Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ke Tubuh Putri Mahkota

Transmigrasi Ke Tubuh Putri Mahkota

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Time Travel / Fantasi
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora.playgame

⭐ Novel dengan 20 BAB Terbaik 🏆🏅 ⭐

Mati konyol di dunia modern, jiwanya justru bertransmigrasi ke tubuh seorang gadis lemah yang dijadikan bidak catur. Keluarganya sendiri menjualnya ke istana demi harta dan posisi, sementara sang Putra Mahkota mendominasi pernikahan mereka sebagai transaksi dingin demi takhta.
Semua orang mengira dia akan pasrah dan hancur di dalam lingkaran intrik istana. Namun, mereka tidak tau bahwa jiwa di dalam tubuh itu bukan lagi gadis penurut yang bisa diinjak-injak.
Saat keluarga yang memanfaatkannya dan calon suami yang meremehkannya mulai menyadari perubahan drastis dalam dirinya, permainan kekuasaan di istana berubah total.

Akankah sang calon putri mahkota melarikan diri membawa kebebasannya, atau justru membalikkan keadaan dan merebut seluruh isi istana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora.playgame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 6: Aku bertransmigrasi

Kelopak mata Shen Yue terbuka dengan perlahan. Retakan cahaya redup dari sela-sela jendela kayu berukir menusuk retina matanya, dan memaksa pupilnya berkontraksi.

Di atasnya, bukan plafon gypsum putih berlampu LED khas kamarnya di apartemen modern yang terlihat, melainkan kelambu sutra tipis berwarna krem yang terikat pada empat pilar tempat tidur kayu jati berukir rumit.

Aroma dupa kayu cendana yang menenangkan namun terasa asing merebak kuat di udara, bercampur bau samar jamu pahit yang mengendap di pojok ruangan.

Shen Yue mengedipkan matanya beberapa kali. Penglihatannya samar, seperti tertutup lapisan kabut tipis.

Ia menghela napas panjang, dan menduga bahwa seluruh ingatan aneh tentang kerajaan, pesta jamuan, pria angkuh bernama Zhao Xiao, dan pembicaraan dengan sosok jiwanya sendiri hanyalah bunga tidur panjang akibat kelelahan usai latihan pedang.

"Kenapa aku masih bermimpi?" bisiknya pada diri sendiri. Suaranya terdengar parau, terengah, dan jauh berbeda dari nada suara aslinya yang biasanya jernih dan bertenaga.

Ia mengira kejadian transmigrasi dua hari yang lalu hanyalah mimpi buruk yang berlanjut sampai detik ini. Sensasi tubuh yang lelah adalah hal biasa bagi seorang atlet, tapi perasaan asing ini terus mengusik logikanya.

Shen Yue berniat mengucek matanya yang terasa sedikit kabur. Namun, saat ia mencoba mengangkat lengan kanannya, rasanya seolah ada bongkahan timah berat yang mengikat pergelangan tangannya ke atas kasur. Lengan itu terasa begitu lemas dan tidak berdaya.

"Kenapa berat sekali? Apa tanganku keseleo saat latihan pedang tadi?" batinnya heran.

Sebagai praktisi bela diri dan pengguna pedang, ia sangat mengenali batas kemampuan fisiknya. Tapi kelemahan ini terasa absurd, bukan seperti cedera otot, melainkan seperti menggerakkan ekstremitas yang kurang gizi selama bertahun-tahun.

Shen Yue mengusahakan seluruh fokus mentalnya. Ia mengatur napas, dan mengirimkan sinyal tegas dari otaknya ke sistem saraf motorik.

Dengan dorongan tenaga yang terkumpul perlahan, tangannya akhirnya berhasil terangkat dari permukaan kasur, walau jemarinya gemetar hebat.

"Ugh..." Shen Yue mencoba melanjutkan pergerakan untuk mendudukkan tubuhnya dari posisi berbaring.

Begitu otot perut dan punggungnya berkontraksi, rasa nyeri menjalar hebat di sekujur tubuh. Tulang-tulangnya serasa retak, sementara persendiannya berderak kaku bagaikan mesin tua yang berkarat.

Setiap serabut otot di tubuh ini menjerit kesakitan, persis seperti sensasi tubuh seseorang yang dipaksa melakukan olahraga ekstrem tanpa pemanasan selama berhari-hari.

"Kenapa lagi dengan tubuhku..." ringisnya sambil memegangi rusuknya. Rasa sakit dari korset ketat dua hari lalu rupanya masih menyisakan memar di area dadanya.

Dengan perjuangan ekstra keras yang menguras keringat dingin di dahi, Shen Yue berhasil menegakkan punggungnya dan menyender pada kepala ranjang kayu.

Ia menarik napas dalam-dalam, dan mengamati setiap inci ruangan luas tempatnya berada.

Meja hias tembaga kuno, vas porselen biru putih, tirai sutra yang berkibar perlahan ditumpuh angin malam, dan barisan lentera minyak di sudut kamar. Semuanya terlalu nyata untuk ukuran sebuah simulasi otak atau mimpi buruk.

Shen Yue kemudian mengangkat tangan kanannya yang kurus. Kulitnya pucat porselen, jemarinya lentik dan halus, sama sekali tidak memiliki kapalan khas seorang ahli pedang yang saban minggu menggenggam gagang senjata.

"Mimpi ini seperti nyata..."

Untuk membuktikan keraguannya, Shen Yue memegang kulit lengan kirinya lalu mencubitnya keras-keras dengan dua jari.

"Aw! Sakit!" pekiknya pelan.

Rasa pedas menyengat langsung menjalar di permukaan kulitnya. Shen Yue pun langsung mengusap bekas cubitan yang kini memerah tersebut.

"Ini bukan mimpi... Kalau mimpi pasti tidak sakit, kan?" gumamnya dengan nada tak percaya.

Ia mencoba meregangkan leher dan kedua bahunya untuk mengurai rasa kaku di sekujur tubuh. Gerakan itu otomatis membuat pandangan matanya jatuh pada jubah dalam yang melekat di badannya.

Baju kurung sutra putih bersih dengan potongan garis leher bersilang khas pakaian dalam wanita bangsawan kuno.

"Baju ini? Tempat ini? Apa aku benar-benar bertransmigrasi? Berarti mimpi kemarin itu..."

Kata-katanya terhenti. Memori tentang gadis bergaun putih yang merintih di alam bawah sadarnya kembali berputar, “Tolong... hiduplah untuk kita berdua... Balaskan rasa sakitku...”

Shen Yue mengepalkan tangannya rapat-rapat. Binar ragu di matanya kini berubah menjadi fokus dan tajam. "Jadi ini nyata. Aku berada di tubuh Shen Yue, putri sulung Jenderal yang dijadikan bidak catur."

Ia menyeringai kecil, sebuah senyuman berbahaya dari seorang petarung yang baru saja menyadari bahwa ia dilempar ke dalam arena pertarungan baru.

"Baiklah. Kalau memang ini kesempatan kedua yang diberikan padaku, aku tidak akan membiarkan siapa pun menjadikan tubuh ini sebagai barang dagangan lagi."

Bersambung...

1
Dewi Habibah
😍😍😍
Dewi Habibah
bagus ceritanya
Dewi Habibah
lagi donk😍
Aurora: Siap... othor up besok ya... 🤗
total 1 replies
merry
gpp si lkimu agk pengecut dan buta gk tau mn tipu muslihat,, asal ceraikan selir jgn ambil selir ckp satu istri sah ajjj🤭🤭🤭🤭
Aurora: di jamannya punya istri banyak itu sudah biasa, apalagi keluarga kerajaan 😅🤭
total 1 replies
merry
jgn smpai kmu ksh kesucian kmu putri gk ikls wlpun hak mslhnya lkimu pyn bini muda,,, 🤭🤭🤭🤭licik lggg
merry
moga cerai lh sm suami mu yg pengecut bodoh itu 🤭🤭🤭🤭
merry
penghianat ap cb bos kau ajj nikh istri mu sexgus nkhin kekasih gelapmu,, mls dech sm kmu atrnn she Yue nkh sm kakak mu itu
merry
tumis rebung enk bgtt ap lg yg ada ruas ya itu 🤭🤭🤣🤣
Aurora: bener, renyah n lembut...🤗
total 1 replies
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
aku lanjut baca lagi nanti . Kren k👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!