Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Buruk Rupa Kesayangan Mafia

Istri Buruk Rupa Kesayangan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Mengubah Takdir / Identitas Tersembunyi
Popularitas:49k
Nilai: 5
Nama Author: Mom Ilaa

Rakanza Elson adalah mimpi buruk bagi musuh-musuhnya. Dingin, tak tersentuh, dan bos terkuat organisasi Teratai Hitam. Namun di balik kekuasaan dan ketampanannya, Rakanza menyimpan dua rahasia. Mysophobia parah dan ketakutan akan sentuhan yang membuatnya menganggap pernikahan sebagai sebuah kutukan.

​Hingga suatu malam di Meksiko, sebuah misi membawanya pada Annabella. Gadis misterius yang terkurung di laboratorium eksperimen ilegal. Dipenuhi rasa jijik pada tempat yang kotor dan terkontaminasi, Rakanza seharusnya membiarkan gadis itu tewas. Namun, karena tuntutan orang tuanya untuk segera menikah, Rakanza terpaksa menikahi gadis itu. Namun tak sangka, setelah wajah istrinya disembuhkan, ternyata istrinya mirip dengan adik iparnya.

​Di sisi lain, Rafandra, adik Rakanza merasa telah menemukan cinta sejati saat berhasil melamar Luviana Winston. Namun, dibalik senyum manis Luviana sang pianis terkenal, ada kebohongan besar yang siap menghancurkan segalanya. Luviana yang dicintainya ternyata menyimpan agenda balas dendam yang mematikan.

​Siapa sebenarnya Annabella? Dan apa hubungannya dengan keluarga Winston?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom Ilaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masih Normal

"Menjijikan."

Dengan muka datar dan tatapan sedingin es, Rakanza melewati Ella begitu saja setelah melontarkan kata itu. Rakanza benar-benar cerminan mafia berdarah dingin yang seolah tak memiliki nurani.

Namun, Ella hanya bergeming. Jemarinya mengelus dada, berusaha menenangkan detak jantungnya yang sempat tersentak. Tidak ada rasa marah di hatinya. Ia cukup sadar diri dengan kondisi wajahnya yang rusak. Lagipula, bagaimanapun ketusnya pria itu, Rakanza tetaplah orang yang sudah baik hati menolong dan membawanya keluar dari tempat yang mengerikan.

Ella mendongak menatap rembulan malam yang menggantung anggun di langit. Matanya yang indah memancarkan kerinduan yang samar. Ia mencoba menggeledah memori di kepalanya, berusaha mengingat siapa dirinya dan bagaimana masa lalunya. Namun, nihil. Tidak ada satu pun bayangan yang terlintas. Sepertinya, bukan hanya fisik dan kulitnya yang disiksa, tetapi ingatannya pun sengaja dirusak.

Setetes air mata menetes basah di pelupuk matanya, tetapi Ella dengan cepat menyapunya.

Tidak, aku tidak boleh menangis lagi, batinnya tegas.

Demi bertahan hidup, ia harus menyapu bersih rasa lemah dan bangkit melawan traumanya. Gadis itupun mengembuskan napas panjang, memanjatkan rasa syukur yang dalam karena masih diberi kesempatan menghirup udara segar dan menikmati keindahan ciptaan Tuhan malam ini.

Dengan langkah pelan, Ella menuju ke kamarnya. Di depan cermin besar, ia berdiri ragu sebelum perlahan membuka kain cadarnya. Ia menatap pantulan kulit wajahnya yang penuh luka dan rusak.

"Apa wajahku masih bisa disembuhkan?" gumamnya lalu menyentuh tepi lukanya dengan sangat hati-hati. Ia mengangguk pelan pada pantulan dirinya sendiri.

"Baiklah, aku harus sabar dan yakin."

Ella memanjatkan doa, berterima kasih kepada Tuhan yang telah mengirimkan pertolongan melalui kebaikan Nyonya Sienna. Ia berjanji dalam hati akan melakukan yang terbaik demi membalas budi wanita tua yang sangat penyayang itu.

Sementara itu, di samping rumah, Gavin sedang memperhatikan Rakanza yang berdiri melamun menatap kegelapan malam. Menyadarinya, sang asisten perlahan mendekat dengan cengiran tipis.

"Ada apa, Bos? Kok kelihatan gelisah begitu? Muka sudah kusut kayak baju belum dicuci," goda Gavin hati-hati.

Meskipun Rakanza adalah pimpinan mafia yang ditakuti banyak orang, bagaimanapun juga ia tetaplah manusia biasa yang sesekali butuh tempat untuk meluapkan unek-uneknya. Pria bertubuh jangkung dan berwajah tampan itu memijat pangkal hidungnya yang berdenyut.

Ia akhirnya curhat bahwa ia baru saja mengaku kepada sang Ayah kalau ia sudah memiliki calon istri. Padahal nyatanya, jangankan calon istri, niat untuk menikah saja tidak ada. Kini ia pusing memikirkan siapa wanita yang bisa dijadikan korban. Wanita penurut yang tidak akan banyak tingkah dan mudah diatur.

Mendengar penuturan bosnya, ekspresi Gavin mendadak berubah horor. Pria itu spontan mundur satu langkah lebar-lebar sambil menggelengkan kepala dengan cepat, menutup dadanya protektif.

"Aduh, Bos... mohon maaf lahir batin. Saya tidak butuh pekerjaan tambahan. Menjadi asisten Bos saja sudah cukup bikin saya jantungan tiap hari, jangan tumbalin saya jadi 'istri' Bos!" seru Gavin panik.

Rakanza mendesis tajam. Rasanya jemarinya sudah gatal ingin menjitak kepala asistennya yang otaknya suka melenceng itu.

"Saya masih normal, Gavin!" gertak Rakanza dengan mata melotot.

"Eh? Hehe, maaf, Bos! Refleks! Soalnya kriteria 'mudah diatur' itu mencurigakan," sahut Gavin cengengesan sambil merapatkan kedua telapak tangannya meminta ampun.

Namun, otak encer Gavin langsung berputar cepat. Sebuah ide mendadak terlintas di kepalanya. "Ah! Soal calon istri... gimana kalau Nona Ella saja yang bantu, Bos?"

Rakanza mengerutkan dahi, menatap asistennya bingung. "Maksudmu?"

"Jadikan Nona Ella sebagai tameng untuk sementara!" usul Gavin bersemangat.

"Tameng? Maksudmu... dia jadi istriku?" ulang Rakanza, memastikan ia tidak salah dengar.

"Sementara saja, Bos! Sampai Bos menemukan wanita yang benar-benar Bos cintai. Kan lumayan, Tuan Besar tidak bakal cerewet lagi."

Rakanza makin kesal. Urat di lehernya mencetus menahan emosi, rasanya ingin memukul Gavin yang dari tadi malah makin melantur. Mana mungkin ia menikahi wanita seperti Ella yang kulitnya rusak begitu? Lagipula, Rakanza mengidap mysophobia akut. Ia sangat alergi pada hal-hal kotor atau tidak higienis. Membayangkan sekamar dengan Ella saja sudah membuat bulu kuduknya merinding.

Melihat raut jijik di wajah bosnya, Gavin langsung nyeletuk santai, "Yee... kenapa juga harus sekamar, Bos? Kalian kan bisa tidur pisah kamar, beda lantai, atau bahkan beda blok kalau Bos mau! Ini kan cuma pernikahan di atas kertas. Formalitas doang!"

"Saran yang sangat bagus, Gavin."

Sebuah suara lembut namun berwibawa tiba-tiba menyela dari arah belakang.

Gavin seketika mematung. Tubuhnya mendadak gemetaran bagai disengat listrik begitu menyadari Sienna sudah berdiri di sana dan mendengarkan seluruh percakapan gila mereka. Gavin pun merutuki mulut gatalnya, takut kalau-kalau wanita tua itu akan memecatnya karena memberi ide tidak masuk akal pada cucunya.

Namun, di luar dugaan, Sienna justru tersenyum manis. Ia sama sekali tidak marah. Wanita tua itu sangat setuju dengan ide tersebut. Tak perlu tidur sekamar, yang penting Rakanza bisa menikahi Ella serta memberikan perlindungan hukum dan keamanan penuh untuk gadis itu.

Rakanza menghela napas berat, menatap neneknya heran. "Kenapa Nenek mau dia yang jadi istri Raka?"

Sienna menatap cucunya penuh kehangatan. "Gadis itu sangat baik, Raka. Dia sudah mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk menolong Nenek. Andaikan tidak ada dia di taman bunga waktu itu, mungkin kau tidak akan pernah bisa bicara dengan Nenek lagi sekarang."

Ucapan sang nenek seketika memancing ingatan Rakanza pada kejadian mencekam di taman bunga beberapa waktu lalu, saat gadis bercadar itu berhasil melindungi Sienna.

Meskipun Rakanza terkenal sebagai sosok kejam, dingin, dan keras kepala di dunia hitam, pria itu punya satu kelemahan: ia sangat nurut dan sayang setengah mati pada neneknya. Ia tidak akan pernah sanggup membantah keinginan wanita tua yang telah membesarkannya itu.

Rakanza memejamkan mata sejenak, melunakkan nada suaranya. "Baiklah... Raka akan pikirkan saran Nenek."

Sienna tersenyum puas dan mengangguk pelan. "Bagus kalau begitu. Nenek mau istirahat dulu, kalian jangan bergadang."

Setelah Nyonya Sienna berlalu menuju kamarnya, Gavin mengelus dadanya yang tadi sempat berdebar kencang, sementara Rakanza memberikan tatapan mautnya yang menandakan bahwa urusan mereka berdua belum selesai.

...____...

1
Muft Smoker
cepat sembuh kak author ,,
Mifta Afandi
moga cepat sembuh kak
Elina thea
lanjut~~~
Mifta Afandi
ini mana kak kq blum up satu hari ini
Adinda
lanjut thor
Muft Smoker
boleh laa bungkus sepasang ,, gemeez bangeet liat ny ,,
Farida Irwanq
layla ma dokter julian aja kak thor🤣
Bunda SalVa
gemes banget sama si kembar , pengen nguyel2 😄😄
Bunda SalVa
Elvam kena omel Lily nih 🤣🤣🤣🤣
Adinda
lanjut thor penasaran
Mifta Afandi
lanjut kak jangan lama"
Muft Smoker
si Gavin perlu di hukum lari keliling Indonesia niih ,, bos pingsan bukan bantuin ,, Mlah sibuk mikirin si kembar 4😒😒😒
Dew666
Asisten laknat ini nih hahaha
Elina thea
ahhh~~~ masih kurang thor
Adinda
lagi thor penasaran nih
Mifta Afandi
lagi dong kak tapi jangan satu 1 klau up
eny mamanya irwanfizi
boleh minta lagi gag ...nati vote buat KK dech
Farida Irwanq
pengenya dokter julian jodoh sama layla, tapi kok kayak sama dokter elma🤭
Mifta Afandi
lagi kak jangan kau gantung
Adinda
lanjut thor penasaran nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!