Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri & Anak Kembar Bar-Bar Sang Mafia Es

Istri & Anak Kembar Bar-Bar Sang Mafia Es

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mafia / Penyesalan Suami
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Diceraikan karena alasan mandul, padahal 3 tahun pernikahan ia menjadi istri yang diabaikan oleh suaminya sendiri. Malam sebelum ia meninggalkan Mansion kediaman Maximillian, Raina diam-diam menjebak suaminya, Cassion Zayn Maximillian untuk menghabiskan malam bersama. Lalu setelahnya ia menghilang begitu saja tanpa jejak sedikitpun.

Namun, 8 tahun kemudian… tepat di acara pernikahan Cassion dengan teman masa kecilnya, Laura Fernandez. Raina kembali membawa sepasang anak kembar, Sean dan Shia untuk mendapatkan hak kedua anak itu sebagai pewaris keluarga Maximillian.

Dan sejak saat itu, kediaman Maximillian tidak pernah bisa tenang lagi. Raina yang tidak lagi penurut, ditambah dengan kedua anak kembarnya yang tak kenal takut. Ibu dan anak kembar itu menuntut banyak hal yang sudah 8 tahun sudah mereka lewatkan begitu saja. Dendam dan hutang mereka perhitungkan dengan baik.

Akankah Raina dan kedua anak kembarnya berhasil membalaskan dendam serta mendapatkan hak mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

09. Kalah Debat

Sean menoleh kepada saudara kembarnya. "Shia."

"Hm?"

"Jangan tanya begitu."

"Kenapa?"

Sean mengangkat bahu. "Nanti Tante dan Nenek jahat sedih, karena tanpa sadar mereka sedang membicarakan dirinya sendiri."

Beberapa tamu buru-buru menutup mulut untuk menahan tawa mereka. Bahkan Sion yang sebelumnya hanya menampakkan ekspresi dingin. Kini sudut bibirnya sedikit terangkat, pemandangan yang jelas sangat langka bagi semua orang.

Stella tampak seperti ingin meledak. "Kalian anak-anak tidak sopan!"

Shia memiringkan kepala. "Tapi Tante yang duluan tidak sopan."

Stella kehilangan kata-kata, Sarah sudah menahan malu. Tidak hanya pernikahan putri kesayangan yang dibatalkan sekarang ia malah dipermalukan oleh anak kecil yang baru berusia 7 tahun. Bahkan masih banyak tamu yang menyaksikan perdebatan mereka di sana.

Leon melangkah maju. "Hei! Jangan kurang ajar kepada orang dewasa!"

Sean menatapnya. "Om juga tadi bilang kami anak yang tidak jelas?"

Sontak perkataan itu langsung membuat Leon terdiam. Sean melanjutkan dengan wajah polos. "Kalau kami tidak jelas, kenapa Om terus melihat kami?"

Beberapa tamu sudah tak tahan lagi untuk menahan tawa. Siapa sangka pernikahan yang seharusnya berjalan dengan sangat mewah dan megah, kini beribah menjadi ajang debat dengan anak kecil. Dan lucunya para orang dewasa itu kalah bicara dengan dua anak kecil.

Leon mengepalkan tangan. "Kau—"

"Om." Sean memotong. "Papah bilang kalau orang marah biasanya karena tidak punya jawaban."

Leon membeku. "Siapa Papahmu, Hah?"

Sean menunjuk Sion tanpa ragu. "Itu! Apa Papah juga tidak jelas di mata, Om."

Semua mata beralih kepada Sion. Sion sendiri berdiri kaku. Untuk pertama kalinya, dua kata sederhana dari seorang anak kecil membuat seluruh ruangan terasa begitu berat. Sedangkan Raina masih diam menikmati kedua anaknya bekerja dengan sangat baik sesuai rencana mereka sebelumnya.

Calista langsung membentak. "Jangan sembarangan mengaku!"

Shia menatapnya. "Kami tidak mengaku."

Calista mencibir. "Lalu?"

Shia menunjuk Sion. "Dia memang Papah kami."

Calista tertawa sinis. "Mana buktinya?"

Shia terdiam beberapa detik. Kemudian ia berjalan mendekat dan menatap wajah Sion. "Memangnya Papah perlu bukti untuk jadi Papah kami? Kalau Papah memang ingin bukti… lihat saja wajah Sean. Bukankah dia sangat mirip dengan wajah Papah… sama-sama sangat tampan. Sedangkan Shia lebih mirip Mamah yang cantik dan menggemaskan."

Calista mencoba membuka mulut, tapi tidak ada kata yang keluar. Sekeras apapun dirinya menyangkal perkataan bocah itu. Tetap saja, wajah anak laki-laki itu memang sangat mirip dengan Sion dalam segi apapun. Perbedaan hanya satu, bocah itu pintar sekali bicara sementara Sion sangat irit bicara.

Sean menghela napas kecil. "Lagipula..." Ia menatap Calista dari ujung kepala sampai kaki. "Kenapa Nenek marah sekali?"

Calista mengernyit. "Karena kalian menghancurkan pernikahan ini!"

Sean tampak bingung. "Pernikahan siapa?"

"Laura dan Sion!"

Sean menoleh kepada Laura, kemudian kembali kepada Calista. "Oh."

Ia berpikir sebentar. "Berarti Nenek marah karena Papah tidak mau menikahi Tante Laura?"

Sean mengangguk-angguk sendiri. "Kalau begitu, kenapa Nenek marah sama Mamah?" Ia menunjuk Raina.

"Kan yang tidak mau menikah itu Papah. Kenapa Nenek tidak memarahi Papah saja? Jangan bilang Nenek tidak berani ‘yah?"

Beberapa tamu langsung tertawa kecil. Mereka semua jelas mengetahui bawa Calista hanya ibu tiri dari Sion yang merupakan seorang pewaris utama. Dan lagi statusnya sebagai simpanan dari ayah Sion sejak awal sudah melekat padanya.

Mana mungkin Calista akan berani mengusik Sion begitu saja. Wajah Calista memerah, bukan hanya keran marah tetapi juga karena tanpa sadar ia mempermalukan dirinya sendiri dihadapan semua orang.

Lea yang sejak tadi diam akhirnya maju. "Kalian berdua benar-benar anak nakal!"

Shia menatapnya polos. "Kakak juga tadi bilang Mama jahat."

Lea mengangkat dagu. "Memang!"

Shia mengangguk. "Kalau Mamah jahat, kenapa Kakak takut sekali pada Mamah?"

"Aku tidak takut!"

"Terus kenapa wajah Kakak merah?"

“Sialan, kenapa mulut bocah ini sangat berbisa,” Lea hanya bisa mengumpat dalam hatinya.

Lea spontan menyentuh pipinya yang merah karena terlalu banyak perona pipi yang ia gunakan. Namun, itu sudah menjadi ciri khas make up nya selama ini. Akan tetapi, ucapan Shia seolah membuat dirinya sadar bahwa make up yang selama ini ia gunakan dan ia anggap paling bagus rupanya tampak seperti badut di depan orang lain. Terlihat beberapa orang kembali menahan tawa mendengar penuturan bocah perempuan itu. Hal itu membuat Lea langsung terdiam menundukkan wajahnya seperti yang Calista lakukan.

Sean menatap semua orang di hadapannya. Lalu berkata dengan suara kecil namun sangat jelas, "Kalian orang dewasa aneh."

Semua terdiam. "Kalian bilang kami anak-anak tidak boleh berbohong."

Ia menggenggam tangan Shia. "Tapi kalian sendiri mengatai Mamah kami macam-macam tanpa tahu apa-apa."

Tatapannya berpindah kepada Candra. "Kalian bilang kami tidak punya ayah."

Kemudian kepada Sarah. "Kalian bilang Mamah tidak punya harga diri."

Lalu kepada Calista. "Kalian bilang Mama perempuan murahan."

Terakhir, Sean menatap Sion. Namun, kali ini suaranya melunak. "Tapi aku yakin Papah tidak pernah bilang begitu."

Sion membeku, begitu juga dengan Raina. Ya, Raina akui selama pernikahannya dengannya Sion. Selain mengabaikan dan tak peduli dengan keberadaannya sebagai istri, Sion tidak pernah menghina, mencaci ataupun mempersulit hidup Raina. Pria itu bahkan sering kali membantu dan membelanya jika Calista dan yang lainnya sudah sangat keterlaluan.

Shia kemudian ikut berbicara. "Karena Papah mungkin tidak tahu apa-apa tentang Mamah, makanya Papah memilih diam."

“Sial, gadis ini berani sekali menyindir Tuan Cassion secara langsung,” gumam Falleo yang tidak menyangka ada orang yang berani menyinggung tuannya.

“Bagus, Putriku! Kau memang selalu bisa diandalkan.” Raina memberikan dua jempol untuk kerja bagus Shia.

Sion menatap kedua anak itu lama. Dua anak yang selama ini tidak pernah ia tahu keberadaannya. Dua anak yang berdiri di tengah-tengah keluarga yang sejak tadi melemparkan kebencian kepada ibu mereka. Dan entah mengapa, untuk pertama kalinya, sesuatu di dada Sion terasa sakit.

Tatapan Sion kemudian beralih pada Raina, wanita yang pernah ia nikahi… sekaligus ia abaikan begitu saja. Awalnya tujuan Sion mencari keberadaan Raina setelah malam itu hanya untuk menanyakan mengapa ia menjebaknya tepat setelah mereka resmi bercerai. Namun, kini Sion menyesal karena tidak menemukan Raina lebih awal dan mengetahui tentang keberadaan dua anak kembarnya.

Dan tanpa diduga Sion langsung membawa tubuh Shia dalam gendongan sembari berkata, “Maaf untuk hal itu.”

Laura memperhatikan semuanya dengan mata berkaca-kaca. Seolah tahu bahwa Sion telah mengambil keputusan yang jauh berbeda dengan keinginannya. Keputusan yang benar-benar tidak ingin terjadi tepat di hari yang seharusnya paling membahagiakan dalam hidupnya.

"Sion..." Ia meraih lengan pria itu. "Jangan lakukan ini kepadaku."

Bersambung....

1
Budhe Satryo
rayna jngan terkena jebakan kamu harus bisa nglawan Calista ma anak"nya
Sri Yatun
kalo tau rencana mau menyingkirkan dan membunuhnya bakal kamu yg d usir kemungkinan besar kamu yg mati duluan ibu tiri dan saudara tiri
Budhe Satryo
makin seruuu crtanya
Budhe Satryo
misi perang dimulai rayna
Budhe Satryo
keluarga bahagia❤️❤️❤️
Budhe Satryo
adiknya yg selama ini menjadi pendukung setia rayna
Budhe Satryo
gpp salah paham dulu biar makin cinta
Budhe Satryo
misi Lum dimulai lho ...dah panas az Calista ni
Budhe Satryo
good rayna biar papah si kembar ush Dewe 😄😄😄
Budhe Satryo
moga rayna TDK mudah dijebak
Budhe Satryo
waspada rayna musuh dpn mata
Budhe Satryo
wah bisa jadi kerja sama dngn Calista tu sih laura
Budhe Satryo
akhirnya Sion bisa takluk dngn si kembar 😍😍😍
Budhe Satryo
y ampun pemilik dianggap gelandangan 🤣🤣🤣
Budhe Satryo
misi dimulai si kembar 😄😄😄
Budhe Satryo
mungkin Calista dan lea yg JD musuh dlm selimut
Budhe Satryo
bibit mafia emang g ad obat 🤣
Budhe Satryo
duo s JD pembela mamanya donk
Budhe Satryo
mulai seruuu ni 😊😊😊😍😍😍
Budhe Satryo
moga tidak JD menikah dngn laura
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!