Yang gak suka silakan skip.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehadiran Zea

Malam itu, sebuah hotel mewah di pusat kota tampak begitu megah dengan lampu kristal yang berkilauan di langit-langit aula.

Karpet merah terbentang dari pintu masuk hingga ke panggung utama, sementara para pejabat, anggota keluarga mereka, pengusaha, serta sejumlah tokoh penting mulai memenuhi ruangan untuk menghadiri malam penganugerahan bagi para pejabat dan pegawai teladan.

Para pelayan berjalan hilir mudik membawa nampan berisi minuman dan hidangan ringan, sedangkan beberapa tamu sibuk berbincang mengenai pencapaian daerah masing-masing. Sesekali terdengar tawa dan sapaan hangat, menciptakan suasana formal yang tetap terasa meriah.

Tak lama kemudian, pintu utama kembali terbuka. Zea melangkah masuk dengan gaun elegan berwarna lembut yang dipadukan dengan hijab senada, membuat penampilannya terlihat anggun dan berkelas tanpa kehilangan kesan berwibawa.

Intan berjalan di sampingnya dengan senyum lebar, sesekali melirik dekorasi hotel yang begitu mewah.

Sementara itu, Sagara mengikuti mereka dengan jarak sekitar satu meter, mengenakan setelan jas hitam yang membuat penampilannya terlihat semakin gagah dan sulit diabaikan.

Begitu Zea memasuki aula, beberapa tamu langsung menoleh. Percakapan yang semula berlangsung di berbagai sudut ruangan sempat terhenti ketika perhatian mereka tertuju pada perempuan yang dikenal sebagai gubernur muda dengan berbagai kebijakan berani tersebut.

“Siapa perempuan itu?” bisik seorang pemuda yang berdiri di dekat meja minuman.

“Itu Gubernur Zea dari Provinsi M,” jawab temannya. “Kau tidak mengenalinya? Namanya sedang ramai dibicarakan karena keberhasilannya memperbaiki perekonomian daerah.”

Pemuda itu kembali menatap Zea, kali ini dengan ekspresi kagum. “Pantas saja. Aku kira dia seorang artis.”

Temannya tertawa kecil. “Jangan cuma melihat wajahnya. Katanya, kalau ada pejabat yang membuat masalah, dia bisa langsung turun tangan sendiri.”

“Kalau begitu, cantik dan berani,” gumam pemuda itu. “Menarik juga.”

Bukan hanya satu atau dua orang yang memperhatikan Zea. Beberapa putra pejabat yang hadir malam itu juga tampak tertarik, bahkan ada yang sengaja mencari alasan untuk mendekati perempuan tersebut.

Zea sendiri tidak terlalu memedulikan perhatian yang mengarah kepadanya. Ia membalas sapaan para tamu dengan senyum ramah, sesekali menganggukkan kepala ketika seseorang menghampiri untuk memberikan salam.

“Selamat malam, Bu Gubernur. Senang sekali akhirnya bisa bertemu langsung dengan Anda,” ujar seorang pejabat daerah sambil menjabat tangannya.

“Selamat malam, Bu. Saya juga senang bisa bertemu dengan, Ibu,” jawab Zea sopan. “Semoga malam ini menjadi kesempatan yang baik bagi kita semua untuk saling bertukar pikiran demi kemajuan daerah.”

Pejabat itu tersenyum puas mendengar jawabannya, lalu berpamitan untuk menyapa tamu lain.

Zea kembali melanjutkan langkahnya bersama Intan, sementara Sagara tetap mengawasi keadaan di sekeliling mereka dengan tatapan waspada.

Intan mendekatkan wajahnya kepada Zea, lalu berbisik, “Zea, kau sadar tidak kalau sejak masuk tadi banyak pria yang melihatmu?”

Zea melirik sahabatnya dengan wajah heran. “Memangnya kenapa? Ada yang salah dengan bajuku?”

“Ya ampun, bukan bajumu!” Intan menahan tawa. “Mereka melihatmu karena kau cantik malam ini. Coba lihat pemuda yang berdiri dekat pilar itu, dari tadi matanya tidak berpindah darimu.”

Zea menoleh sekilas, kemudian segera kembali menghadap ke depan. “Biarkan saja. Mereka mau melihat sampai matanya hilang juga bukan urusanku.”

Intan terkekeh geli. “Kalau ada yang datang melamarmu malam ini, bagaimana?”

“Suruh dia mengajukan proposal terlebih dahulu,” jawab Zea santai. “Kalau proposal pembangunan jalan saja bisa kubaca sampai berlembar-lembar, masa proposal pernikahan tidak?”

Intan hampir tersedak menahan tawanya. “Astaga, Zea! Kau itu benar-benar tidak bisa diajak bicara normal!”

Sagara yang berjalan di belakang mereka mendengar percakapan tersebut dengan jelas. Ia mengembuskan napas pelan, kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lain, berusaha mengabaikan tingkah dua perempuan yang seolah lupa bahwa mereka sedang menghadiri acara resmi.

Dari sisi lain aula, Soraya yang datang bersama ayahnya, Mayjen Agus, dan kakak laki-lakinya juga menyaksikan kedatangan Zea.

Perempuan bergaun elegan itu semula sedang berbincang dengan beberapa kenalan, tetapi perhatiannya langsung tertuju pada sosok Zea yang dikelilingi banyak pasang mata.

Tatapan Soraya berubah tajam ketika ia melihat Sagara berdiri tidak jauh dari gubernur tersebut. Rahangnya mengeras, terlebih saat menyadari bahwa penampilan Zea malam itu berhasil menarik perhatian banyak pria yang hadir.

“Kenapa kau menatap ke sana terus?” tanya kakaknya yang berdiri di sampingnya.

Soraya segera mengalihkan pandangan, berusaha memasang senyum seolah tidak terjadi apa-apa. “Tidak ada. Aku hanya melihat siapa saja yang datang malam ini.”

Kakaknya mengikuti arah pandang Soraya sebelumnya, lalu menemukan Zea bersama Sagara. Ia mengangkat alis sejenak, tetapi tidak bertanya lebih jauh karena tahu adiknya mudah tersinggung jika urusannya menyangkut pria tersebut.

Soraya kemudian melirik ayahnya yang masih berbincang dengan seorang pejabat senior. Setelah memastikan Mayjen Agus tidak memperhatikannya, ia berjalan meninggalkan kakaknya dan melangkah menuju Zea dengan senyum tipis yang sama sekali tidak mencerminkan keramahan.

“Wah, kebetulan sekali kita bertemu di sini, Bu Gubernur,” sapa Soraya ketika sudah berdiri di hadapan Zea.

Zea menoleh, lalu memberikan senyum sopan. “Selamat malam, Lettu Soraya. Rupanya Anda juga hadir malam ini.”

“Tentu saja. Saya datang bersama keluarga untuk menghadiri acara penting seperti ini,” jawab Soraya sambil melirik penampilan Zea dari atas hingga bawah. “Saya harus mengakui, penampilan Anda cukup menarik perhatian malam ini.”

Intan yang berdiri di samping Zea langsung menangkap nada sindiran dalam suara perempuan itu. Ia melirik Soraya dengan alis terangkat, tetapi memilih diam karena ingin melihat sejauh mana perempuan tersebut akan melanjutkan perkataannya.

Soraya menyunggingkan senyum miring. “Anda berdandan seperti ini pasti ingin menarik perhatian para pria, bukan? Penampilan Anda memang sangat anggun, apalagi dengan hijab yang dikenakan begitu rapi.”

Zea masih mempertahankan senyumnya, tidak menunjukkan bahwa sindiran itu berhasil mengusik perasaannya. Tapi Soraya justru semakin berani karena mengira lawan bicaranya tidak akan membalas.

“Cuma saya sarankan, jangan sampai Anda bersembunyi di balik citra suci karena mengenakan jilbab,” lanjut Soraya dengan nada merendahkan. “Penampilan luar memang bisa menipu banyak orang, tetapi belum tentu mencerminkan sifat seseorang yang sebenarnya. Apalagi dengan niat memikat para pria untuk memuluskan jalan Anda di pemerintahan.”

1
mama_im
takdir mulai berbicara 🤣🤣🤣
mama_im
duh ribet ya 😅😅😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Zea selalu ada aja jawabannya buat lawannya kicep 😉😅😂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Lisa dah nikah blm trus Karel mana kok gak ada ceritanya 🤔😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
kayaknya itu nenek nya Sagara deh 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
apa wanita tua itu adalah mamanya Sagara 🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
sok Zea samaan sama Sagara sama" dingin dan acuh trus kita liat Sagara akan tahan gak kl kamu acuh dan dingin ke Sagara 😏😏
ryuka
lanjuutttthooorrr
ryuka
yeeeeeyyy ditemuin sma zheeeaaaa 😍😍😍😍😍
cilla
dan aku yakin zea bahkan sudah tau tapi diam aja dia kan manusia yg sulit di tebak kek emaknya🤣🤣🤣😍😍🤭 sagara jujur aja sama zea
Tiara Bella
makasih thor up nya banyak....love you/Kiss//Kiss//Kiss/
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Yulianti Azis: /Kiss//Kiss//Kiss/
total 1 replies
Mei Mei
jangan Mako pusing Sagara pergi ko pasar aj cari bajabu biar otak mu encer berpikir jalan keluar gimn caranya, sebaiknya km cerita aja ke Zea dan keluarga Zea tentang masalah mu biar Zea dan keluarga nya bisa membantu km Sagara,,
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
waduh jadi keluarga sagara dii jdiin sandra apalah itu namanya ancaman yaa nehh smacam itu suapaya sagara melakukan pembunuhan terhadap zea ya
wehhh piye iki jal
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
nahh ini dia
sat set tnpa drama keren
KLO kek gini rasanya negara ini akan damai2 saja
tp kbnykan pada komen dlu sblm tau faktanya
alahhh mboh lah mumet AQ
AQ ora tau melu2 komen ini itu JD tak tau lah
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
gimna g di jaga orang udah jatuh cintrong duluan weeeekkkkk🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Mama Hasby
zeaa...zeaa...🤣
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
rayuan maut zea bilang tampan
mempan 🤣🤣🤣🤣🤣
💜⃞⃟𝓛 🆈🅰🆈🆄🅺🍒⃞⃟🦅🏡s⃝ᴿ
wehhhh sama2 mengumi tp kenapa pada gengsi sih gessss tobat2

kiro2 piye yoooo
Suci Dava
Jangan2 msh ada hubungan nya dgn masa lalu orangtuanya Zea
ryuka
adduuhhh kapteeennn.. siapa yg di sandera??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!