Indonesia
NovelToon NovelToon
Rotinya Manis, Rin!

Rotinya Manis, Rin!

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Renjana

Rin-pertemuannya dengan Al adalah kebetulan. Tapi Al bisa memberikan rasa manis dan asem di hari-harinya.

Al-kaku dan dingin. Tapi dinginnya bisa meleleh. Pertemuannya dengan Rin seperti roti. hangat di luar empuk di dalam.

Kisah semanis roti buatan Rin, penuh proses, harus dibentuk dengan bahan takaran yang pas. Baru bisa dinikmati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8

"Bang! Bangun!" Jonas dan Arza, pagi-pagi udah kejar-kejaran main perang handuk sambil nunggu Bima kelar mandi.

Pintu kamar kebuka, Al bangun sambil ngumpulin nyawa yang dipaksa balik ke raganya. Padahal dia masih mau rebahan sebentar lagi. Mimpinya terasa indah tadi malam.

Al bangun, melihat di meja kerjanya tak ada lagi cookies. Al menarik laci mejanya. Gelang ungu itu udah nggak ada lagi. Al menutup laci meja dan memegang kemeja yang tergantung di kursi. Kemeja itu dipake kemarin, dipeluk Rin. Al tersenyum tipis.

Arza lewat, "Bang, senyum-senyum. Semalem lancar ya?" Al jutek kembali. Senyumnya hilang mood-nya juga ikutan hilang.

Jonas yang ikut merhatiin di pintu malah sikut-sikutan dengan Arza.

"Kuliah woi!" satu slepetan handuk di terima duo Jonas dan Arza yang masih berdiri di depan pintu. Keduanya mengaduh kesakitan dan... Kembali perang rebutan kamar mandi!

Al bergegas masuk duluan. Nunggu Jonas dan Arza bisa terlambat dia ke kantor. Al juga buru-buru pergi tanpa sarapan.

"Bad mood banget! Perasaan tadi bangun tidur senyum-senyum!" ucap Arza.

"Cari tahu yuk!"

"Masalahnya kita gak punya petunjuk lain. Yang kita tahu cuma gelang ungu itu"

Jonas dan Arza sarapan sambil membahas siapa yang kira-kira bisa membuat Al tersenyum, kadang melamun, kadang ngelus-ngelus hoodie.

Sedangkan Al yang pergi buru-buru ke kantor supaya pikirannya tidak selalu mikirin kejadian tadi malam. Yang tiba-tiba Rin meluk. Memang nggak sengaja tapi itu membekas. Bahkan aroma parfum Rin masih menempel di kemeja kamarnya.

Semua berkat gelang ungu itu. Gelang ungu? balon kebahagiaan yang mengisi dadanya seketika kempes lagi. Dia kepikiran kalimat Rin. "Ini dari temen gue!"

Temen? Temen yang mana? Cowok? Kenapa penting banget? isi kepala Al kembali penuh. Al menggaruk kepalanya dan meraih ponselnya. Sebaiknya dia nanya langsung ke Rin.

Ngetik. Hapus. Ngetik lagi. Hapus lagi. Gelisah.

Dia mau bilang apa? Masa tiba-tiba nanya gelang itu dikasih temen cewek apa cowok? Terus kalo cewek kenapa? Kalo cowok kenapa? Kan nggak ada urusan dengan dia.

Al memutar-mutar pulpen di tangannya. Meletakkan lagi ponselnya. Gengsi nanya duluan. Al memutuskan sore nanti aja nanya ke Rin langsung. Sore ini Al butuh penyegaran juga.

Pukul 15.30 Al sudah sampai di bukit. Dia membawa sekotak minuman dingin. Rasa matcha. Entah kenapa tadi waktu ke mini market dia melihat di pajangan ada susu matcha dia teringat Rin. Dan sekarang susu matcha itu berdiri di sebelah es americano. Kontras sekali.

Setengah jam kemudian Rin datang sambil berlari kecil.

"Udah datang, waaah susu matcha! Buat gue kan?" Rin menyambar minuman itu.

"Lo pikir gue doyan itu?" ucap Al sambil memainkan ponselnya. Bukan karena ada urusan penting tapi hanya bolak balik layar biar keliatan ada kerjaan. Aslinya isi kepala Al penuh dengan pertanyaan untuk Rin. Tapi bingung gimana mancing Rin buat cerita.

Al melirik tangan Rin yang meletakkan kembali susu matcha di samping kopinya. Gelang itu sudah dipakai kembali. Spesial banget kayaknya.

"Gelangnya udah dipake lagi, aman ya?" tanya Al.

Rin menggoyang tangannya sambil tersenyum. "Aman! Pasti temen gue bakal seneng kalo tahu udah ketemu!" ucap Rin ceria.

"Temen deket lo?"

Rin cuma menjawab "hmmm" sambil tersenyum dan memainkan talinya yang menjuntai. Al sedikit kesal karena nggak ada jawaban pasti dari Rin. Al menyeruput americano-nya. Pahit.

"Dia yang ngajarin gue bikin cookies pertama kali," masih dengan senyum yang sama Rin memainkan tali gelangnya.

'Oh jago bikin kue juga!' ucap Al dalam hati, tapi mukanya udah jutek banget.

"Nanti gue kenalin deh!" ucap Rin sambil tersenyum. Sementara itu, Al semakin kusut.

Dikenalin? Dikenalin dengan orang yang ngajarin dia bikin cookies seenak itu? Yang gelangnya berarti banget, yang pas ketemu gelangnya bikin Rin happy banget.

Jadi bukan cuma Al yang ngajarin Rin soal keuntungan, ternyata ada yang lebih hebat. Sampe Rin bisa membuat makanan enak. Berapa lama Rin belajar sampe bisa seenak itu? Belajar berdua aja?

"Dia juga suka matcha! Gue kangen banget sama dia! Udah lama banget nggak ketemu!" Rin terkekeh senang menyeruput teh matcha-nya.

Al mengeraskan rahangnya. Bahkan sama-sama menyukai matcha!

"Lo kenapa sih? Diem terus!" Rin menyenggol bahu Al.

"Nggak!" Al kembali ke kebiasaan lamanya. Memasang earphone dan memejamkan matanya. Hatinya terasa tertusuk. Entah karena apa, Al mengalihkan pikirannya ke kantornya.

"Ih nggak jelas banget!" Rin membuka catatannya dan menulis sedikit. Sekarang cookiesnya sudah ada yang bantu sejak Rin sibuk di kampusnya. Sesekali Rin masih bantu buat tapi karena kebanyakan kegiatan di kampus jadi dialihkan ke orang yang dia percayai untuk membuat cookies itu. Seperti sekarang ini, Rin sibuk ikut panitia di kampusnya dalam kegiatan pagelaran seni.

Rin ditunjuk mengantar sebuah undangan untuk satu band. Besok dia minta Al aja yang mengantar, Rin nggak tahu alamat yang disebutkan. Saat Rin mau bertanya alamat, Al malah sudah tertidur.

Rin memperhatikan Al yang sedang tidur, dengkur halusnya terdengar. Bibirnya sedikit terbuka. Rin terkikik pelan. Dia mengambil ponselnya dan mengabadikan momen itu dan menyimpannya.

Bagi Rin, Al itu lucu. Dulu pertama kenal memang Rin agak takut. Tapi semakin kesini, Al yang kaku membuatnya gemas. Dia bisa bertemu dan berkenalan dengan banyak orang, terlihat santai dan cuek. Tapi kalau dengan Rin, Al itu nggak bisa ditebak. Kadang diam aja, kadang jutek, kadang dingin. Rin nggak pernah lihat Al ketawa lepas. Sesekali ada senyum , itu juga disembunyiin. Rin nggak pernah lihat jelas senyumannya.

"Huft!" Rin kembali duduk, menyeruput matcha dan melanjutkan tulisannya.

Rin nggak sadar kalau Al mengintip sedikit. Al tertidur sebentar, tapi napas Rin yang ada di sampingnya itu mengganggu. Al terbangun tapi tetap memejamkan mata menunggu apa yang dilakukan Rin. Tapi gadis itu hanya diam dan menghembuskan napasnya. Tadinya mau Al usilin tapi mengingat seseorang yang mau dikenalin dengannya, Al memilih mengabaikannya. Rasanya Al tidak mau mengenal siapapun teman Rin.

Hari beranjak malam, matahari akan hilang. Rin membangunkan Al.

"Bangun! Ayo turun! Keburu malam!" ucap Rin. Al bangun menggaruk kepalanya.

Rin sudah bersiap akan turun, tinggal matcha dan kopi masih berdiri rapi belum dihabiskan. Al menyeruput kopinya dan langsung turun.

"Al! Tunggu! Main pergi aja!" omel Rin, menyambar susu matchanya dan mengikuti Al turun.

"Al, besok gue disuruh anter undangan band. Lo bisa temenin..."

"Nggak bisa!" belum selesai Rin ngomong, Al sudah memotong pembicaraan.

"Kenapa?" tanya Rin. Al diam aja dan tak menjawab pertanyaan Rin bahkan dia berjalan lebih cepat meski tetap menunggu Rin sampai naik motor.

"Lo marah?" tanya Rin sebelum naik motor.

"Ngapain marah!"

"ya udah besok anterin gue..."

"nggak bisa, cepat naik!"

Rin naik ke atas motor dengan cemberut. Selama perjalanan tak ada yang ngomong. Baru kali ini Al ngebut. Begitu Rin turun dari Roemah Roti, Al langsung pamit.

1
Ossa Mulya
💚💚💚
Ossa Mulya
tetep semangat yaa Kak💚💚💚 semoga Allah mudahkan semuanya💚
Renjana: aamiin, terimakasih
semangat juga untuk kamu😊
total 1 replies
renjana biru
wooo hadirr dg boom like kakk, smangat💪
renjana biru
ga cm km kok rin, aku pun gregetan ama si al😊
Renjana: hai kak @renjana biru Renjana Biru, aku notice banget soalnya nama kita mirip.🥰
makasih banyak udah mampir + boom like. sumpah komen kakak yang gregetan sama Al itu bikin aku ngakak.
aku uda gregetan duluan pas nulis itu😄
makasih ya udah nemenin AlRin dari episode awal.
jangan pernah bosen baca ceritaku

salam manis semanis Roti Rin🥰
total 1 replies
falea sezi
nyimak moga bagus klo bagus q kirim hadiah🤭
Renjana: semoga suka ya kak,
😊
total 1 replies
internona Nerrazurri
karya yang keren
Renjana: sekeren kk,
makasih ya udah mampir😊
total 1 replies
justice
wahh bagusss, semangat ya kak
Renjana: terimakasih, semangat nulis juga yah😊
total 1 replies
renjana biru
btw lucuuu bgt mereka ihhh🤭🤭
Renjana: bikin gemes kan...🤭
total 1 replies
renjana biru
done mmpir ya kakaa💪
Renjana: makasih🥰
total 1 replies
oding's
halo kaa aku mampir jugaa nihh xixi
Renjana: makasih banyak🥰
total 1 replies
R
😍
Renjana: 🥰🥰
makasih yaaaaa
total 1 replies
Seraphina
saling support kak
Akao Rion
aku mampir kak, meskipun setiap baca Rin selalu ingat nama bapakku 🫣
Renjana: makasih, aku tunggu tulisan kamu juga😊
total 3 replies
Renjana
cinta manis diawali dari salah tingkah, berakhir manis. Tapi namanya hidup tak selalu manis.
kisah Al dan Rin tak melulu soal cinta, ada sedih, bahagia, lucu dan kadang sedikit kaku🤭
kisahnya nggak berat kok
aefpe fp
💪🤣
Mustika Nusantara
semangat ka bikin karyanya
Renjana: makasih😊
total 1 replies
Lisye Aisyah Hematang
Hadir juga kak 😍🙏
Renjana: terimakasih😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!