Indonesia
NovelToon NovelToon
My Lovely Idiot Husband

My Lovely Idiot Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: amih_amy

Karena rasa kasihan dan ingin membalas jasa, Tyara Arriella terpaksa menerima tawaran pernikahan yang diberikan oleh ibu dari seorang pria yang mempunyai keterbelakangan mental, guna menyembuhkan penyakitnya tersebut.

Disetiap fase kesembuhannya, sang suami mempunyai sifat yang berbeda-beda. Kesabaran gadis yang biasa dipanggil 'Ara' itupun diuji, manakala sang suami kembali ke sifat asalnya, kasar dan membenci wanita. Akankah Ara bertahan dengan pernikahannya?

Bagaimana kelanjutan ceritanya..ikuti terus dan favorite ya ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon amih_amy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3. Pelukan Yang Meragukan

​Aku terpekur, membawa Jojo ke rumah itu sama saja dengan membuka luka lama. Namun, aku harus memastikannya. Apa benar keluarga Jojo yang sudah membeli rumahku waktu itu?

Akan tetapi, waktu sudah terlampau sore. Sebentar lagi malam akan tiba. Rumah itu agak jauh dari tempat kami sekarang. Jadi, kupikir besok saja aku ke sana. Keputusan menunda ini mungkin adalah satu-satunya hal waras yang kubuat hari ini, mengingat situasi sekarang terasa aneh sekali.

​Jam dinding menunjukkan pukul 19.00 WIB. Aku, Bibi Iren, dan Jojo tengah bersantai di ruang TV. Pandanganku tak sengaja menangkap Jojo yang berusaha keras menahan kantuknya. Matanya sesekali terpejam, lalu tiba-tiba terbuka kembali saat kepalanya tergolek karena lehernya tak bisa menopangnya tanpa kesadaran penuh.

​Aku menahan senyum lalu memegang pundaknya. “Kamu udah ngantuk?” tanyaku.

​Jojo menoleh ke arahku dengan mata yang sedikit sipit dan memerah karena menahan kantuk.

“Hmmm …,” gumamnya, sembari mengangguk lemah.

​Aku menyuruh Jojo untuk tidur di kamarku. Sementara itu, aku akan tidur bersama Bibi Iren di kamarnya, karena di rumah ini memang hanya ada dua kamar tidur. Aku dan Bibi masih belum mengantuk, kami terbiasa bersantai sambil menonton film di televisi. Sambil ngobrol santai atau bisa dibilang family time bagi kami setelah seharian bekerja.

​Ketika kami sedang asyik menonton televisi, tiba-tiba terdengar teriakan Jojo dari kamarku. Jarak kamar memang sangat dekat dengan ruang keluarga.

​“Mami…!” Jojo berteriak keras.

​Aku dan Bibi Iren terlonjak kaget. Kami langsung beradu pandang, kemudian bergegas berlari ke kamar. Saat membuka pintu, terlihat Jojo sedang duduk, napasnya tersengal, dan tubuhnya sudah basah oleh keringat. Aku mencoba mendekati Jojo, lalu duduk di sisi ranjang.

​Jojo menoleh ke arahku saat dia sadar aku sudah duduk di sampingnya, lalu memelukku dengan erat tanpa aba-aba.

​“Aku takut Ara, mimpiku seram sekali!” seru Jojo sambil menguatkan pelukannya.

​Deg… deg… deg….

​Jantungku berdetak tidak karuan. Ini pertama kalinya aku dipeluk oleh seorang laki-laki selain ayah kandungku. Walaupun aku pernah berpacaran, tetapi aku selalu enggan melakukan kontak fisik atau hal-hal yang menurutku sedikit mesra. Bagiku, berpacaran hanya untuk menjaga image-ku di hadapan teman-temanku dulu. Selalu kujadikan alasan tak bisa melupakan mantan saat ada laki-laki lain yang mencoba mendekatiku, karena menurutku alasan itu yang paling logis dan paling cepat dimengerti untuk menolak mereka secara halus.

​Oh, Tuhan… tubuhnya kekar sekali, apa dia benar-benar seorang idiot? batinku bergemuruh tidak tenang. Jantungku berdegub tidak aman, tidak beraturan.

​Aku meronta, mencoba melepaskan pelukan Jojo yang membuatku sesak. “Lepasin dulu, Jojo! Aku nggak bisa napas,” pintaku dengan napas tersengal.

​Jojo tersadar, lalu perlahan melepaskan pelukannya. “Maaf Ara!” ucap Jojo dengan sendu.

​Aku mencoba mengatur napasku, sekaligus menenangkan detak jantungku. “Otakmu seperti anak kecil, tapi saat kamu memeluk tubuhku, seperti kamu ingin memakanku saja,” gerutuku sambil berdecak pelan. Tubuhku sedikit menjauh, memberikan jarak dengan tubuh Jojo.

​Jojo memandang lekat wajahku. “Ara, apa kamu mau menemaniku tidur? Saat aku bermimpi buruk seperti ini, mami selalu menemaniku dan memelukku sampai aku tertidur lagi,” pinta Jojo dengan penuh harap.

​Permintaannya membuat mataku membelalak terkesiap. “Yang benar saja, aku bukan mamimu!” tampikku dengan nada tinggi. Kata-kata itu lolos begitu saja, pun dengan reaksiku yang langsung membentak Jojo.

​Jojo terlihat sedih. Dia kembali menunduk, menekuk kedua lututnya untuk dia peluk lagi. Laki-laki itu menenggelamkan kepalanya ke dalam lututnya dan benar-benar terlihat ketakutan. Melihat itu, aku jadi menyesali perbuatanku.

​Suara deheman dari Bibi Iren membuatku menoleh ke arahnya. Bibi memberikan kode sebuah anggukan kepala, agar aku mau menerima permintaan Jojo. Bibi Iren merasa iba dengan ketakutan Jojo.

​Aku terdiam sejenak, lalu beranjak mendekati Bibi yang berdiri di samping ranjang. “Maksud Bibi apa? Aku harus menemani dia tidur? Aku nggak mau!” tegasku. “Bagaimana kalau dia benar-benar pura-pura bodoh, lalu menyerangku saat aku sedang terlelap tidur?” tambahku sambil bergidik ngeri membayangkan hal-hal yang tidak-tidak. Dipeluk seperti tadi saja sudah membuat jantungku tidak tenang, bagaimana nanti kalau tidur berdua? Mungkin saja giliran aku yang susah memejamkan mata.

​Bibi Iren tersenyum lucu. “Bukannya kamu sendiri yang tadi meyakinkan Bibi, kalau dia itu beneran sakit. Kalau tidak, mengapa kamu membawanya ke sini dan memberikan kamarmu padanya?” tukas Bibi Iren. Pandangannya beralih pada Jojo, “Lihatlah! Dia begitu ketakutan. Apa kamu tega melihatnya seperti itu sampai pagi?” imbuh Bibi Iren membujukku lagi.

​Aku berpikir sejenak, memperhatikan Jojo yang masih memeluk lututnya dengan kencang. Aku juga tidak tega. Aku pun menghela napas berat, dengan terpaksa mengikuti keinginan lelaki itu.

“Baiklah, tapi Bibi temani kami juga, kita akan tidur bertiga,” ucapku memberi syarat.

​Bibi Iren terdiam, kedua netranya menatap ranjangku. “Tapi ranjangmu hanya cukup untuk dua orang saja, mana cukup untuk kita bertiga!” serunya menolak secara halus.

​“Ya sudah, kalau begitu Bibi saja yang temani dia tidur! Ara tidak mau.” Aku mendengus sembari melipat kedua tanganku di depan dada.

​Bibi Iren tersenyum geli mendengarnya. Apa mungkin pikirannya jadi ke mana-mana saat aku menyuruhnya untuk tidur berdua dengan Jojo? Entahlah, hanya Tuhan dan Bibi Iren saja yang tahu.

​“Bibi juga tidak mau. Rasanya jika tidur dengan pemuda tampan ini malah seperti sedang mengkhianati suamiku di surga sana. Itu akan membuatnya lebih terluka daripada harus menikah lagi,” kelakar Bibi Iren, tetapi dengan nada serius.

​Aku tertegun. Bahkan Bibi Iren bisa terpikir seperti itu saat melihat daya tarik laki-laki bak seorang model kelas dunia di hadapannya itu. Tapi sayang IQ-nya jongkok, pikirku.

​“Ish… Bibi ini bicara apa, bahkan dia lebih pantas menjadi anakmu!” Aku berdecak kesal.

​“Bibi juga perempuan, apalagi dia tidak punya hubungan darah denganku, bagaimana Bibi bisa menganggapnya sebagai anak? Kecuali Bibi yang urus dia sejak kecil.” Bibi Iren berkata dengan nada genit.

​Aku menepuk keningku. “Ah, ya ampun… aku tidak menyangka Bibi mempunyai sisi genit seperti ini!” seruku sambil mendengus pelan.

​“Lalu bagaimana?” tanyaku lagi.

​“Kamu saja yang menemaninya tidur di ranjang! Bibi akan menemani kalian tidur di sini dengan kasur lipat,” cetus Bibi Iren sambil menunjukkan jarinya ke bawah lantai.

​“Ide yang bagus, tapi… apa tidak apa-apa Bibi tidur di lantai?” Aku mengkhawatirkan kesehatan Bibi Iren.

​Bibi Iren menggeleng. “Bibi juga tidur dengan kasur, cuma posisinya di bawah saja. Kasur lipatnya cukup tebal, kok, jadi Bibi tidak akan kedinginan,” ujar Bibi Iren meyakinkan.

​“Baiklah, kalau begitu aku setuju.” Aku menjentikkan jari, menyetujui usul Bibi Iren.

​Setelah Bibi menggelar kasur lipatnya di lantai dan memastikan Jojo sudah setengah tenang, dia mematikan lampu dan mengucapkan selamat tidur. Sekarang, hanya ada aku dan Jojo di ranjang sempit ini, dalam kegelapan yang pekat. Aku mencoba mengatur napas, tubuhku kaku, tidak berani bergerak sedikit pun. Jojo sudah memejamkan mata, tapi aku tahu dia tidak benar-benar tidur. Aku memejamkan mata dan berharap semua cepat berlalu, namun detik berikutnya, aku merasakan tangan kokoh Jojo kembali melingkari pinggangku, menarikku mendekat.

​“Jangan pergi, Mami,” bisiknya, suaranya terdengar seperti orang dewasa, bukan anak kecil.

​Aku terkesiap. Mami? Dan pelukan ini … Aku menahan napas. Tubuhku sudah terkunci, dan jantungku kembali berdetak seperti genderang perang.

Bersambung dulu....

semangat kumpulin poinnya. Tinggalkan jejak yang manis, ya ☺

1
Sinta Dewi
ceritanya bagus Thor, alur ceritanya ringan. AQ suka².....😀😀😀. Tetap semangat 💪💪 berkarya ya Thor 🥰🌹🔥🔥
sakura
....
Eka Yuni
ceritamu menarik thor . bukan sekedar karya . tp jg menambah pengetahuan
°ammy🌾👉ig: amih_amy: Terima kasih, Kak. 🥰😘
total 1 replies
Ibelmizzel
betul2 suami meyebalkan
Ibelmizzel
tapi Angel tak tau diri mau menguasai ibuny Jojo seolah
Ruk Mini
mantul thorr..smua berbesar hati..yg pasti Happy Ending .tq bgt .d tgg karya2 mu lgi thorr 🙏👍👍
°ammy🌾👉ig: amih_amy: makasih, Kak. Silakan mampir di karyaku yang lain. Cek profil aja, Kak 🥰
total 1 replies
Oom Buntoro
good
°ammy🌾👉ig: amih_amy: makasih... ❤❤
total 1 replies
Riska Fatihica
ceritanya bagus dan menarik 🥰🥰🥰 jadi semangat 💪 terus ya Thor buat karyanya 🥰🥰
°ammy🌾👉ig: amih_amy: makasih, Kak ☺
Jika berkenan, mampir di karyaku yang lain, ya 🙏🤗
total 1 replies
Lestari Setiasih
Luar biasa
Denni Siahaan
mudah mudahan jangan sampai ada salah paham nanti kalau Jojo sudah sembuh
Denni Siahaan
buat kembali ingatan Jojo ya Thor
Denni Siahaan
buat sadar la Thor
Denni Siahaan
seperti nya bagus ceritanya semangat Thor
linanti yani
🤭🤣🤣🤣💞
Ran Aulia
👍👍👍👍😂😂😂😍😍😍
°ammy🌾👉ig: amih_amy: 🤗🤗🤗🤗🥰
total 1 replies
Indah Sri Rezeki
😍
°ammy🌾👉ig: amih_amy: Jika berkenan, mampir juga di karyaku yang lain, Kak. Semoga suka 🥰🥰🥰😘
total 1 replies
Jolei Jephen
karyamu Thor.. MANTAP 👍👍👍👍👍⭐👍👍⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐🤩
°ammy🌾👉ig: amih_amy: makasih, Kak. Kalau berkenan silakan baca karyaku yang lain juga, ya 🥰
total 1 replies
Jolei Jephen
🤣😂
Isnay Maulani
maacih thor 🙏🙏
sukses trs tuk karya2nya 💕💕💕💕
°ammy🌾👉ig: amih_amy: Aamiin🤲
Makasih, kak 🥰
total 1 replies
Amel Ivander
coba Lee Soo Hyuk visualnya.lebih muda dan macho author 😌
°ammy🌾👉ig: amih_amy: Terimakasih sarannya, kak. Aku emang nggak bakat cari visual 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!