Kisah gadis cantik sederhana, yang beberapa bulan lagi akan lulus kuliah. Tiba-tiba saja, ia dilamar oleh kekasihnya. Mereka telah menjalin kasih selama dua tahun lamanya.
Tapi, pada saat pernikahannya akan berlangsung. Ia dikhianati oleh calon suami dan kaka tirinya. Kemudian, ia bertemu tidak sengaja dengan beberapa pria tampan. Seketika hidupnya mulai berubah.
MATI SATU, TUMBUH SERIBU !!
Kemanakah pilihan hatinya akan berlabu?
PERINGATAN !!
Novel ini mengandung banyak cogant. Harap reader mempersiapkan hati dan perasaannya agar tidak terlena dan berhalu saat membaca novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Alyazahras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gadis Loli
Jangan lupa L I K E, K O M E N & V O T E ❤
..
..
..
Setelah berdandan cukup lama, kemudian Bae Nana berjalan ke luar dari ruang rias, di dampingi oleh beberapa pelayan.
Pengurus Feng pun di buat takjub oleh penampilan Nana.
Nana di dandani seperti gadis loli, ia juga menggunakan pakaian pelayan yang bisa dibilang cukup seksi. Nana terlihat sangat imut. Padahal usia nya menginjak dua puluh lima tahun, tetapi setelah di dandani seperti itu, melihat nya seperti gadis yang berumur enam belas tahun saja.
"Nona Bae, pakaian ini sangat cocok untuk mu" puji pengurus Feng, sambil tersenyum.
"Tapi, apakah aku harus berdandan ala gadis loli seperti ini? Bolehkah aku menggantinya dengan yang lain? Aku merasa sedikit tidak nyaman" gerutu Nana, sedikit malu-malu.
"Ini semua sudah di atur oleh tuan muda. Kau tidak bisa membantahnya Nona, ikuti saja aturannya" jelas pengurus Feng,
"Kau bisa mulai bekerja sekarang, membersihkan kamar nya. Tapi saat ini ... tuan muda sudah pergi ke kantor" sambung pengurus Feng.
"Baiklah, aku ikuti saja" ucap Nana, menurut.
"Oh ya, Nona ! Kau harus membersihkan kamar tidur tuan muda berulang kali sampai benar-benar bersih, tak berdebu apa lagi bernoda, karena tuan muda sangat mencintai kebersihan. Sekarang aku akan mengantarmu menuju kamarnya" timbal pengurus Feng, sambil berjalan.
Nana sedikit terkejut.
Apa? Aku harus membersihkannya berulang kali? Sepertinya Tuan muda itu bukan cinta kebersihan, melainkan gila kebersihan. Ku kira hanya di komik dan novel saja ada orang seperti itu, ternyata sekarang bosku sendiri yang mengidap gangguan kejiwaan itu. (Gumamnya dalam hati, dan tanpa sadar mengikuti langkah pengurus Feng)
"Nona, ini adalah kamar tuan muda" ucapnya, sambil memperlihatkan isi kamar tuan mudanya itu pada Nana,
"Dan, ini adalah peralatan bersih-bersih nya. Selamat bekerja Nona Bae" sambung ramah pengurus Feng, dengan menyodorkan beberapa peralatan kebersihan.
Kemudian pengurus Feng meninggalkan Nana.
Nana melihat semua sudut ruangan itu. Dia terpanah dengan kemewahan yang dimiliki rakyat kelas atas. Sebenarnya Nana juga hidup di keluarga yang bisa di bilang sangat berpengaruh di Negara nya. Tapi sayang nya, ibu tiri dan kaka tirinya selalu merebut semua kemewahan itu, jadi dia tidak pernah melihat kemewahan seperti yang saat ini berada di hadapannya.
"Wah ! Wah ! ... Aku sangat takjub. Sepertinya semua benda di ruangan ini satunya berharga puluhan juta, dan mungkin juga sapu dan pel yang aku pegang ini berharga jutaan" gumamnya dengan mata yang melotot dan mulut menganga.
Kemudian Nana tersadarkan.
"Ah ... tapi, sepertinya ada yang aneh." Nana melihat dengan seksama tiap sudut kamar itu.
"Apakah pengurus Feng memiliki riwayat gangguan mata? Menurutku ini sudah sangat rapi." Nana melihat ulang seluruh sudut ruangan itu
"Tempat tidur nya juga benar-benar sudah rapi dan sangat bersih, jadi apa yang harus aku lakukan?" tanya Nana pada dirinya sendiri.
...
"Huh ! Baiklah aku mungkin akan sedikit gila. Aku akan mengacak-acak kamar ini lalu akan aku bersihkan kembali. Dari pada aku hanya berdiam diri saja. Aku akan bersikap baik, manis dan anggun, mungkin saja di kamar ini ada cctv yang tersembunyi, jika aku menunjukkan tingkah kebiasaanku yang jelek, itu akan menjatuhkan image ku." Nana terus saja berasumsi.
Ia mulai mengacak-acak kamar itu dengan paras anggun yang dipaksakannya, lalu dia merapihkan nya kembali.
Benar saja apa yang Nana ucapkan. Ada cctv di kamar itu yang baru saja di pasang tadi pagi oleh pengurus Feng.
Di lain tempat, yaitu di perusahaan Dj Entertainment.
Djordi Aganor sedang duduk di kantornya sambil melihat rekaman cctv itu. Ia tersenyum melihat Nana yang sedang mengacak-acak kamarnya itu.
Manis sekali gadis ini, membuatku sedikit tergoda. (Gumamnya dalam hati)
Sekretaris pribadi Djordi Aganor, yang sedang berdiri di sampingnya itu merasa penasaran.
"Hal besar apa, yang bisa membuat Presdir tersenyum semanis itu," gumam sekretaris itu dalam lamunannya.
Kemudian, sekretarisnya mengintip dari belakang. Dia terkejut.
Bukankah itu di ruang tidur Presdir? Apakah Presdir sedang tidak sehat hari ini? Ada seorang pelayan yang mengacak-acak kamar nya, tapi dia malah tersenyum. Bukan kah, baru saja kemarin, ada pelayan yang hanya duduk di atas selimutnya saja, dengan tidak pikir panjang langsung dia pecat? (Gumam sekretaris Yan)
Djordi melirik ke arah sekretarisnya.
"Bukankah tadi kau bilang akan pergi?" ucap Djordi pada sekretarisnya itu, dengan langsung mengubah raut wajahnya menjadi sosok yang menakutkan.
Sekretaris Yan terkejut.
"Eh ! Emm, maaf-maaf Presdir. Sekarang aku benar-benar akan pergi" ucapnya, sambil berjalan cepat, keluar lalu menutup pintu.
Djordi Aganor kembali melihat tingkah menggemaskan Nana di rekaman cctv itu. Dia tersenyum lagi, sampai-sampai jiwa ingin bertemunya menggebu-gebu.
Dia dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya di kantor. Tapi sayang, pekerjaannya sangat menumpuk, ia harus mengurus dan menandatangani berkas ini dan itu.
..
..
Di kediaman Aganor.
Langit sudah gelap, Nana membersihkan dirinya berencana akan pulang. Nana berjalan menuju pintu keluar. Pengurus Feng menghampirinya.
"Anda ingin pergi kemana nona Bae?" tanya ramah pengurus Feng.
"Aku? Ya, aku akan pulang ke rumah ku lah" jawab Nana.
"Maaf, Nona Bae .... Saya di perintahkan tuan muda, mulai malam ini dan seterusnya kau harus tinggal disini, karena kau sudah menjadi bagian dalam rumah ini" jelasnya, sambil menghadang Nana.
"Apa? Tinggal di rumah ini? ... Aku pindah ke sini maksudnya?" Nana terhentak kaget, dengan nada sedikit meninggi.
"Benar, Nona Bae. Lagi pula sekarang sudah malam, tuan muda tidak ingin ... jika terjadi sesuatu pada salah satu pegawainya." Bicaranya penuh hormat.
"Baiklah, dengan senang hati aku akan tinggal di tempat mewah ini !" seru Nana, sambil tersenyum penuh arti.
Pengurus Feng kaget sekaligus lega. Karena dia berpikir akan sulit mengajak Bae Nana untuk pindah, tapi ternyata Bae Nana sangat bahagia dan dia tidak membantahnya.
"Eh ... tapi, aku belum memberi tahu Bibiku. Aku akan meneleponnya, dulu" gumam Nana, sambil mengambil ponsel di dalam saku bajunya.
"Saya sudah mengurus semuanya, Nona. Memberitahu bibimu, memindahkan semua barang dan pakaianmu, dengan tidak ada yang tersisa di apartemen lamamu. Jadi, Nona Bae tidak perlu mengkhawatirkan nya lagi," jelas pengurus Feng tiba-tiba, dengan fasih.
Nana terpaku mendengarnya, dia tidak jadi menelepon bibi Oh.
"Apakah ... bibiku menyetujui nya begitu saja?" tanya Nana, penasaran.
"Ya, bibi mu dengan senang hati menyetujuinya. Tadi juga dia ikut membantu membereskan beberapa barang-barangmu" ucap pengurus Feng.
Nana terkejut, dengan membulatkan matanya.
"Aku merasa, seperti aku sudah dijual oleh bibiku sendiri" gumamnya.
"Ikuti aku, Nona. Aku akan menunjukkan kamar tidurmu !" Pengurus Feng berjalan, menunjukkan arah kamar tidur Nana
Kemudian, Nara mengikuti pengurus Feng menuju kamar tidurnya.
"Emm ... pengurus Feng ! Kapan bosku atau tuan mudamu itu pulang?" tanya Nana, penasaran.
"Seharusnya, tuan muda sudah pulang saat ini. Tapi, karena pekerjaannya belum selesai ... mungkin dia akan pulang terlambat" jelasnya sambil terus melangkah.