bagaimana jika seorang wanita mendapat kesempatan untuk berada dekat dengan seorang taipan berwajah tampan? mengasuh seorang CEO tampan yang pikirannya kembali ke masa anak umur 8 tahun? punya kepribadian aneh? dan kadang wajah tampan itu bertranformasi menjadi imut dan selalu meluluhlan hati seorang karin..... sampai sampai bisa menembus jiwa kejombloan karin, lalu bagaimana jika pria itu kembali ke pemikiran dewasanya? bagaimana kehidupan duo sejoli itu nantinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak_na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEBENARAN-1
Aku memperhatikan raut wajah pak fet yang berubah serius menjadi lebih serius lagi setelah aku menceritakan semua padanya. Apa yang terjadi pada Devan tadi siang beserta bagaimana kondisi Lea saat ini. Dan masalah Arthur, pria itu menepati janjinya. Dia menjaga Lea untuk bersembunyi di suatu tempat dan menjaga Lea hingga situasi membaik. Mengenai Bram, pak fet sempat terkejut ketika mendengar laporan resmi mengenai dua orang anak buah terbaiknya bisa dibunuh begitu saja oleh pria kejam yang mengajarku dan juga Lea. Untungnya Lea bisa selamat dari pengejaran itu kali ini.
“tuan Devan akan sangat marah mendengar kabar ini” ucap pak fet tenang, namun dalam nada suaranya bisa kupastikan dia cukup frustrasi mengenai masalah ini.
“kenapa begitu?” tanyaku pada pak fet, wajar saja jika mereka bisa terbunuh dengan mudah oleh Bram secara pria itu...
“nona tidak tau bagaimana sifat tuan Devan, jika harga dirinya bisa ter nodai seperti ini, karena ada orang yang telah berhasil mengalahkan anak buah terbaiknya” kali ini pak fet mengucapkan itu sembari menyilangkan kedua kakinya dan mencoba bersandar santai ke sandaran sofa.
Tentu saja aku tidak tau, aku bahkan baru pertama kali ini dekat dengannya dan itu pun dalam kondisi Devan yang seperti ini. lagi pula semenjak bekerja sebagai pengasuh Devan aku bena-benar meneka rasa penasaranku untuk bertanya demi menghormati privasi dari Devan Antonio. Tapi apakah benar untuk menanyakannya langsung saat ini? aku akan sangat mudah mengenali sifat Devan jika mengetahui apa yang terjadi degan kondisi psikologisnya yang bermasalah dengan mengetahui masa lalu dari Devan Antonio sendiri.
“hmmm pak fet setelah kejadian ini, aku-aku ingin menanyakan sesuatu mengenai Devan”
“silakan nona, saya akan menjawab semampu saya, selagi itu tidak melanggar kontrak kita” aku membasahi bibirku gugup dengan perkataan pak fet barusan, melanggar kontrak ya.... well ini pasti akan melanggar pernyataan kontrak yang ke-3 yaitu masing-masing pihak tidak boleh tahu tentang masa lalu yang mereka alami.
Tapi....
“apa yang terjadi ketika Devan masih kecil?” dan akhirnya pertanyaan itu meluncur keluar dari mulutku. Sembari menanti jawaban aku menekuk wajahku sembilan puluh derajat. Mungkin ini akan menjadi tempat terakhirku menginjak kan kaki dibumi ini.
Detik seperti menit dan menit seperti jajm, ini sudah 10 menit pak fet diam tanpa mau mengeluarkan suara sedikit pun, terasa seperti 10 jam bagiku.”ji-jika pak fet tidak mau memberitahuku tentang masa lalu Devan juga tidak apa-apa, karena menurutku mengetahui tentang Devan yang dulu mungkin akan memudahkanku menganalisis sikapnya ke depan.... karena jujur, kejadian Devan terluka hari ini adalah murni kesalahanku, aku sudah mengataka pada Anda agar mengurangi gajiku minggu ini-“
“tidak nona, Anda benar, seharusnya saya memberitahukan mengenai tuan Devan pada Anda agar Anda bisa merawat tuan dengan lebih baik lagi”
“eh?” aku terbelalak dengan penjelasan pak fet, wahhh ternyata semudah ini mengetahui masa lalu Devan, hmmm aku bahkan tidak perlu mengantri seperti wartawan di luaran sana untuk ini. dan seharusnya aku bertanya saja langsung pada pak fet sadari awal, dan aku tidak harus takut mati jika mengetahuinya langsung dari sumbernya. Aku benar-benar bodoh.
“saya harap ada bisa siap mendengar mengenai tuan Devan di usia 8 tahun nona Karin” dan tiba-tiba saja pak fet mengubah suaranya menjadi lebih berat dan syarat akan permusuhan. Aku bahkan merasakan bulu kudukku merinding mendengar dan melihat pak fet dengan keadaan seperti ini, serasa di film horor aku pun merapatkan diriku. Memeluk lengan dan tubuhku sebisa mungkin. Waaa kenapa pak fet menjadi semenyeramkan ini!!!!
***
Aku memeluk tubuh Devan dengan erat dari belakang. Mencurahkan setiap kesedihan yang kurasakan setlah pak fet menceritakan semua tentang Devan. Air mataku bahkan tak bisa dikontrol ketika aku sudah meredam tangisku dengan membenamkan wajah pada punggung Devan. Pria ini adalah salah satu orang yang sudah kukenal dua minggu yang menurutku hanya ada sikap kekanakan dan kenakalan yang cukup mengganggu hingga akhirnya aku harus mengeluarkan sikap sabar lebih untuk tinggal bersamanya. Bagiku dua minggu tidak lah cukup untuk mengenal Devan.
Tidak cukup dibandingkan dengan apa yang dijelaskan pak fet tadi. Sekarang yang ada dihatiku hanya ada rasa bersalah dengan sikap egoisku menganggap Devan aneh. Dia bukanlah perwujudan dari monster yang dikatakan sebagian orang yang membencinya, yang dipercaya Jerry, tapi Devan adalah orang yang ingin melindungi dirinya sendiri dari kejamnya dunia. Sama seperti diriku dan Lea, dia harus berusaha kuat untuk menghadapi apa yang di depan.
Hatiku kali ini yang penuh dengan rasa penyesalan, hanya bisa memeluk Devan sebagai ungkapan permintaan maafku, tidak peduli seberapa banyak kata itu kubisikkan di hati. Buktinya aku bukanlah orang yang tepat dan tulus. Devan tidak seharusnya membutuhkanku dia butuh seseorang yang mampu lebih baik dariku. Aku mengetatkan kembali pelukanku pada Devan, kurasakan sepertinya dia sedikit terganggu dengan ini. tapi siapa peduli! Aku hanya ingin memeluknya sekarang menyalurkan permintaan maaf ku padanya secara langsung.
Sedu sedan tangisku bahkan bisa menggema dengan jelas di ruangan ini, yang pastinya akan membangunkan Devan. Kenapa aku tidak bisa berhenti menangis! Aku benar-benar bodoh!
‘Karin? Kamu menangis?” aku mendengar Devan bersuara pelan dan berat, sepertinya dia sudah terbangun olehku.
“maaf membangunkanmu,” aku melepaskan pelukanku. Menekan setiap suara tangis yang nantinya akan keluar.
“apa laki-laki yang waktu itu menyakitimu?!” tanya Devan mendadak dan langsung terduduk, aku sedikit tertawa dengan tingkahnya ini.
Aku menyeka air mata yang masih berada di wajahku kemudian duduk menghadap devan. Aku tersenyum dengan ekspresi yang ditampilkannya-bingung dan juga marah- semuanya bercampur menjadi satu.
“aku tidak apa-apa, aku hanya memikirkan sesuatu, maksudku, Cuma masa lalu, tidak ada hubungannya dengan Jerry...” kilahku dan kulihat jika Devan masih memasang wajah khawatirnya.
“jangan menangis lagi, aku tidak tau apa yang harus kulakukan jika menghadapi Karin menangis....” ujar Devan degan suara rendah dan sangat sarat akan ketulusan dan itu menyentuh hatiku. Kali ini bukan Devan yang mendekat. Tapi aku, kutangkup wajahnya seperti dulu, sebenarnya ada ribuan pertanyaan dalam diriku. Seperti... kenapa Devan memilihku untuk berada disisinya, dan bagaimana Devan bisa menerimaku selama ini? berbeda jauh dengan pak fet yang nampaknya sudah beberapa tahun lebih lama dengannya namun tidak bisa melunakkan hati Devan.
Aku mengusap pipi Devan lembut dengan kedua tanganku. Kulihat jika Devan hanya duduk tak bergerak sedikit pun, matanya yang nampaknya selalu melihat dengan tajam itu, sedikit terkejut dengan perlakuanku. Aku tersenyum pada Devan dan memberanikan diri untuk mengecup sekilas keningnya.
“maafkan aku” ucapku tulus sembari berbisik. Dan aku yakin jika bisikan itu bisa di dengar jelas olehnya. Aku menjauhkan wajahku dan duduk kembali seperti semula. “kenapa Karin minta maaf?” tanya Devan polos.
Yah, ini termasuk sala satu penyesalanku pada Devan dan kuharap dia bisa mengerti nanti. Lagi pula.... semoga ini tidak termasuk pencabulan terhadap pemikiran anak 8 tahun!!! Apa salah jika aku mengecup keningnya?! Apa akan menimbulkan trauma seperti yang selalu kulihat di TV? Asiss berhenti memikirkan hal aneh Karin!!!!
***
hrsnya diceritakan jg gmn Karin diselamatkan, ungkapan cinta Devan, permintaan ma'af Karin, gmn bucinnya Devan..
lha ini tiba2 sdh punya anak usia 5 th..😢😥
ternyata tokohnya semya menyukai Karin kecuali Arthur..
akhirnya Jerry mampus jg, pasti de. Jhon atau suruhannya yg membunuhnya..
kasihan Devan, dia sdh berusaha berubah malah Karinnya salah paham & akhirnya pergi drnya..
yg sabar ya Devan..