Dua puluh lima tahun Ryu Jin mengurung jiwanya di dasar jurang terlarang demi menahan kebangkitan Pedang Tulang Hitam. Namun, Aliansi Tiga Sekte membantai seluruh warga desanya demi menguras darah jiwa murni. Tetesan darah warga merobek segelnya. Sang Iblis Purba terbangun dengan mata membara. Mereka tidak tahu bahwa desa itu bukanlah pemukiman biasa, melainkan penjara tempat dikurungnya bencana abadi. Kini, pintunya telah terbuka, dan Ryu Jin siap menagih jiwa para penguasa benua!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERANGKAP BUNGA JIWA
Lembah sunyi berangin dingin membentang di pinggiran Wilayah Pusat. Langit malam yang meredap dibalut awan merah kehitaman, membiaskan pendar redup ke atas reruntuhan kuil batu kuno yang telah ditinggalkan berabad-abad.
Di tengah pelataran kuil yang retak, Ryu Jin berdiri mematung.
Jubah cokelat pudarnya terkibas pelan oleh angin malam. Wajah kusam sang pendekar tetap dingin, datar, dan tanpa ekspresi sedikit pun. Tangan kanannya bertengger santai di gagang pedang besi berkarat, sementara aura kematian di dalam dada kirinya berdenyut pelan dalam ritme yang teratur.
Di atas tanah batu yang dingin, Lian Xue terduduk lemah.
Tubuh gadis itu gemetaran, napasnya patah-patah memburu. Pakaian putihnya ternoda oleh debu dan serpihan tanah, sementara wajah mulusnya yang pucat dihiasi peluh dingin. Rasa sakit akibat energinya yang dikuras secara berkala oleh Ryu Jin masih menyisakan perih yang menusuk hingga ke sumsum tulangnya.
Namun, di balik sepasang mata suci yang tampak pasrah dan tidak berdaya itu, benak Lian Xue terus berputar liar.
Sebagai putri dari Dewi Lian Ji, Lian Xue mewarisi kelicikan dan kecerdasan taktis yang luar biasa. Ia menyadari sepenuhnya bahwa Ryu Jin tidak akan pernah bisa dijatuhkan dengan kekuatan fisik langsung atau racun sederhana. Pemuda di hadapannya adalah iblis tanpa rasa takut, tanpa emosi, dan memiliki persepsi yang teramat tajam.
Jika ia ingin meremukkan Ryu Jin, ia harus menciptakan perangkap halus yang memanfaatkan keserakahan Ryu Jin akan kekuatan!
"Di balik altar kuil kuno ini..." suara Lian Xue terdengar sangat lemah, serak, dan penuh penderitaan seraya jemarinya yang gemetar menunjuk ke arah ruang dalam kuil. "...tumbuh sebatang Bunga Jiwa. Bunga itu menyerap esensi kematian alami selama puluhan tahun..."
Lian Xue mendongak perlahan, menatap Ryu Jin dengan pandangan yang diatur sedemikian rupa agar terlihat bagaikan jaminan kepasrahan seorang sandera yang tak berdaya.
"Bunga Jiwa itu mengandung konsentrasi energi murni yang teramat pekat," lanjut Lian Xue, berpura-pura memuntahkan darah tipis untuk memperkuat kesan lemahnya. "Jika kau menyerapnya bersamaan dengan energi suci dari tubuhku... integrasi Pedang Tulang Hitam di dalam dadamu akan menjadi sempurna tanpa perlu menembus batas ranah secara manual."
Ucapan Lian Xue tidak sepenuhnya bohong—dan di sinilah letak kelicikannya. Bunga Jiwa memang memancarkan energi terlarang yang sangat serasi dengan aura kematian Desa Sunyi.
Namun, yang disembunyikan oleh Lian Xue adalah rahasia terlarang dari tanaman tersebut: Bunga Jiwa memiliki Formasi Jiwa Pembalik. Jika esensi bunga tersebut diserap secara paksa bersamaan dengan Energi Murni Darah Suci miliknya, dua energi itu tidak akan menyatu, melainkan meledak di dalam pusat energi dan membekukan seluruh organ vital penyerapnya secara permanen!
Bahkan, Lian Xue telah secara diam-diam mengirimkan gelombang resonansi jiwa mikro dari dalam darahnya untuk memanggil dua ahli ranah Soul Formation Awal yang memimpin Kota Darah Hitam agar bersiaga di luar kuil!
Sebuah skenario jebakan yang sempurna: membekukan kekuatan Ryu Jin dari dalam, lalu membiarkan dua ahli ranah Soul Formation meremukkan tubuh sang pendekar hingga hancur berkeping-keping!
Ryu Jin tidak membalas ucapan Lian Xue. Wajah kusamnya tidak menunjukkan gejolak tertarik ataupun ragu. Ia melangkah tenang memasuki ruang dalam kuil batu.
Di dalam kuil kuno yang lembap, di atas tumpukan tengkorak batu, mekar sebatang bunga berwarna kehitaman dengan pendar cahaya ungu redup di setiap helai kelopaknya—Bunga Jiwa.
Hawa kematian dan keaslian energi terlarang memang menyembur pekat dari tangkai bunga tersebut.
Ryu Jin mengulurkan tangan kanannya, memetik Bunga Jiwa tersebut secara perlahan.
SSSTTT!
Tepat saat tangkai Bunga Jiwa terpisah dari tanah, hembusan angin kencang meledak di luar kuil!
DUAARR! DUAARR!
Atap batu kuil kuno runtuh dihantam oleh tekanan aura yang teramat dahsyat! Dua sosok pria bergaun sutra merah darah dengan jubah berukirkan rantai tengkorak mendarat anggun di atas puing-puing dinding.
Mereka adalah dua penguasa Kota Darah Hitam—dua ahli puncak ranah Soul Formation Awal! Di belakang mereka, belasan prajurit elit berzirah baja menutupi seluruh celah keluar kuil!
"Hahaha! Kerja bagus, Putri Lian Xue!" pimpinan dua ahli tersebut tertawa menggema kencang, matanya yang merah memancarkan hawa pembunuhan yang membakar udara. "Kau berhasil memancing iblis ini ke dalam jebakan Bunga Jiwa!"
Pria itu menunjuk lurus ke arah Ryu Jin dengan pedang raksasanya.
"Bocah! Begitu kau menyerap Bunga Jiwa itu bersama darah Lian Xue, kekuatanmu akan terkunci sepenuhnya! Hari ini, Puncak Kuil Kuno ini akan menjadi kuburanmu!"
Lian Xue yang terkulai di tanah batu mengukir senyuman tipis yang sangat dingin di balik matanya. Mati kau... Ryu Jin, bisiknya dalam hati.
Namun...
Ryu Jin yang berdiri di tengah cengkeraman belasan prajurit dan dua ahli Soul Formation sama sekali tidak menunjukkan raut panik.
Bibir kusamnya justru tertarik dingin.
Sejak detik pertama Lian Xue membuka mulutnya mengenai Bunga Jiwa, Ryu Jin sudah membaca seluruh alur kelicikan gadis itu. Bagi Ryu Jin yang menyatu dengan Pedang Tulang Hitam, Hukum Kematian bukanlah sesuatu yang bisa dikelabui oleh jebakan tanaman herbal. Ia tahu persis efek pembalik dari Bunga Jiwa tersebut!
Ryu Jin tidak menelan Bunga Jiwa itu ke dalam dadanya.
TAP!
Dalam satu kedipan mata, Ryu Jin muncul tepat di samping Lian Xue! Sebelum gadis itu sempat bereaksi atau berteriak, Ryu Jin menggenggam leher Lian Xue, lalu menancapkan kelopak Bunga Jiwa itu lurus ke dalam saluran energi di dada Lian Xue sendiri!
"A-Apa?! N-Nggak! Jangan—" jerit Lian Xue histeris dengan mata melotot lebar penuh horor!
GZZZZZZ!
Ryu Jin tidak membiarkan Bunga Jiwa itu merusak tubuhnya. Sebaliknya, ia menyuntikkan energi kematian dari dadanya secara paksa, membenturkan Bunga Jiwa tersebut dengan Energi Murni Darah Suci di dalam tubuh Lian Xue!
Proses reaksi Pembalik Jiwa terjadi di dalam tubuh Lian Xue sendiri, mengubah aliran energi murni gadis itu menjadi sesosok Bom Kematian Cair yang meluap-luap!
"AAGHHH!" Lian Xue menjerit histeris saat tubuhnya kejang-kejang hebat, menahan penderitaan luar biasa saat energinya dipaksa terdistorsi secara ekstrem!
"Kau ingin menggunakan bunga ini?" suara Ryu Jin bergaung sangat rendah dan dingin di telinga Lian Xue. "Maka kau yang akan menjadi tempat peledakannya."
WUUUUUSH!
Ryu Jin mengangkat tubuh Lian Xue yang meluap oleh energi terdistorsi, lalu mengibaskan tangannya secara melingkar ke arah dua ahli ranah Soul Formation!
Gelombang energi terdistorsi berwarna hitam keemasan meledak secara horizontal dari tubuh Lian Xue, menyapu seluruh isi kuil kuno bagaikan badai pembantai!
DUAARR! PRANG!
"A-Apa-apaan kekuatan ini?!" jerit dua ahli ranah Soul Formation Awal dalam keputusasaan yang luar biasa!
Mereka mencoba mengangkat perisai Soul Formation terbaik mereka, namun gelombang energi kematian terdistorsi yang dibawa Ryu Jin melahap perisai mereka bagaikan kertas terbakar!
Tanpa sempat melancarkan satu serangan pun, dua ahli penguasa Kota Darah Hitam beserta belasan prajurit elitnya seketika hancur berkeping-keping di udara, berubah menjadi tumpukan abu hitam yang hilang ditiup angin malam!
Pembantaian mutlak dua ahli ranah Soul Formation dalam sekejap mata!
Asap hitam dan racun bunga yang membakar kuil perlahan-lahan meredap. Kuil batu kuno kini telah rata dengan tanah, menyisakan pelataran batu yang hancur dan sunyi membisu.
Ryu Jin menarik kembali tangannya dari leher Lian Xue.
DEGG!
Lian Xue jatuh terjerembap ke atas tanah batu. Tubuhnya gemetaran hebat akibat efek samping dari Bunga Jiwa yang dimasukkan ke dalam saluran energinya sendiri. Wajahnya yang pucat dipenuhi air mata keputusasaan dan rasa sakit yang tak terbayangkan.
Seluruh strategi dan kelicikan yang dirancangnya dengan teramat cermat... lagi-lagi dipatahkan secara sadis oleh Ryu Jin, bahkan dijadikan senjata untuk membantai sekutu yang dipanggilnya sendiri!
TAP. TAP.
Langkah kaki Ryu Jin mendekat, berhenti tepat di hadapan wajah Lian Xue yang terkulai di tanah.
Ryu Jin merengkuh cengkeraman dingin pada rambut Lian Xue, memaksa gadis itu mendongak menatap matanya yang merah darah tanpa emosi.
"Setiap kali kau mencoba berbuat licik..." suara Ryu Jin terdengar datar, namun sanggup meremukkan seluruh jiwa Lian Xue, "...penderitaan yang dihasilkan hanya akan kembali sepuluh kali lipat ke tubuhmu sendiri."
Lian Xue menggigit bibirnya erat-erat hingga memuntahkan darah segar. Ketakutan, rasa sakit, dan kebencian bercampur menjadi satu di dalam dadanya. Di hadapan pemuda iblis ini, seluruh kecerdasan dan statusnya sebagai putri wanita suci tak lebih dari sekadar mainan yang mudah dihancurkan.
Ryu Jin melepas cengkeramannya, membiarkan Lian Xue terkulai pasrah di tanah batu.
Ia memutar tubuhnya, menatap ke arah gerbang benteng raksasa bernuansa hitam yang berdiri kokoh di balik bukit di hadapan mereka.
Kota Darah Hitam—pintu gerbang utama menuju Altar Dewa Langit Merah tempat pimpinan tertinggi sekte bersembunyi—kini membentang luas di garis pandangnya.
Ryu Jin menyambar bahu Lian Xue yang lemah, menyampirkannya di bahunya bagaikan barang bawaan, lalu melangkah mantap menembus kegelapan malam menuju benteng utama musuh!