Indonesia
NovelToon NovelToon
Rafka Dan Ragam Senja

Rafka Dan Ragam Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:689
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Nirmaya

Berkali-kali gagal dalam hubungan membuat ia menutup akses bagi siapapun yang mendekati bahkan datang melamarnya. Jika nenek moyangnya berkata pamali terus menerus menolak lamaran karena konon katanya tidak akan mendapatkan jodoh seumur hidup. Peduli apa dia? Toh takdir seorang manusia telah di tentukan jauh sebelum terlahir ke dunia. Begitulah pemikiran gadis pemilik nama Arunika Binar Senja.

Tapi, bagaimana jadinya jika seorang Pria yang ia kenal datang membawa serta seluruh keluarga untuk melamarnya? Tanpa rasa takut untuk di tolak, Pria tersebut justru dengan senang hati dan menerima dengan sabar syarat-syarat yang di ajukan Senja?

Apakah Senja akan kembali memulai kisah dengan Pria itu? Mampukah mereka menjalani sampai batas waktu yang telah ditentukan? Atau justru Senja Kembali gagal dalam hubungan kesekian kalinya ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Nirmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ragam Senja

“Yuhuu guys, seblak kita sudah sampai!” Riri masuk lengkap di tangan menenteng bungkusan Seblak. Mereka berseru menyambutnya. Di hadapannya sudah ada mangkok dan peralatan makan lainnya.

“Di kasih penanda kan tiap levelnya?” Hiza maju mendekat, ikut melihat bungkusan seblaknya.

“Iya ada kak. Nih Baso aci mu” Riri menaruh di mangkok milik Senja “siapkan masing-masing ya”

“Ah ngga seru!, kirain ada panitianya jadi aku tinggal makan!” Riri menatap horror Senja. “Datang aja langsung ke penjualnya. Di layanin sampe di suapin juga!” celetuk Riri penuh dusta.

Mata Senja berbinar “Wah! Boleh tuh. Dimana? Request di suapin Haechan NCT bisa?” di ladenin Senja semakin melantur pula pembahasan mereka.

“Bisa, bisa banget!”

Suara kendaraan terhenti tepat di depan rumah membuat semuanya menghentikan kegiatan mereka. Walau mereka tak perlu main tebak-tebakan. Tapi semua nya sudah tau, siapa tamu yang tak di undang itu.

“Noh, Senja. Haechan lokalmu sudah datang. Sana minta suapin!” Seru Riri saat melihat Rafka berada di barisan tamu tak di undang.

Seruan Riri cukup kencang hingga menarik atensi mereka semua termasuk Rafka yang sudah mengerutkan dahi bingung. Baru saja sampai namanya sudah di sebut-sebut. Senja bahkan sudah menutup muka malu. Harus ia apakan kah sepupu yang memiliki mulut lhantam ini?

“Apa nih, minta suapin-suapin? Tanya Yudha. Sang kekasih Riri.

“Itu, si Riri bilang pengen di suapin kamu, Yud!” kena kau Riri. Senja tertawa jahat dalam hati. “Dih, Apaan. Ngga ada ya. Itu tadi Senja minta di suapin Haechan. Tuh ada versi lokalnya datang” Riri membantah cepat. Tak terima di putar balikkan keadaan.

Merasa terpojok dan tak bisa ngeles lagi, yang dapat gadis itu lakukan adalah berpura-pura sibuk dengan Baso Acinya. Entah di penyet-penyetin lah mau di ubah jadi bubur kali ya? Terserahlah intinya jangan sampai pandangannya bertemu dengan Rafka. Ia Sekarang malu! Padahalkan yang ia sebutkan bukan Rafka. Tapi Riri malah langsung nunjuk ke Rafka pembicaraan mereka tadi. Haechan versi lokal konon. Cih!

Meledaklah tawa Wisnu yang hanya memerhatikan adeknya. Dia sangat hapal gerak gerik Senja. “Yahhh ada yang malu! Tuh, Nja Aa Rafka udah datang. Minta langsung dong kalau mau di suapin” demi apapun batin Senja sudah berisik menyumpah serapahi Riri dan Wisnu sekarang.

“Sayang! Akhirnya kamu datang juga. Pas sama seblak nya yang sudah siap” Hiza menyambut sang suami dengan antusias. Wisnu mengernyitkan dahi, tak urung tetap mendekati Wanita hamil itu.

Begitu duduk, Hiza langsung menggeser semangkok penuh Seblak kehadapannya. “Buat kamu. Mendadak aku ngga tertarik sama seblaknya” muka Hiza begitu santai saat memberikan ke Wisnu. Padahal Wisnu sudah menatapnya tajam.

“Kamu sudah makan ini?” Hiza menggeleng pelan. Wisnu mende sah Lelah. Tau gini mending ia larang keras tadi. Dia juga yang kena imbasnya. Mau marah tapi ia juga tak suka kalau Hiza sampai makan makanan yang ada di hadapannya sekarang.

“Ngga mau ya?” Kini Ibu hamil itu sudah menampangkan wajah sedih membuat Wisnu mau ngga mau meredam kekesalannya dan segera menuruti kemauan sang Istri. Hal itu memancing senyuman Bahagia Hiza.

“Kenapa, Baso Aci nya ngga sesuai selera kamu?” Rafka duduk di samping Senja sekarang. Tidak ikut menggoda gadisnya, kan tidak lucu kalau Senja ikut marah ke dia.

“Hah? Oh ngga!, ini enak kok” Hap! Senja berhasil memasukkan sendok penuh baso aci ke mulutnya. Hanya sesaat karena setelahnya gadis itu langsung keselek. Ia sudah terbatuk-batuk menahan perih yang hinggap di hidungnya. Wajahnya bahkan sudah merah.

Rafka secara reflek menepuk pelan tengkuknya. Guna membantu menghentikan batuk. Sepaket dengan air botolan yang entah dari mana keberadaanya sudah ada di tangan Pria itu.”Kalau ngga bisa makan, ngga usah di paksa” saran Rafka di rasa Senja sudah mendingan setelah meminum air putih tadi.

“Senja, Senja. Bissmillah, Nja! Baru sekali suapan udah keselek aja. Cara makan kamu gimana sih? Sampe keselek gitu” Dara heran, bukan dia saja. Hampir semua perempuan di ruangan itu juga heran.

Senja mencebik kesal “Cara makannya seperti biasa lah kak, memang ada Teknik khusus? Memang aku nya aja yang ngga bisa makan nih makanan” Baso Aci itu menjadi tempat pelampiasan Senja, gadis itu tanpa perasaan mencabik-cabik Baso yang masih berbentuk sempurna. Tidak itu saja, semua toping kena dari penganiayaan Senja “Sudah ku bilang, Mie ayam aja enak!” masih juga membahas Mie ayam yang telah tertolak sejak awal. Ia kesel!

“Sudah, itu jadi hancur semua Senja” Rafka mengambil paksa sendok dari tangan Senja. Menghentikan aksinya. “Ngga usah di lanjutin makan nya, sini” pelan dan telaten Rafka berhasil menyingkirkan makanan yang hampir kehilangan bentuk identitasnya.

“Mau makan apa? Biar aku pesanin. Laparkan?” Rafka sudah bersiap di tangannya sebuah Hp telah tersedia menampilkan aplikasi pesan makanan.

Senja menggeleng “Itu Baso Aci ku belum habis, mubadzir kalau ngga di makan!”

“Kamu ngga bisa makan itu. Mau keselek lagi? Ganti lain aja. Mie ayam aja ya?” Pria itu bukan menawarkan, bukan juga memberikan pilihan. Tapi lebih ke memberitahu saja. Karena dapat Senja lihat Rafka sudah berhasil memesan satu porsi mie ayam di aplikasi hijau. Tidak perlu menanyakan alamat sekarang. Aplikasi itu langsung mendeteksi keberadaan nya dimana sekarang.

“Loh apasi! Kok main pesan tanpa persetujuanku?” Muka jengkel plus badmood Senja terpampang jelas sekarang.

“Kamu belum ada makan sekarang, Baso Aci mu ngga kamu makan. Jadi ganti baru, tunggu sebentar ya” Rafka berucap begitu lembut, tangannya terulur mengelus kepala Senja yang tertutupi Hijab.

“Ya, tapi” Rafka menggeleng tanda tak ingin di bantah “Kamu mau Zoom Meeting nanti, Right?” ah ia melupakan agenda nya itu sekarang. Tolong ingatkan dia untuk berterima kasih nanti. Senja melirik ke mangkok Baso Acinya, dan Rafka menyadari hal itu.

“Ini biar aku yang makan, biar ngga mubadzir” tangannya meraih sendok, Senja terbelalak kaget. Laki-laki ini kelakuannya tak tertebak.

Dengan cepat Senja menahan tangan yang hampir terangkat “Eh, ngapain sih. Jangan lah. Sudah ngga layak makan itu, liat penampilannya gitu” merampas kembali sendok nya dan menaruh di mangkok. Tidak sampai di situ Senja bahkan mengangkatnya ke dapur.

Tidak lama, Senja sudah kembali membawa mangkok dan sendok yang sama seperti tadi. Yang membedakan keadaan mangkok itu sudah bersih dari Baso Aci.

“Kamu buang?” Tanya Rafka dan di angguki Senja, perempuan itu mengambil beberapa tisu guna mengelap mangkok yang masih ada sisa-sisa air.

“Kamu bilang ngga bisa nyuci piring?” Goda Rafka, Senja mendelik “ini kan mangkok, bukan piring” balasnya sengit memancing tawa Rafka. Bukan Rafka saja, tapi satu ruangan itu ikut mengalihkan perhatian ke mereka berdua.

“Si pasangan baru, dari tadi sibuk debat mulu. Asik berdua kita di anggap batu bergerak” Mulut Yudha nih sebelas duabelas dengan Riri. Makanya mereka cocok, sama-sama petasan.

“Oneng, Batu bergerak” Riri tersedak, untungnya tak separah Senja tadi. Terlihat Riri sudah melayangkan pukulan cukup keras di punggung Yudha.

“Wajar, mereka masih baru. Nanti kaya kalian berdua. Hantam-hantaman” komentar Dara dan dibenarkan yang lain.

Rafka dan Senja saling memandang, sepertinya tidak. Rafka bukan tipe pembalas seperti Yudha dan Wisnu. Seharusnyakan? Senja memandang getir.

“Hayoloh, Ka! Senja keberatan tuh kalau kamu begitu” Senja menatap tajam Wisnu. Ada lakban ngga sih? Senja butuh buat bungkam mulut Abangnya sekarang juga.

“Ngga boleh natap Abang begitu” Rafka mengusap pelan wajah Senja. Benar ampuh, tapi pindah ke Rafka “Kok bela Abang?” Pria itu menggaruk kepalanya tak gatal, kok ya jadi serab salah gini?

“Permisi, Food!”

“loh, siapa yang pesan makanan lagi?” Luna bertanya, suaminya menunjuk ke arah Rafka”

Rafka menjentikkan jarinya. “Makanan kamu sudah sampai, sebentar ya aku ambil dulu” Ayo berucap terima kasih dan beri tip banyak buat kurir nya. Karena berhasil menyelamatkannya dari pertanyaan Senja.

“Ini bayarannya. Kembaliannya ambil saja, anggap THR di lebaran ini. Makasi ya mas” mendapatkan pesanannya, Rafka membawanya masuk dan langsung menyerahkan ke Senja yang sudah menatapnya penuh binar. Lebih tepatnya ke kantongan Mie Ayam, bukan dirinya.

“Lah, ganti makanan dia” Dara tertawa. Senja sendiri tak memperdulikan Kakak Sepupunya itu. Mie ayam di depannya lebih menarik sekarang.

Mie ayam itu sudah siap di makan sekarang, satu suapan sendok Senja arahkan ke depan mulut Rafka. Niat awalannya ingin menolak, tapi tidak jadi karena Senja sudah melototkan matanya. Jadi Rafka menerima suapan itu, kapan lagi gadis itu mau menyuapinya kan?

“Gimana, enak kan?” Senja juga mulai menyuapkan untuk dirinya sendiri, tidak mempermasalahkan sendoknya bekas Rafka. Toh yang di rasa Mie ayamnya kan?

Rafka tersenyum melihat Senja makan dengan lahap. Sesekali kembali menyuapkan nya lagi, mulai dari pentolannya, daging ayamnya sampai hanya mie nya saja. Yang gadis manis itu mau Rafka dapat merasakannya semua. Dan Rafka menerima itu dengan senang hati. Baru setengah hari ini ia membersamai kegiatan Senja dan ia sudah menemukan Ragam Senja. Sifat dan sikap yang susah buat di tebak tapi pria itu menikmatinya.

1
Senja Susanti
sama namanya seperti namaku
Aksara Nirmaya: hihii halooo kak Senjaa🤗
total 1 replies
Irma Nsyah
semangat nulisnya 😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!