Kisah seorang wanita bernama Kiko, karena trauma masa lalu nya membuat Ia jijik jika di sentuh oleh seorang pria.
Lebih parahnya akan membuat Ia panik, gemetar bahkan Pingsan.
apalagi Pria itu Tampan.
kemudian Ia bertemu dengan seorang Pria Tampan dan anehnya Ia bisa bersentuhan langsung dengannya, Karena hal itu lah yang membuat Kesalah Pahaman ini Terjadi.
Kiko tidak tahu bahwa Pria tersebut adalah Pria mapan, tampan dan berhati dingin. banyak di Gilai oleh banyak kaum hawa.
Pria tersebut tak lain bernama Dion, pengusaha muda sukses yang memiliki kuasa serta segalanya.
ikutilah Kisah mereka, jangan di lewatkan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imelda Agustine, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menonton
Kiko sudah bersiap diri penuh antusias untuk memutar kaset yang ia sewa tadi pagi.
"Oh iya, kan dia mau ikut nonton juga."
Kiko pun langsung mencari Dion dikamarnya, tapi tidak ada. Ternyata, Kiko menemukan Dion ada di ruang belakang sedang berbicara lewat telefon dengan seseorang.
"Iya, antarkan saja sekarang kesini, aku tunggu!" perintah Dion pada orang diseberang, lalu mematikan sambungannya.
Apa dia menyuruh pacarnya untuk kesini? Hi hi.
Pikiran aneh Kiko saat menguping, hingga ia tertawa cekikian sendiri.
"Kau, ada apa mencariku?"
"Tuan, katanya mau menonton film bareng? Yuk!!"
"Oh, oke."
"Tapi, film horor loh. Gak takut?"
Dion melirik menyipitkan mata. "Kau menantangku?"
"Eh, bukan. Hehe, hanya saja, takut nanti Tuan akan lari ketakutan."
"Cih, lihat saja siapa yang bakal lari karena takut."
****
Kiko mengambil kaset tersebut, lalu segera memasukkan ke dalam pemutar kaset. Tapi, Kiko memencet tombol STOP putar.
"Kenapa dihentikan?"
"Tuan tunggu disini sebentar! Saya mau ambil camilan, hehe." Kiko sangat bersemangat dan antusias.
Ah, dia itu ada ada saja. Besok aku akan mengajaknya menonton di bioskop.
Eh, tidak tidak. Dia akan ke pedean dan menyangka aku mengajaknya berkencan. Amit-amit.
Kiko pun akhirnya datang membawa beberapa bungkus camilan yang sudah di siapkan, lalu membuka bungkus camilan untuk dimakan saat menonton film.
Memasang posisi yang nyaman bersebelahan dengan Dion. Kemudian memencet tombol ON.
Dia pasti akan ketakutan, hihi.
Kiko tertawa dalam hati sambil mengunyah camilan dan akhirnya..
Keduanya memaku, melebarkan mata, menelan ludahnya kasar serta tubuhnya bereaksi tegang apalagi milik Dion.
"Uh Ah Uh Ah" suara dari dalam televisi.
Sontak Kiko kaget setelah lama mematung, dan dengan tergesa gesa langsung mematikan film yang baru saja ia putar.
Karena malu yang teramat, Kiko berlari kearah kamarnya tanpa sepatah kata pun.
Sedangkan Dion masih mematung di depan televisi yang sudah mati.
PLAKK!
Dia menampar wajahnya sendiri agar tersadar, dan kemudian..
"Ha ha ha, dasar wanita mesum."
****
Tok tok tok
"Hei mesum, keluarlah!" teriak Dion.
"Ada apa, Tuan?" Kiko menunduk malu.
"Nesok kau ada acara?"
"Acara? tidak ada. Kenapa,Tuan?"
"Ah iya, kau kan pengangguran. Ha ha."
Iiih, kenapa selalu mengejekku begitu sih.
"Besok ikut aku!"
"Hah, kemana?"
"Jangan banyak tanya!"
Iiihh, masih terus menyebalkan.
Kiko menggertakkan rahangnya menahan kesal.
"Kau kesal padaku?" tebak Dion.
"He he, mana mungkin, Tuan."
Dion mendekatkan diri ditelinga Kiko lalu berbisik. "Kalau kau tidak suka padaku, akan ku katakan pada orang orang bahwa kau wanita mesum yang mencoba menggodaku."
"Ti..tidak Tuan, saya suka, saya suka. He he."
"Baguslah."
Astaga, aku gila, aku gila. Kenapa harus bertemu pria macam dia sih.
Kiko memutar otak,l. "Kaset tadi, pasti ini ulah Nina, awas dia!"
****
Di sisi lain.
"Kemana perginya Dion? Kenapa dia tidak datang ke kantor?" tanya seorang wanita muda berambut pendek, serta penampilannya elegant.
"Ah, Tuan Dion sedang ada urusan di luar kota." sahut Gogo.
"Kau tidak sedang berbohong kan?"
"Tidak Nona."
"Baiklah, berikan aku alamatnya! Aku akan menyusulnya."
"Maaf Nona Mela, tapi Tuan berpesan bahwa Tuan tidak ingin bertemu dengan siapapun karena dirinya akan merasa sangat terganggu."
"Kau lancang sekali ya menolak permintaanku. Aku ini calon istri Tuanmu."
"He he, maaf Nona, tapi saya bekerja untuk Tuan Dion, bukan Anda."
"Apa? Kau berani menertawaiku, ya?"
Cih, wanita ini keras kepala sekali. Sudah jelas jelas Tuan Dion menolaknya, tetapi tetap saja memaksa.
Calon istri? Mimpi.
"Sebaiknya Anda bersikap lebih sopan Nona, maaf saya permisi dulu ada hal yang jauh lebih penting."
Gogo meninggal kan Mela yang tengah marah besar, atas sikap penolakannya tadi hingga membuat Mela merasa sangat terhina.
"Awas saja kau kalau aku sampai jadi menikah dengan Dion! Kau akan kupecat terlebih dahulu." gumamnya Kesal, sambil mengepalkan tangannya.
****
Gogo sudah tiba dirumah Kiko yang sekarang ditempati oleh Dion.
"Rumahnya cukup luas juga ya, Tuan?" Gogo sambil mengamati sekeliling ruangan.
"Ya, seperti yang kau lihat."
"Tadi saya bertemu dengan Nona Mela Tuan, dia menanyakan tentang Anda."
"Nangan menyebut namanya! Membuatku kesal saja." Dion menatap laptop yang ada di depannya. "Bagaimana tentang kasus yang menimpaku tempo hari? Kau sudah menemukan siapa dalangnya?"
Gogo mulai berkeringan mendengar pertanyaan tersebut.
"Maaf Tuan, kami belum bisa memastikannya."
Dion menghembuskan nafasnya kasar. "Suruh orang-orang kita bergerak lebih cepat! Aku yakin ini semua adalah perbuatan Alex."
Eh, Tuan Dion tidak marah seperti biasanya.
"Ii..iya, baik Tuan."
"Aku ada camilan yang belum sempat dimakan." menunjuk kedepan televisi. "Ambil dan makanlah!"
"Terima kasih, Tuan."
Eh, dia bahkan sekarang sangat baik kepadaku.
****
Di sisi lain, Kiko sedang membuat dua susu coklat hangat di dapur untuk tamunya, Gogo serta untuk Dion.
"Ah, aku harus melakukan hal baik hari ini agar dia melupakan tentang hal tadi." gumam Kiko, sambil mengaduk-ngaduk minuman.
"Apa mereka sekarang lagi bermesraan ya? Hihi."
"Sayang sekali, padahal dia sangat tampan."
Oohh, eh, hei kau sudah gila ya?
Kiko memukul sendiri kepalanya yang sedang berpikiran aneh.
"Sudah sudah, aku harus mengantarkan minuman sebelum dingin." gumamnya pada diri sendiri.
****
"Tuan, kenapa bisa tinggal disini?"
"Ya, tentu karena pesonaku."
Heemm, apa hubungannya.
Gogo memutar bola matanya, merasa bosan akan kata Bosnya yang terlalu mainstream.
Dion tenggelam dalam lamunannya.
"Wanita itu unik sekali, aku menyukainya." tanpa sadar Dion mengatakan kata-kata yang belum pernah dia sebutkan.
"Suka? Cinta, begitu maksud, Tuan?"
Dion kaget, lupa akan kata yang dilontarkannya.
"Bukan, ma..maksudku tidak seperti itu." Dion gelagapan. "Dia itu wanita yang aneh, dia salah paham terhadapku."
"Aneh?" Gogo mengulang kata membuat Dion kesal.
"Otakmu memang tidak terserap sempurna. Aku tidak mengatakan kalau menyukainya, tapi mengatakan bahwa dia itu wanita aneh." teriak Dion untuk mengelak.
Lalu Dion melemparkan bantal sofa hingga jatuh tepat sasaran diwajah Gogo, hingga camilan yang Gogo makan jatuh berhamburan.
"Arggghhh kau jorok sekali." mengibaskan bajunya. "Lihat ulahmu! bajuku jadi kotor begini."
"Maaf Tuan, saya tidak sengaja."
Padahal dia sendiri yang melempariku bantal hingga jadi seperti ini, huh.
Gogo duduk disamping Dion dan mencoba membantu membersihkan sisa-sisa camilan dibaju Dion.
Seketika itu juga, Kiko masuk membawa minuman.
KRIEKK!!
Kiko membuka pintu dan melihat adegan dimana mereka berdua saling dekat berhadapan, bahkan menurut pandangan Kiko...
Gogo sedang meraba-raba tubuh Dion.
"Eh, maaf saya tidak sengaja mengganggu kalian berdua. He he."
Kiko pun langsung berlari, setelah menaruh minuman masih dengan nampannya.
"Sial, dia salah paham lagi." teriak Dion frustasi.
****
hai hai jangan lupa rating, like dan momen ya.
biar Author crazy up he he
salam PRIMADONA Lovers