Indonesia
NovelToon NovelToon
PENGANTIN YANG DITUKAR

PENGANTIN YANG DITUKAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: blcak areng

H-3 pernikahan yang disusun dari keringatnya, Kalea Mahika mendapati kenyataan pahit. Reno, kekasih 8 tahunnya, menghamili Gisel, kakak kandungnya sendiri. Bukannya membela, orang tuanya justru memaksanya menyerahkan gaun, dekorasi, hingga calon suaminya demi menutup aib.

​Dianggap anak durhaka karena menolak, Mahika memutus hubungan total, menjual rumah impiannya, lalu pergi merantau.

​Di tanah rantau, Mahika bangkit menjadi pengusaha sukses dan bertemu Reagan Baskara, pria tegas yang menghargainya. Ketika mantan dan keluarganya kembali memohon maaf dalam kehancuran, Mahika hanya tersenyum dingin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blcak areng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENGANTIN YANG DITUKAR

​

​Keheningan kamar kosan tak lagi mampu menenangkan jiwa Mahika. Bayangan foto di unggahan Instagram Gisella terus berputar bagai kaset rusak di kepalanya. Gelang kulit hitam, cincin perak, dan sudut Kopi & Kenangan Lama kafe tersembunyi yang punya sejuta kenangan antara dirinya dan Reno seolah memanggilnya untuk membuktikan apakah prasangkanya sekadar paranoia, ataukah awal dari kehancuran dunianya.

​Mahika tidak bisa diam. Ia harus memastikan dengan matanya sendiri.

​Dengan tangan yang sedikit bergetar, Mahika meragut kardigan panjang berwarna hitam longgar dan jilbab pashmina hitam yang ia lilit rapat membalut leher dan sebagian wajahnya. Tak lupa, ia mengenakan masker medis abu-abu dan kacamata berbingkai tebal yang jarang ia pakai. Penyamaran sederhana namun cukup efektif untuk menyembunyikan identitasnya dari jarak jauh.

​Satu jam setelah unggahan cerita Instagram itu beredar, Mahika sudah berada di dalam taksi online, membelah jalanan kota yang lengang di hari Minggu siang. Dadanya bergemuruh hebat, berpacu dengan kecepatan roda mobil yang membawanya menuju kafe tersembunyi di kawasan bangunan tua tersebut.

"Tolong Tuhan... katakan kalau aku cuma salah sangka," bisik Mahika dalam hati, meremas jemarinya yang makin dingin.

​Taksi berhenti beberapa puluh meter dari pintu masuk kafe. Mahika melangkah turun, merapatkan kardigannya, dan berjalan pelan menyusuri trotoar. Kafe bernuansa industrial rustic itu tampak agak sepi di bagian luar. Bangunan bata merah tanpa plester itu menawarkan beberapa sudut tersembunyi yang dibatasi oleh sekat-sekat tanaman hias dalam pot besar.

​Dengan langkah yang diusahakan setenang mungkin, Mahika mendorong pintu kaca kafe. Suara lonceng kecil di atas pintu berdenting lembut. Bau sangrai biji kopi dan alunan musik jazz pelan langsung menyambut indera pendengarannya.

​Mata Mahika menyisir setiap sudut ruangan yang remang. Dan benar saja... di sudut paling belakang, tepat di samping jendela besar berkaca buram yang terlindung dari jangkauan pandangan pengunjung lain, tampak dua orang yang sangat ia kenal sedang duduk berhadapan.

​Gisella dengan blus merah mudanya, dan di depannya seorang pria mengenakan kemeja putih bergulung hingga siku. Pria yang tadi pagi menelepon Mahika dengan penuh kasih sayang: Reno Alamsyah.

​Jantung Mahika seolah berhenti berdetak saat itu juga. Langkah kakinya mendadak kaku bagai terpaku di lantai kayu kafe. Rasa mual melilit perutnya dengan teramat hebat. Prasangka buruk yang tadi pagi berusaha ia patahkan, kini berdiri telanjang di depan matanya.

​Mahika menarik napas dalam-dalam, menahan dorongan untuk berteriak atau menangis di tempat. Dengan langkah mengendap-endap, ia memilih duduk di sebuah bilik (booth) berbahan kayu yang berada persis di balik sekat tanaman hias, hanya berjarak satu meter di belakang posisi duduk Reno dan Gisel. Sekat bambu dan daun-daun besar itu menyembunyikan tubuh kecil Mahika dengan sempurna, namun membiarkan setiap bisikan suara di meja sebelah terdengar sangat jelas di telinganya.

​"Kamu tuh gimana sih, Ren!" suara Gisel terdengar merajuk, bernada setengah berbisik namun sarat akan kekesalan yang tertahan. "Kita tuh udah jalan sembunyi-sembunyi begini hampir beberapa tahun! Kamu janji bakal nyari cara buat ngebatalin pernikahan ini!"

​Mahika memejamkan mata rapat-rapt. Katanya dua tahun? Pikirannya mendadak kosong. Hubungan gelap ini sudah berlangsung selama dua tahun di belakang punggungnya? Tepat di saat Mahika gila-gilaan menabung dan mengorbankan gajinya demi membangun rumah impian mereka?

​"Gisel, tolong jangan mulai lagi," suara Reno terdengar mendesah berat, ada nada lelah di sana. "Kita kan udah bahas ini berkali-kali. Pernikahan ini tinggal tiga puluh hari lagi. Semua katering, gedung, sama surat-surat udah beres. Aku enggak bisa tiba-tiba ngebatalin gitu aja tanpa alasan yang masuk akal."

​"Kenapa enggak bisa?!" potong Gisel menaikkan oktaf suaranya, memukul meja kayu pelan. "Cari alasan dong! Katakan kamu enggak cinta lagi sama Mahika! Atau bilang aja kamu sukanya sama aku! Apa susahnya sih?"

​"Gisel, pakai logika kamu!" sahut Reno, kali ini suaranya terdengar tegas namun tetap berbisik. "Kalau aku ngebatalin pernikahan ini dan ngaku ada hubungan sama kamu, nama aku hancur! Keluarga kamu juga bakal geger! Orang tua kamu pasti bakal syok luar biasa!"

​"Terus kamu mau aku gimana, Ren?" tangis Gisel mulai pecah secara manipulatif. "Kamu mau aku ngeliat kamu berdiri di pelaminan sama adik kandung aku sendiri? Kamu tega, Ren? Aku ini Kakak kandungnya! Setiap kali ngeliat kalian berdua bareng, hati aku sakit!"

​Di balik sekat tanaman, Mahika meremas pinggiran meja kayu hingga buku-buku jarinya memutih. Air mata pertamanya menetes tanpa henti, membasahi kain maskernya.

​"Jadi ini... ini alasan sebenarnya di balik sikap sensitif Gisella selama ini? Ini alasan kenapa Gisella selalu merasa dilangkahi dan selalu menuntut Mahika untuk mengalah dalam segala hal? Bukan karena gengsi seorang kakak, melainkan karena iri dan ingin merebut calon suami adiknya sendiri."

​"Gisel, dengarkan aku," suara Reno merendah, jemarinya terdengar mengusap tangan Gisel di atas meja persis seperti foto di Instagram tadi. "Aku tahu ini berat buat kamu. Tapi tolong mengerti posisi aku."

​"Aku enggak mau mengerti lagi, Reno!" sahut Gisel ketus. "Kamu harus milih! Batalin pernikahan itu sekarang, atau aku yang bakal bongkar semuanya ke Mahika dan Ibu!"

​"Jangan gila kamu, Gisel!" tegur Reno cepat. "Jangan pernah berani bongkar hal ini ke Mahika!"

​"Kenapa? Kamu takut Mahika benci sama kamu? Kamu masih cinta sama dia?!"

​Hening sejenak. Mahika menahan nafasnya di balik sekat, menunggu jawaban pria yang sudah delapan tahun menemani hidupnya.

​"Ini bukan cuma soal cinta, Gisel," jawab Reno pelan, suaranya terdengar sangat dingin dan penuh perhitungan. "Mahika itu polos, penurut, dan dia udah ngeluarin banyak uang buat pernikahan ini. Rumah yang kita tempati nanti... sebagian besar DP-nya itu uang Mahika. Aku butuh Mahika buat urusan rumah tangga dan finansial yang stabil."

​Brak!

​Rasa dada Mahika bagai dihantam bongkahan batu besar. Napasnya tercekat, air matanya mengalir makin deras membakar pipi. Reno tidak hanya mengkhianatinya secara perasaan, tapi juga memanfaatkan kepolosan dan keringatnya!

​"Jadi kamu cuma manfaatin Mahika?" tanya Gisel, nadanya terdengar agak reda, seolah puas mendengarnya.

​"Aku enggak bisa ngebatalin pernikahan ini, Gisel. Pernikahan ini akan tetap jalan tiga puluh hari lagi," jawab Reno mantap. "Tapi aku janji sama kamu... pernikahan aku sama Mahika enggak akan merubah apa-apa di antara kita."

​Gisel terdengar mengernyit. "Maksud kamu?"

​"Aku akan tetap jaga hubungan kita," bisik Reno dengan nada merayu yang teramat busuk di telinga Mahika. "Aku bakal tetap ada buat kamu, Gisel. Rumah yang aku balik namakan atas nama Mahika itu... toh nanti kalau kita sudah nikah, aku yang pegang kendali. Kamu bisa datang kapan aja ke sana pas Mahika lagi kerja. Kita tetap bisa jalan seperti biasa. Mahika enggak akan pernah tahu."

​"Kamu janji?" tannya Gisel, suaranya kini melunak penuh manja. "Kamu bakal tetap lebih perhatian sama aku dibanding sama Mahika?"

​"Iya, Sayang... aku janji," sahut Reno lembut. "Kamu tahu kan dari dulu selera aku itu sebenarnya kamu? Mahika itu terlalu kaku dan terlalu fokus kerja. Aku cuma bertahan sama dia karena dia penurut. Tapi hati aku... kan kamu yang pegang."

​"Janji ya, kamu enggak boleh sentuh Mahika lebih dari batasnya setelah nikah nanti?"

​"Iya, Gisel... aku janji."

​Suara tawa kecil dari Gisella dan helaan napas lega dari Reno tercipta di balik sekat. Dua manusia yang sangat dicintai dan dihormati Mahika dalam hidupnya kini sedang bertukar senyum dan merencanakan pengkhianatan paling keji tepat di belakang punggungnya.

​Di dalam biliknya, Mahika membatu. Dunia di sekitarnya mendadak runtuh menjadi kepingan-kepingan tak berbentuk.

​Seluruh rasa hormat, rasa cinta delapan tahun, rasa mengalah demi menjaga perasaan sang kakak, dan rasa bangga atas rumah impian semuanya hancur berkeping-keping di dalam lubuk hatinya. Tidak ada lagi penderitaan yang lebih menyakitkan daripada mengetahui bahwa orang-orang terdekatnya menganggap dirinya hanya sebagai alat dan pajangan yang mudah dibodohi.

​Mahika menggigit bibirnya erat-erat hingga rasa asin darah terasa di lidahnya, menahan agar jeritan histeris tidak lolos dari tenggorokannya.

​Ia berdiri pelan dari kursinya. Penyamarannya masih rapat. Tanpa menimbulkan suara sedikit pun, Mahika melangkah mundur, meninggalkan sudut kafe yang teramat beracun itu.

​Begitu melangkah keluar dari pintu kaca kafe dan diterpa angin siang yang kencang, pertahanan Mahika roboh. Air matanya meluncur deras tanpa henti di balik kacamata tebalnya. Ia berjalan menyusuri trotoar dengan langkah sempoyongan, memegangi dadanya yang terasa begitu sesak hingga sulit untuk sekadar menyedot udara.

​Tiga puluh hari menuju pernikahan.

​Pria yang dianggapnya sebagai pelindung ternyata adalah seorang penipu yang licik. Dan wanita yang dilahirkannya dari rahim yang sama kakak kandungnya sendiri adalah sosok yang tega menggunting dalam lipatan hidupnya.

​Mahika menyapu air matanya dengan kasar di tepi jalan. Pandangan matanya yang tadinya penuh kesedihan dan kepasrahan, perlahan-lahan berubah menjadi begitu dingin dan tajam.

"Reno... Kak Gisel..." bisik Mahika dengan suara bergetar namun sarat akan dendam yang membara. "Kalian pikir aku sesempurna itu buat bisa kalian bodohi terus-menerus? Kalian mau pernikahan ini tetap jalan? Baik... kita wujudkan pernikahan ini. Tapi jangan pernah bermimpi kalian bisa menikmati sepeser pun dari jerih payah dan rumahku."

1
sutiasih kasih
gmn rasanya... klean jdi gembel😅😅
mkanya jgn hobi jdi BENALU...
Ernaaaaa
makasih Thor
merry
jdi gelandangan dech klian
merry
bisa gk hdp tnp mahika dan kluarga mu reno dan untuk cari krj susah nama mu dh terkenal 🤭🤭🤭🤭
sutiasih kasih
smpe sana.... rumah udh di jual😂😂😂😂😂😂
hadueh ren.... org tuamu kaya... org berada... tpi kok km jdi laki mokondo🤔🤔🙄
Lee Mba Young
selamat menikmati jd gembel
Mundri Astuti
mang dah bener ma pas ya, si Reno ma keluarga si sel ..sel..
Mundri Astuti
owh ortunya Reno org ada toh, tapi ko anaknya dompleng mahika yak🤔
sutiasih kasih: knaoa mndompleng mahika yg dri kalangan biasa....
mmbingungkn🤔🤔🤔
total 2 replies
Lee Mba Young
tanpa harta selamat mnikmati
Mundri Astuti
mang bisa tuh anak kesayangannya bangun atap aja, jangan bangun rumah dah
sutiasih kasih
di bangun lgi dunk rumah yg sdh runtuh.....
jgn apa" morotin dwit mahika.... tpi mahika g punya hak tinggal di rmh itu...
msih ingat dunk bu maya.... saat mahika pergi... dgn tak punya hati ibu mmbuang barang" mahika yg ada di kamarnya..... anda itu ibu macam apa 🤔🤔🤔🤔🤔🤔🙄🙄
Tining Revi
bukanya mahika berhijab thor. kok "puji Tuhan"
merry
pdhl tdi mau bongkar ditmpt mrk resepsi dihotel tau ya mrk cm resepsi di tanah kosong dan mahika lewat live ig buat mrk maluu 🤭🤭🤭🤭se kanoha pd tau lhh
Mundri Astuti
sekali tepok ....jatuh semua .... gayanya mahika kereeennnn....Badas....😂😂😂
sutiasih kasih
tamatlah sudah riwayat para pmbohong & penghianat......
😂😂😂😂😂😂
Heni Setiyaningsih
Mahika,,,,,,, KEREN!! gk perlu teriak teriak cuma tunjukkan hasil dari kerja kamu, siapa itu Reno dan klrg toxic, hempaskan😂😂
Agunk Setyawan
bacanya deg"an banget🤣
Humay Uum
dtunggu bomy KK Thor 💪💪💪💪
falea sezi
kelamaan bertele tele 🤣
Heni Setiyaningsih
/Heart//Heart//Heart/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!