Indonesia
NovelToon NovelToon
LELAH

LELAH

Status: tamat
Genre:Teen / Contest / Patahhati / Kriminal / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: melciballu

Dalam hidupku, tak pernah mengenal kata 'bahagia'. Setiap hari diriku selalu disiksa, di hina di bully dan yang paling menyakitkan adalah kadang orang tuaku ikut andil dalam menyiksaku.

Hanya satu kata yang mewakili perasaanku sekarang ini ' Lelah '. Aku lelah menghadapi hidup ini.

"kapan aku bahagia? " kalimat yang sering muncul dalam benakku.

kata orang aku adalah penghancur, aku sudah mengancurkan banyak sekali harapan bahagia keluargaku, begitu kata-kata mereka.

Tapi aku tetap sabar menghadapi ujian ini, aku hanya menunggu di mana saatnya Tuhan memanggil kembali diriku, mungkin aku tidak akan tersiksa lagi jika saat itu tiba.




bagaimanakah kisah hidup Divina, apakah dia akan merasakan bahagia juga?

yuk ikuti ceritanya...

MOHON MAAF BILA ADA KESAMAAN NAMA TOKOH ATAU CERITA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon melciballu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 6

Divina menerima kotak itu dengan penuh kebahagiaan. Tak bisa dipungkiri bahwa ia sangat bahagia diperlakukan dengan selayaknya seperti ini apalagi dengan orang yang diharapkannya.

" buka saja kalau kamu mau" Dengan penuh semangat Divina membuka kado pemberian dari Ziko.

saat sudah sepenuhnya terbuka nampaklah sebuah kalung cantik dengan liontin bintang kecil. " coba kamu buka liontinnya" Tutur Ziko.

Dengan penuh semangat kembali Divina membuka liontin itu dan tampaklah beberapa huruf kecil disetiap sisinya. Disatu sisi bertuliskan Kasih dan disisi lainnya terdapat tulisan Arkan. Divina memandangi saudaranya dengan begitu haru. " terimakasih..." lirih Divina. Kalau boleh jujur ini pertama kalinya ia sebahagia ini.

Tanpa sadar kembali Ziko memeluk Divina bahkan mengelus kepalanya sayang. Entah apa yang merasukinya hingga malam ini perlakuan nya sangat berubah drastis.

" kamu sakit? " tiba-tiba saja Ziko menanyakannya kepada Divina.

Divin memandangi Ziko, ia juga tidak tahu apakah dia sakit atau tidak. Divin menggeleng. " tidak " ujarnya.

" tapi wajahmu sangat pucat " Divina tersenyum. " mungkin karena kelelahan saja " jawabnya.

Tak mau ambil pusing Ziko mengangguk saja. "sini kalungnya biar aku yang pasangin" Ziko mengambil alih kalung itu dan memasangkan pada leher jenjang putih nan mulus milik Divina.

" Sudah " Ziko memperhatikan Divina yang tampak cantik dengan wajah polosnya. " kamu cantik Div" Ziko tersenyum sambil terus memandangi wajah kembarannya.

Tampak wajah Divina yang memerah mendapat perlakuan semanis itu dari saudara nya. " jangan malu Div" Ziko mencubit pipi Divina menambah kesan romantis diantara keduanya.

Divina memandangi wajah saudaranya yang tampak sangat mirip dengan wajahnya. 'kadang aku nggak yakin kalau kita benaran saudara, tapi setelah memandangimu lebih dalam lagi ternyata kita sangat mirip kak.' bathin Divina yang masih memandangi Ziko.

"aku tampan yah? " Pertanyaan Ziko yang tiba-tiba membuat Divina tersadar dari lamunannya. " ti-tidak kok" jawab Divina gelagapan tak tau apa yang ditanyakan oleh Ziko.

" jadi menurut kamu aku tidak tampan?" nada bicaranya mulai tak bersahabat membuat Divina panik sendiri.

" tidak bukan itu maksud saya, Kak Ziko sangat tampan" ujar Divina yang masih panik.

tak mampu menahan tawanya lagi akhirnya Ziko tertawa terbahak-bahak membuat seorang Divina bingung. " aku tau aku tampan kok" ujar Ziko membanggakan dirinya.

Rasanya tak ingin keluar lagi dari sini dan terus bersama dengan Ziko tapi dirasanya tak mungkin mengingat sudah pukul 2 dini hari.

" maaf aku harus kembali, dan terimakasih untuk hadiahnya" ujar Divina dengan wajah bahagianya. Saat hendak berdiri Ziko menarik tangannya otomatis dirinya kembali terduduk disisi ranjang dengan Ziko yang terus menatapnya.

"ada apa?" tanya Divina. " tidak apa-apa kok" ujar Ziko sambil tersenyum. " kamu bisa nginap disini malam ini kalau mau" ujar Ziko yang tiba-tiba.

"hahh? " mendadak Divina menjadi bodoh. " tidak, aku akan pulang kebawah saja" jawab Divin cepat.

" kamu takut dengan aku div? aku nggak bakal ngapa-ngapain kamu kok, kita itu saudara Div walau kita nggak dekat tapi tetap saja kita sedarah"

Divina menatap kakaknya dengan wajah yang dihiasi senyuman. " terimakasih atas tawaran nya, tapi sebaiknya saya ke kamar saja".

Ziko diam saja. " Terserah apa maumu"

Divina diam di tempatnya seolah memikirkan sesuatu. apakah ini mimpi?" tanya Divin tiba-tiba membuat Ziko beralih menatapnya.

Ziko mengerutkan keningnya."kenapa?"

" tidak, kalau begitu aku keluar dulu" Divina segera beranjak dari duduknya dan hendak keluar dari kamar Ziko tapi suara Ziko kembali menghentikan langkahnya.

" lupakan saja kejadian hari ini " ujar Ziko tiba-tiba membuat Divina mematung ditempatnya. Senyum yang tadi merekah kini sirna sudah tergantikan dengan penuh ketegangan.

" kenapa.." lirih Divina tanpa berbalik. " jangan ingat tentang hari ini, anggap saja ini adalah mimpi indah mu"

Hati Divina hancur bagai kaca yang dilempar. Hancur sehancur hancurnya membuat butiran bening itu tak dapat dibendung lagi. Divina berbalik menatap kembarannya. " kamu bercanda kan?" tuturnya seolah tak percaya.

" keluar dari kamar ku" ujar Ziko dingin.

" tolong jangan seperti ini kak,, jangan diamin aku kayak dulu lagi...aku juga ingin ngerasain disayang " ujar Divina seolah merengek dan menghapus air matanya membuat siapa saja tidak tega melihatnya.

Mendengar Divina menyebutnya dengan sebutan kakak membuat Ziko terdiam sesaat sebelum sikapnya kembali pada semula. " aku bilang keluar!!" bentak Ziko. Kasih yang mendengarnya pun sangat kaget.

Tanpa berkata-kata lagi Divina keluar dengan hati yang hancur. 'kenapa harus diterbangkan tinggi-tinggi kalau akhirnya harus jatuh seperti ini,'

...----------------...

keesokan harinya berjalan seperti biasa. Ziko yang bersikap seolah tak mengenal Divina begitupun sebaliknya dengan penuh keterpaksaan Divina kembali melakukan hal bodoh itu.

" heh jangan dekat-dekat" seru seorang gadis cantik yang Divin ketahui bernama Sita yang sekarang berstatus sebagai kekasih dari sang buaya darat, siapa lagi kalau bukan Ziko.

hari ini adalah hari Senin dimana dilaksanakan upacara. Saat tak sengaja Divina hendak mendekati seorang gadis untuk berbaris dibelakangnya tapi mendengar teriakannya langsung saja Divina berbalik haluan apalagi melihat semua mata tertuju padanya dengan pandangan jijik.

Dengan berat hati Divina berpindah ke baris yang paling belakang padahal dirinya bukanlah murid yang paling tinggi. Dan satu lagi yang tidak membuatnya nyaman yaitu berada dibelakangnya Rey.

Tiba-tiba saja Rey berbalik pada Divin. " maju" ujarnya dingin.

" nggak apa-apa kok, aku disini aja" tolak kasih dengan halus berharap Rey akan mengerti nya.

" kalau gitu didepan sini saja" ujar Rey lagi sambil menunjuk tempatnya yang tadi.

" nggak usah, saya sudah nyaman disini kok" Divina berusaha menolaknya karena ia merasa minder berada dekat siswa-siswi yang lainnya.

Dengan kasar Rey menarik Divina ke tempat nya, tapi tanpa sengaja kaki Divina tersandung dan membuatnya terjatuh hingga semuanya menatap kearah mereka beruntung para guru masih belum ditempatnya.

" saya tau saya miskin tapi tolong hargai saya.." ujar Divina lirih menahan malu dan juga sakit saat semuanya menatapnya dengan rendah. Merasa tak kuasa menahan tangis juga malunya lagi Divina langsung lari dengan tangisnya meninggalkan lapangan. sedangkan Rey ia hanya diam saja kaget dan juga merasa bersalah telah membuat seorang gadis menangis apalagi sudah membuatnya malu.

Dikelas Divina menangis sepuasnya hingga segugukan. " salahku apa? semuanya benci aku." ujar Divina. Saat ia hendak kebelakang mencari tempat sampah untuk membuang tisu bekasnya yang tadi tak sengaja ia melihat pantulan dirinya didepan lemari yang memiliki cermin itu. Terlihat sekali rambutnya yang acak-acakan akibat berlari dan matanya yang sembab akibat terus menangis membuatnya terlihat sangat mirip dengan orang yang tersengat lebah.

Divina terus berpikir bagaimana cara nya agar orang-orang tidak melihat wajah sembab nya itu. Surah hampir 15 menit berlalu tapi Divina belum juga menemukan jalan keluarnya akhirnya ia memilih bolos.

bersambung........

1
Srie Sifa
bagus,menarik & bt mewek ceritanya
Yenny Een
Saya suka ceritanya 👍.
Hi_Kiraa
Thor semangat terus yah aku menunggu update.

Aku ijin promosi novel ku yang berjudul PEREBUTAN KEKUASAAN. Yuk teman-teman mampir like dan commen 😄😄🤗🤗
Rini Marlin
sodara kmbar TPI gk mlndungi,, biasanya klo kmbar kan bisa mrskn apa yg drskn kmbrannya,, sabar yaaa Devina,,,🥺🥺🥺
Ing
ceritanya bagus tp endingnya menyakitkan, huuuuaaaaaa
Ing
huuuuuaaaaa thor tega sekali 😭😭😭😭endingnya sangat menyakitkan
Katrina Asnawi
😭penyesalan selalu datang terlambat
Ismei Dhamayanti
Kok jadi nangis gini bacanya 😭😭
Bundy Icha
bagus banget ya ceritanya,,😂😂😂
daniyy
Trimakasih juga thor udh buat gw nangiS😭🙏🏽
Mr. Dirg Ant
aku tidak mengerti arti dari bhs iti..bahasa apa itu ya???
Matchiatoo61
nangis bombayyy
Bunda Revy
ga kebayang klo jd Kasih ,thor
Hardi Hardi
😭😭😭😭😭
Crizilla Al
Dari awal sampai akir Baca Membuat terporak poranda Thor bikin air mata Para emak" bercucuran tanggung jwb pokoknya Thor
Luar Biasa karyamu Thor Udh 2 X Baca tp tetep mewek q walaupun author masih Sekolah tp bisa ngebagi waktu good jobs thor
Ameyas Rayman
kok gini amat sih hidup mu divi aku jadi ingat masa kecil ku yang sama persis dengan kamu lahir karena tak diinginkan.... tapi apa salahkita? ngga kan... tapi kita hanya pasrah dan mensyukurinya selama kita bisa bertahan percaya lah Tuhan selalu bersama kita sebagai penolong hidup kita...
Crystal
Ini benar2 cerita ending tersedih yg pernah aku baca😑😑👌👌
❣️My Boo💕
banjir air mata...nyesek nangisss sampai sesenggukan 😭😭🤧🤧🤧
❣️My Boo💕
nangisssss😭😭😭😭
❣️My Boo💕
divina sakit keras pasti🤧🤧🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!