Indonesia
NovelToon NovelToon
Pernikahan Bisnis

Pernikahan Bisnis

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Pernikahan megapahit antara Raden Mas Arya Sena Soerjoatmodjo dan Lilianne Prameswari Djojodiningrat murni dirancang demi menyatukan kerajaan bisnis dua keluarga old money. Tanpa cinta, Arya yang dingin dan angkuh memandang ikatan ini sebatas transaksi bisnis, sementara Lilianne tumbuh sebagai putri manja yang impulsif dan gemar berfoya-foya. Tinggal di bawah satu atap justru menyulut perang dingin dan benturan ego antara tradisi serta kebebasan. Namun, saat intrik korporasi mulai mengancam dinasti mereka, Arya dan Lilianne terpaksa bersatu, perlahan meruntuhkan tembok gengsi dan membuka hati satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 20

****

Langkah kaki Lilianne berdentang mantap melintasi lorong lantai dua, meninggalkan Arya yang masih berdiri mematung di dalam perpustakaan. Begitu pintu kamar pribadinya terkunci rapat, keanggunan berjarak yang ia tampilkan di depan sang suami mendadak berganti menjadi kilatan tekad yang tajam.

Karena instruksi pengekangan diri yang dikeluarkan Arya beberapa hari lalu masih berlaku di mana Lilianne enggan menurunkan harga dirinya hanya untuk meminta izin keluar mansion ia memutuskan untuk menggunakan jalur pintas kekuasaan yang sesungguhnya. Selama ini, pencarian mandiri yang ia lakukan lewat koneksi socialite selalu menemui jalan buntu. Namun, di dunia bisnis dan perpolitikan tanah air, tidak ada intelijen yang lebih cepat dan mematikan dibandingkan milik klan Djojodiningrat.

Dengan jemari yang dihiasi berlian murni, Lilianne mendial nomor pribadi kakak sulungnya.

"Halo, Mas Gabriel," sapa Lilianne langsung begitu nada sambung pertama terputus. Suaranya terdengar amat tenang, namun memiliki ketegasan yang sukar dibantah.

"Li? Ada apa, Sayang?" suara berat Gabriel terdengar di seberang telepon, memancarkan nada protektif yang instan. "Kabar di media sudah bersih, tapi kenapa suaramu terdengar sangat kaku? Arya membuat masalah lagi padamu?"

"Mas Arya hanya sedang dibutakan oleh egonya sendiri," jawab Lilianne seraya menyandarkan punggung di sofa sutra. "Aku butuh bantuanmu dan Mas Rafael. Cari seluruh rekam jejak, silsilah keluarga, hingga transaksi keuangan atas nama Widya—kepala pelayan di mansion ini. Aku mencari informasi dasar lewat jalur biasa tidak menemukan apa-apa. Ada pihak yang sengaja mengunci atau membersihkan identitasnya."

Di seberang telepon, Gabriel terkekeh dingin. "Menarik. Seseorang berani bertingkah di depan putri tunggal Djojodiningrat? Beri kami waktu. Tim riset dan jaringan intelijen keluarga akan menggali sampai ke akar-akarnya."

"Terima kasih, Mas. Aku tunggu secepatnya."

Kurang dari dua puluh empat jam kemudian, saat fajar baru saja menyunggingkan pendar keemasan di atas tirai kamar, tablet pribadi Lilianne bergetar lembut. Sebuah dokumen berformat enkripsi khusus mendarat mulus di inbox surel pribadinya, dikirimkan langsung oleh jaringan intelijen bisnis milik klan Djojodiningrat.

Lilianne menyesap iced latte-nya anggun, lalu membuka dokumen bernilai rahasia tinggi tersebut. Manik hijaunya mekar sempurnatatkala deretan fakta kelam tentang masa lalu Widya terhampar jelas di layar.

Rupanya, penyebab utama mengapa profil Widya begitu bersih di permukaan adalah karena rekam jejaknya ditutupi oleh sistem internal keluarga Soerjoatmodjo sendiri. Widya bukan sekadar pelayan berbakat yang direkrut dari luar. Posisinya jauh lebih rumit dan penuh ambisi tersembunyi.

Widya adalah anak hasil hubungan gelap—seorang anak haram—dari salah satu mantan pelayan pribadi Raden Ajeng Gayatri Soerjoatmodjo. Identitas ayahnya tidak pernah tercatat secara resmi di dokumen negara maupun keraton. Karena iba dan rasa kemanusiaan, Gayatri membesarkan Widya, membiayai pendidikannya lewat Yayasan Soerjoatmodjo (Soerjo Foundation), hingga Widya berhasil masuk ke sekolah-sekolah bergengsi dan mengenal sosok Arya Sena sejak masa muda mereka. Setelah menyelesaikan pendidikannya, Widya memanfaatkan kedekatan historis itu untuk kembali bekerja secara langsung di bawah kendali Arya Sena sebagai kepala pelayan mansion.

Dari sanalah ambisi terselubungnya bertumbuh. Terbiasa menikmati fasilitas klan Soerjoatmodjo dan berada di dekat Arya, Widya merasa memiliki hak istimewa untuk naik derajat—merasa bahwa dirinya adalah sosok paling pantas mendampingi Arya, sampai akhirnya Lilianne Prameswari datang memutus seluruh mimpi indahnya.

Tepat saat Lilianne selesai membaca lembaran terakhir dokumen itu, ponselnya kembali berdering. Nama Gabriel tertera di layar.

"Aku sudah membaca surelnya, Mas Gabriel," tutur Lilianne membuka percakapan.

"Bagus," sahut Gabriel tajam, sementara suara Rafael terdengar emosional di latar belakang. "Lilianne, wanita itu jelas-jelas sengaja memanfaatkan rasa cemburu Arya untuk menjatuhkan posisimu! Rafael dan tim hukum keluarga sudah murka. Pagi ini juga kami bisa menyurati lembaga hukum, membawa berkas pemalsuan dokumen serta pelanggaran privasi ini ke kepolisian, dan menyeret wanita itu keluar dari mansion Arya secara tidak hormat!"

"Benar, Li!" timpal Rafael yang menyambar ponsel Gabriel. "Wanita seperti itu tidak bisa dibiarkan bertingkah di depanmu! Biar Mas dan Gabriel yang turun tangan memusnahkan ambisinya!"

Lilianne menyunggingkan senyuman miring yang amat tipis. Senyuman dingin, tenang, dan sarat akan dominasi seorang nyonya bangsawan sejati.

"Tahan tim hukum kalian, Mas Gabriel, Mas Rafael," pangkas Lilianne halus tanpa memberi ruang debat. "Terima kasih banyak atas informasi berharga ini. Tapi ini adalah urusan rumah tanggaku. Masalah kecil seperti pelayan gatal yang lupa diri ini... bisa aku selesaikan sendiri."

"Kamu yakin, Lilianne?" tanya Gabriel ragu. "Arya sedang dibutakan oleh rasa cemburunya. Bagaimana kalau dia membela pelayan itu?"

"Dia tidak akan bisa membela apa pun saat aku membongkar borok ini di depan mukanya," sahut Lilianne tenang seraya berdiri dari kursi rias, menatap pantulan dirinya di cermin yang anggun dan tak tersentuh.

"Sekali murahan, tetap saja murahan," sambung Lilianne dengan nada suara yang begitu dalam dan mematikan. "Wanita rendahan seperti Widya... sama sekali tidak pantas dan tidak selevel untuk bermain-main dengan Lilianne Prameswari Djojodiningrat. Aku akan memastikan dia mengemas barangnya dengan tangan gemetar hari ini."

Lilianne mematikan sambungan telepon, lalu menutup tabletnya. Permainan intrik pelayan itu kini telah mencapai babak akhir, dan Lilianne sudah memegang kartu As yang siap menghancurkan seluruh keangkuhan Widya di hadapan Arya Sena.

**

Pagi itu, pendar sinar matahari hangat menyapu area taman dalam mansion Soerjoatmodjo yang teramat luas. Rumput hijau yang terawat rapi dan gemericik air mancur marmer menciptakan suasana yang menenangkan, berbanding terbalik dengan intrik panas yang tengah berhembus di dalam rumah tersebut.

Lilianne melangkah memasuki gazebo taman. Penampilannya pagi itu betul-betul mendefinisikan keanggunan seorang Lady bangsawan kelas atas yang menawan. Ia mengenakan floral-printed silk dress berpotongan haute couture berwarna lembut buatan rumah mode ternama London, membalut indah tubuh jenjangnya. Rambut blonde alaminya digulung halus dengan beberapa helai dibiarkan jatuh membingkai wajah cantiknya. Setiap jengkal pergerakannya memancarkan aura kemewahan yang alami, dingin, dan tak terjangkau.

Di atas meja marmer panjang di dalam gazebo, telah tersedia berbagai tangkai bunga impor yang sangat langka dan mahal—mulai dari Juliet Rose, Orchid Cattleya, hingga Lily of the Valley yang diterbangkan langsung dari Eropa pagi tadi. Beberapa pelayan muda berdiri patuh di sekeliling meja, siap membantu dan melayani sang nyonya besar dengan penuh rasa hormat.

"Tolong potong tangkai hydrangea ini sedikit lebih miring ya, Maya," tutur Lilianne halus, jemari lentiknya yang dihiasi berlian murni meraih gunting bunga berbahan perak.

"Baik, Ibu Lilianne," jawab pelayan muda itu cekatan seraya mengamati cara jemari Lilianne bekerja dengan penuh rasa takjub.

Dari ambang lorong paviliun luar, Widya melangkah mendekat dengan nampan berisi teh herbal di tangannya. Kepala pelayan itu sengaja datang untuk memantau situasi, berharap menemukan raut ketakutan atau kecemasan pada wajah Lilianne usai insiden surat fitnah kemarin malam.

Namun, bukannya menemukan wanita yang tersudut, Widya justru mendapati Lilianne yang tampak begitu tenang, bersinar, dan berkuasa di tengah hamparan bunga mewahnya.

Lilianne yang menyadari kehadiran Widya di balik pilar gazebo tidak menghentikan aktivitasnya. Sudut bibir cantiknya terangkat membentuk senyuman miring yang amat tipis. Tanpa beralih menatap Widya, Lilianne mengambil sebatang bunga mawar langka berdurikantung tajam, lalu memutar tangkai itu di jemarinya.

"Kamu tahu, Maya..." suara Lilianne mengalun jernih dan merdu, mengudara di tengah semilir angin taman, seolah sedang berbicara pada pelayan di sampingnya padahal ditujukan langsung pada sosok yang berdiri di ambang pintu. "...bunga Juliet Rose ini sangat indah, bukan? Warnanya lembut dan aromanya begitu memikat."

Pelayan muda itu mengangguk cepat. "Sangat indah, Ibu."

Lilianne memotong daun-daun liar di tangkai bunga tersebut dengan sekali tekan yang tegas.

"Tapi sejatinya, bunga langka seperti ini hanya bisa tumbuh dan dirawat di dalam rumah kaca khusus berpendingin udara. Ia ditanam oleh tangan-tangan yang memiliki hak resmi atas tanahnya," lanjut Lilianne dengan nada bicara yang amat tenang, namun sarat akan penekanan dan sindiran tajam yang menusuk.

Widya menghentikan langkahnya di ambang gazebo, jemarinya mengepal rapat di bawah nampan kayu yang ia pegang.

Lilianne merangkai mawar itu tepat di tengah vas kristal raksasa, lalu meraih sebatang rumput liar yang tak sengaja terbawa di antara kelopak bunga.

"Sementara rumput liar di luar sana..." Lilianne menatap rumput itu seraya tersenyum dingin. "...kadang-kadang lupa diri. Karena sering disiram air yang sama dan berada di sekitar kebun yang indah, ia mengira dirinya memiliki derajat yang sama dengan sang bunga. Padahal, sekeras apa pun rumput liar meniru pesona bunga mahal, tempatnya tetap di bawah tanah... terinjak oleh langkah kaki pemilik sangkar emas ini."

Cklek.

Dengan gerakan santai namun penuh determinasi, Lilianne memotong rumput liar itu menjadi dua bagian, lalu membuangnya ke tempat sampah di samping meja.

"Seseorang harus tahu diri di mana batasnya," bisik Lilianne halus, netra hijaunya akhirnya bergulir perlahan, menatap lurus ke dalam mata Widya dengan pandangan merendahkan yang teramat dingin. "Tahu tempat di mana ia diizinkan berdiri, dan tahu pintunya sendiri sebelum pemilik rumah yang menendangnya keluar secara tidak hormat. Bukankah begitu, Mbak Widya?"

Wajah Widya seketika memucat padam. Pasokan udara di tenggorokannya serasa tersumbat tatkala menyadari bahwa sindiran dan kiasan filosofi bunga itu adalah pesan perang terbuka yang ditujukan khusus untuk menelanjangi ambisi murahannya.

Bersambung....

Puas banget engga si wkwkwkkw

1
Mita Paramita
😍😍😍
Mita Paramita
Arya jadi suami siaga 😍😍😍
Helen@Ellen@Len'z
up byk ya 💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪thor 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Anonim
crazy up thor
falea sezi
sesuai janji q kirim bunga tuh🤭 lanjut banyakkk Thor
Heresnanaa_: wahhh, terimakasih Kaka, stay tune ya 🥹😚
total 1 replies
falea sezi
lanjut q kirim hadiah
Heresnanaa_: wahhh, maaciw kakak, stay tune ya beb🙏😚
total 1 replies
falea sezi
cantik tp otak kosong🤣 lu nyingkirin widya g mau kesaing🤣 tp lu g mau gantiin tugas dia layani laki lo🤣🤣 aneh gt ini cwek manja bisa nya apa shoping doank😒
falea sezi
nah gini🤣 aduin ke bumertua🤣 emank babu g tau diri si widya
falea sezi
harusnya di belikan buat anak yatim🤣 biar suami mu kagum 🤭
falea sezi
g suka cwek sombongnya kayak lily ini 🤣🤣 berharap dia itu lemah lembut cegil tp bukan sok jd cowok penasaran🤣
falea sezi
nyimak dlu klo bagus q krim bunga🤭
Mita Paramita
so sweet 😍😍😍
Mita Paramita
Liliane masih syok udah di unboxing paksa 😭 tinggal Arya nih yang mesti ngejar cinta Liliane
Arix Zhufa
up
Mita Paramita
akhirnya Arya unboxing Liliane 😍😍😍
Mita Paramita
Widya backstabbing 🤣🤣🤣
i got you 🔥🔥🔥
Mita Paramita
nice statement Liliane 😍
Mita Paramita
berkelas banget balasan Liliane ke ulat bulu Widya 🤣🤣🤣🤣
Mita Paramita
lanjut Thor 😍😍😍
ceritanya bagus berkelas 🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!