Vony gadis lugu dari pedesaan, muda dan cantik. ia di jual oleh bibinya dan menikah dengan pria duda bernama Hades Prawira yang menderita impoten.
Setelah menikah Vony justru iba dan berjanji akan membantu Hades untuk sembuh. di tengah pernikahan Vony tahu jika yang membuat Hades impoten adalah mantan istrinya sendiri Kasandra. Wanita itu sengaja menyuntikan obat khusus berdosis tinggi pada Hades hingga menyebabkan ia menderita impoten.
Mampukan Vony mengembalikan keperkasaan Hades serta meluluhkan hati pria yang sedingin salju itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nur danovar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7 Kelemahan (Impot*n)
Hades berdiri di ruangan kerjanya menatap jauh ke depan menembus dinding kaca yang memantulkan pemandangan di luar sana. tatapannya datar, bibirnya terkunci rapat seolah sedang menahan beban yang berat yang tidak bisa ia ceritakan pada siapapun. di ponselnya berbunyi alarm yang mengingatkannya untuk konsultasi dengan dokter pribadinya. selama dua tahun ini Hades menolak memeriksakan dirinya setelah ia didiagnosa menderita Impoten. harga dirinya sebagai pria hancur lebur tak bersisa bahkan di depan matanya sendiri ia melihat Kasandra bermesraan dengan Victor karena alasan Hades tidak bisa memenuhi kebutuhan ranjang.
Betapa sakit hati Hades sebagai pria ia mapan dan kaya raya, tampan, tinggi, tegap semua kriteria wanita ada di dirinya tapi satu kelemahannya, ketika penyakit jahanam itu tiba-tiba datang tanpa sebab pasti. Hades tidak merokok, tidak minum hanya sesekali saja tapi ia bukan alkoholik tapi kenapa harus dirinya yang terkena penyakit sialan itu hingga menghancurkan karakternya sebagai seorang pria.
Saat Kasandra pergi memilih Victor ia bahkan tak bisa berbuat apa-apa. dua tahun lalu perceraian mereka menjadi perceraian dengan tunjangan terbesar. perbulan Hades memberikan satu milliar sebagai ganti rugi atas waktu dan tenaga Kasandra yang ia habiskan selama beberapa bulan terakhir di sisi Hades tanpa merasakan nafkah batin.
Alarm kembali berbunyi di ponsel Hades mengingatkannya untuk menemui dokter. ia mengalihkan pandangannya dari menatap gedung tinggi di depannya ke layar ponselnya. satu wajah terlintas di benaknya, Vony. yah gadis itu ada di pikiran Hades saat ini. entah kenapa, Hades juga tidak tahu.
"Permisi tuan, ini schedule untuk hari ini" Aldo memasuki ruangan kerja bos-nya itu seperti biasanya. setiap pagi Aldo menyerahkan schedule yang sudah valid kepada Hades.
Hades duduk di kursinya menatap schedule yang tersusun rapi di layar iPad di depannya.
"Siang ini kosongkan waktu dan undur meeting, aku mau ke dokter Felix"
Aldo terkejut tapi tetap diam. dokter Felix adalah dokter pribadi yang menangani sakit yang di derita Hades selama dua tahun ini. tidak ada yang tahu soal dokter Felix selain Aldo, yang membuat Aldo heran adalah tidak biasanya Hades bersedia periksa ke dokter Felix karena ia sudah putus asa dan merasa pengobatan itu akan percuma saja. tapi pagi ini entah ada angin apa yang menerpa Hades hingga ia mau mendatangi dokter Felix.
"Tentu tuan, meeting akan saya undur besok. saya akan segera mengumumkannya lewat email" kata Aldo sumringah.
Aldo ikut senang akhirnya bosnya memiliki semangat hidup lagi.
Aldo bergegas meninggalkan ruang kerja Hades menuju ruangannya. ia memberitahu semua yang terlibat di meeting siang itu jika meeting di tunda besok.
"Apa tuan Hades berubah karena kedatangan Vony dalam hidupnya?" Aldo menerka, karena ini sungguh ajaib. tidak biasanya Hades bisa luluh seperti ini.
***
Vony mengenakan celana jeans berwarna biru gelap dan atasan kemeja satin berwarna krem. ia mematut dirinya di cermin karena akan pergi ke universitas tempat Hades mendaftarkan-nya kuliah.
Vony terlihat antusias memang cita-citanya dari dulu adalah masuk sekolah seni dan sungguh tak terduga keinginan itu terkabul.
tuk..tuk..
"Iya bi Sum"
"Taksi sudah menunggu di depan non"
"Iya bi" Vony menyambar tasnya dan bergegas keluar dari kamar. tadi ia memesan taksi online untuk ke kampus.
"Non ini bekalnya"
Bi Sum membawakan bekal makan siang sesuai permintaan Vony.
"Terimakasih ya bi, bye"
Taksi tiba di gedung Fakultas Seni tempat Vony akan menimba ilmu. dengan langkah ringan dan hati yang bersemangat Vony menuju tempat resepsionis untuk mengurus berkas mahasiswa baru.
Vony memilih seni Teater yang berfokus pada penyutradaraan, tata letak panggung dan penulisan naskah.
Setelah mengurus berkas Vony berjalan menuju kelasnya untuk mengikuti kegiatan perkuliahan pertama kalinya. saat di depan kelas ia berjumpa seorang wanita cantik yang membuat langkahnya terhenti. Vony tidak asing dengan wajah wanita itu, tentu saja dia yang semalam Vony cari biografinya di internet. seorang dosen Fakultas Farmasi, dialah Kasandra mantan istri Hades Perwira.