Bagaimana jika menderita Hypnophobia? Yaitu sebuah ketakutan untuk tidur.
Hingga akhirnya menjadikan seorang wanita bernama Azalea Bloom menjadi seorang workaholic karena begitu takut dengan tidur.
Kedatangan Julian Kingsford di apartemennya, membuat dia cukup merasa aman dan nyaman karena akhirnya dia bisa tertidur nyenyak setelah cukup lama mengalami hal ini.
SETTING LUAR NEGERI (jangan samakan dengan budaya indo ya.. yg ga suka di skip aja)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
"Lea!!" panggil seorang pria dari arah ruangan kantor yang ada di sebelah Lea.
Lea menengok ke belakang dan melihat pria itu.
"Ya, ada apa, Marcus?" tanya Lea.
"Ada acara malam ini?" tanya Marcus.
"Tidak," jawab Lea.
"Kita makan malam bersama?" tanya Marcus.
"Oke," jawab Lea dan berbalik pergi.
Lea tahu bahwa banyak teman kantornya yang menyukainya dan ia tak memilih satu pun di antaranya karena Lea memang menganggap mereka teman.
Dan Lea tak pernah menolak jika ada yang mengajaknya makan di luar meskipun Lea tahu tujuan dari hal itu. Tapi Lea tetap pada pendiriannya bahwa ia belum ingin menjalin hubungan dengan pria mana pun karena penyakit anehnya itu.
Ia belum ingin menerima penolakan jika pria itu akhirnya tahu tentang penyakitnya. Ia hanya ingin hidup normal terlebih dulu dan menikmati hidupnya setelah itu tanpa ada rasa takut di dalam dirinya.
Ya, Lea selalu menganggap dirinya tak normal karena Hypnophobia nya yang semakin lama membuatnya semakin takut. Dan kedatangan Julian dalam hidupnya membuat dirinya yakin bahwa dirinya akan sembuh suatu hari nanti.
Jauh di lubuk hatinya yang terdalam ia berharap Julian akan selalu menjomblo hingga tak ada yang membuatnya tersisih dari ranjang Julian.
*
*
Malam pun tiba, Lea dan Marcus makan malam di restoran yang cukup mewah. Dan Lea biasa saja menanggapinya.
"Mengapa kau selalu memakai topi, Lea? Wajah dan rambut cantikmu tertutup karena benda itu," ucap Marcus yang kini duduk di depan Lea.
"Ya, aku tak suka kecantikanku terlihat, Marcus," ucap Lea bercanda.
Marcus tertawa pelan dan ia selalu suka selera humor Lea yang membuat siapa pun akan suka jika berada di dekatnya.
Lalu tak lama kemudian, makanan mereka pun datang. Mereka berdua makan malam bersama sambil mengobrol santai.
Setelah bebrapa lama, Lea pergi ke toilet setelah makanan utamanya sudah habis. Ia berjalan ke arah samping dan melihat Julian berkumpul bersama temannya yang kemarin ia temui di pesta.
Tapi ada satu wanita yang duduk di dekat Julian dan ia tak mengenalnya. Wanita itu tampak mendekati Julian dan Julian sepertinya menanggapinya dengan baik.
Lea sadar bahwa Julian bebas melakukan apa pun termasuk dengan wanita mana pun karena ia pria single dan bebas. Tapi ada perasaan takut di hati Lea jika Julian akan memiliki kekasih yang pada akhirnya akan menyingkirkannya.
Lalu Lea melanjutkan langkahnya ke kamar mandi. Di sana Lea tampak berpikir sejenak hingga akhirnya keluar kembali setelah beberapa menit berada di sana.
Lea kembali ke tempat Marcus dan mengambil jalan berbeda agar tak melihat Julian di tempatnya tadi.
"Ini makanan penutupmu," ucap Marcus.
"Hei, bukankah aku bilang tak perlu?" sahut Lea dan duduk kembali.
"Ayolah, hanya puding ringan saja. Kau tak akan menggemuk hanya karena makanan ini," jawab Marcus.
Lea tersenyum dan kemudian memakan makanan penutup itu.
*
*
"Julian, bukankah itu Lea?" ucap salah teman Julian.
Julian melihat ke arah Lea dan Marcus. Lalu Julian mengalihkan pandangannya dan melanjutkan mengobrol dengan teman wanita di sebelahnya.
"Kupikir kalian pacaran karena kalian sudah tidur bersama," kata teman Julian yang bernama Oliver.
"Kami bersahabat," jawab Julian.
"Friend with benefits?" sahut Oliver.
"Ya, semacam itu. Hubungan kami tak mengikat," jawab Julian jujur.
Wanita di sebelah Julian tampak mengerutkan keningnya karena hal itu.
"Jadi dia tetap tidur denganmu meskipun dia sudah memiliki kekasih?" tanya wanita itu.
"Tidak, pria itu bukan kekasihnya," jawab Julian yakin.
gntung bgt kk