Indonesia
NovelToon NovelToon
Malam Rahasia Tuan Viktor

Malam Rahasia Tuan Viktor

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Romansa
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Julian_06

Pernikahan Anne Avantie Anderson dan pria yang dicintainya batal secara sepihak setelah keluarga sang kekasih menolak hubungan mereka. Di tengah keputusasaan, Anne mengikuti rencana adik sepupunya untuk membuat Davin datang menjemputnya. Ia sengaja pergi ke sebuah bar dalam keadaan mabuk, berharap pria yang masih dicintainya itu akan membawanya pulang dan kembali melanjutkan pernikahan mereka.

Namun, malam yang seharusnya menjadi jalan untuk menyelamatkan hubungannya justru berubah menjadi awal dari kehancuran hidupnya.

Anne terjebak dalam rencana adik sepupunya sendiri dan mendapati dirinya harus menghabiskan malam bersama seorang pria yang tidak pernah ia kenal sebelumnya. Saat itulah ia menyadari bahwa selama ini dirinya telah menjadi korban dari kejahatan dan tipu daya sang adik sepupu.

Fitnah, kesalahpahaman, dan berbagai masalah yang menimpanya perlahan berubah menjadi aib yang membuat Anne memilih meninggalkan kota dan memutus semua hal yang mengingatkannya pada malam itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julian_06, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa Yang Melapor?

Anne baru saja menuruni taksi yang mengantarnya pulang, dia mengeluarkan uang pas dan membayarnya.

Lalu masuk ke dalam lift menuju huniannya.

Tidak berselang lama lift tiba, pintunya

terbuka ia pun segera masuk ke dalam kamar.

Saat ini sudah pukul sepuluh malam, namun cahaya di ruang depan huniannya tampak masih menyala jika seharusnya bibi Nora telah memadamkan lampunya saat anak-anak sudah tidur.

Anne membuka pintu ketika itu ketiga

anaknya langsung berlari dan memeluk kakinya.

"Matteo, Marco, Marcella... kenapa kalian belum tidur?" Anne yang heran lalu di kejutkan dengan seseorang yang nampak menunggu di ruang tamu.

"Max? Kamu ada disini?"

Pria itu mengangguk segera menghampiri Anne, "ya, Anne."

"Uncle Max yang sudah menemani kita

sebelum mami pulang." ujar Matteo menoleh menatap pria itu.

Anne terhenyak ketika mengetahui itu, dia lalu menatap Max.

"Aku kesini karena bibi Nora menghubungiku dia bilang kamu sedang

makan dengan rekan kantornya, jadi aku

sengaja kesini untuk menemani mereka." Terangnya.

"'Ah, kamu tidak perlu repot-repot melakukan ini Max, sudah ada bibi Nora yang menjaga mereka."

Max tahu, tapi sebenarnya ada tujuan lain ketika ia datang kesini.

"Aku sekalian ingin berbicara denganmu."

kata Max.

Anne memahami maksudnya dia lalu menunduk menatap ketiga anaknya dan

menyuruhnya masuk ke kamar mereka, "Matteo, Marco, Marcella, kalian masuk ke kamar dulu ya, nanti mami akan menyusul."

"Ya, mami." sorai ketiga anak itu bersamaan.

Anne tersenyum melihat mereka yang menurut.

la lalu meminta Max untuk duduk kembali.

"'Apa yang ingin kamu bicarakan apa ini mengenai ayahku?"

"Bukan Anne, tapi ini tentang Imelda, apa dia sudah memperlakukanmu buruk?"

Anne kaget, tapi kemudian menggeleng,

"tidak. Memang kenapa?" ia tahu kekhawatiran Max hanya saja ia ingin mendengar sendiri darinya tentang hubungan Imelda dengannya.

"Syukurlah, aku hanya takut dia memperlakukanmu buruk saat tahu kamu dekat denganku."

"Kalian berpacaran?"

"Tidak-tidak, kamu jangan salah paham, aku sama sekali tidak menyukai Imelda, tapi dia bisa mengacaukan siapapun yang menurutnya telah mengganggunya." Terangnya.

Anne menghela nafas, "kamu tidak usah

khawatir, aku akan baik-baik saja. Aku tidak takut sama sekali jika dia akan mengacaukan ku di kantor, karena selagi bukan tuan Viktor sendiri yang memecatku dia tidak akan berpengaruh. Bukankah dia hanya karyawan biasa sama sepertiku?"

Max menatap Anne betapa kini gadis itu telah berubah sepenuhnya, dulu dia hanya gadis manja yang butuh perlindungan namun kini dia telah sanggup melindungi dirinya sendiri juga bahkan melindungi ketiga anaknya.

Ternyata perjalanan hidup telah membawa banyak pelajaran untuknya.

Max tersenyum, "aku juga sudah berjanji

pada diriku jika aku akan melindungimu

sebisaku."

Betapa Anne terharu, meski ia telah kehilangan keluarga aslinya, tapi Max selalu menunjukan kepeduliannya seperti seorang saudara kandung.

Anne langsung merentangkan tangannya dan memeluk pria itu, begitu juga Max yang membalas pelukan itu seperti seorang kakak yang ingin melindungi adiknya.

***

Pagi ini Anne terbangun dia segera mengecek ponselnya, sejak semalam dia tidak dapat tidur tenang karena terus menunggu transferan dari pria itu, ketika itu matanya yang masih sipit segera melebar ketika mendapat transferan dengan jumlah yang fantastis menurutnya, uang kisaran dua puluh juta masuk ke rekeningnya, dia sangat senang, setidaknya kini ia telah memiliki penghasilan sampingan tidak hanya dari tempatnya bekerja, anggap saja ini adalah nafkah yang harus rutin di berikan pria itu kepada anaknya.

Dengan perasaan yang berbunga ia segera menelpon pria itu.

Sementara Viktor yang masih terlelap di

balik gulungan selimut berdecak mendengar bunyi ponselnya mengganggu, sejenak suara itu berhenti namun tak lama berbunyi lagi, dia makin kesal dan meraih benda itu, ketika ingin mematikannya dia melihat nama gadis itu di sana, segera ia mengangkatnya.

"Halo!"

"Aku sudah menerima transferan darimu,

Terima kasih," ucap Anne dengan suaranya yang masih serak khas bangun tidur.

"Iya, sama-sama." dia mendengar nada

sumringah dari gadis itu, hal ini malah membuat moodnya berangsur baik.

"O iya, apa saja kegiatanmu hari ini?"

tanya Anne.

Viktor memutar bola matanya, "'melayani pelanggan. Kenapa?"

Anne merasa sumringah mendengar pria itu sangat pekerja keras.

"Baiklah, baik, kalau begitu tetap semangat ya. Aku akan membelikanmu obat kuat nanti supaya kamu tahan lama." kata Anne.

Viktor menyipitkan mata mendengarnya, tenggorokannya langsung terasa kering setelah mendengar perkataan Anne, "iya, tapi aku harus mencoba kekuatan itu padamu." ledeknya dengan suara dingin.

Hah!

Anne tercengang, tak habis pikir.

"Tidak, jangan aneh-aneh." elaknya dengan wajah masam.

Viktor mendesahkan nafasnya karena wanita ini hanya jago kandang menurutnya.

"Oh iya, aku ingin bertanya padamu, bagaimana semalam kamu bisa mengenaliku?"

"Aku melihat ada tatto di punggungmu."

balas Anne.

"Jadi kamu tidak tahu wajahku."

"Tidak, tapi aku mencium wangi sandalwood yang sama di malam itu dari

tubuhmu." ucapnya terus terang.

"Benarkah, lalu bagaimana jika kamu tak

hanya sedang mencari satu pria saja?"

"Tidak, aku hanya pernah tidur sekali saja

denganmu." ucap Anne spontan tapi kemudian ia menutup mulutnya.

Betapa pipinya kini tengah merona. Ia telah seolah mengakui jika hanya pria itulah satu-satunya yang menyentuhnya sepenuhnya.

itupun Viktor dia langsung terdiam.

Tapi satu sudut bibirnya terangkat.

"Ah, yasudah sebaiknya kamu bersiap-siap saja untuk melayani pelangganmu lagi, aku juga akan bersiap-siap untuk pergi ke kantor. Bye," kali ini Anne yang mengakhiri sambungan itu, karena sekali lagi ia adalah bos, dan bos memiliki kekuasaan lebih pada bawahannya.

Dia tersenyum hari ini dia merasa menerima suntikan semangat dari transferan itu, ia pun segera bangkit untuk membuatkan makanan bagi ketiga anaknya.

Sementara itu Viktor mendesahkan

nafasnya, "dasar wanita gila, sangat senang sekali jika aku bekerja keras untuknya." Namun anehnya pun dia segera bangkit dari tempat tidur seolah semangat untuk melakukan pekerjaannya hari ini, padahal ini masih sangat pagi masih waktunya untuk ia tidur di hari biasanya.

Tapi ia sangat semangat seolah ada yang ingin segera dia lihat hari ini.

***

Anne menatap sebuah mobil terparkir di

bawah, tidak lama Max menghampirinya

yang menggandeng ke tiga anaknya.

"Max apa kamu ingin menjemputku?" tanya Anne terus terang.

"Tidak hanya menjemputmu saja, tapi

juga ingin mengantar anak-anak." sahutnya.

"Tidak usah repot-repot Max, aku bisa

mengantar mereka dengan naik taksi." 'ujar Anne yang tak enak hati.

"Tidak apa, tidak perlu kamu pikirkan. Ya

sudah ayo sekarang kalian masuk." Max

langsung membuka kan pintu mobilnya tanpa berpikir lama.

Dan menggiring Marcella, Marco dan Matteo masuk ke dalam.

Anne memangku Marcella di bangku depan samping Max.

Matteo dan Marco duduk di bangku belakang bersama bibi Nora.

Mobil itu pun melaju.

Mereka tiba di depan halaman sekolah, Anne lagi-lagi turun mengantar mereka sampai ke depan kelas.

"Kalian yang semangat ya sekolahnya." ujarnya lalu menciumi pipi mereka, namun Matteo menolak ia merasa dirinya sudah besar untuk di cium di depan teman-temannya yang lain.

"Mami, aku sudah besar." ujar Matteo.

Anne terharu, ia pun memberi pengertian dan memilih menepuk bahunya sebagai cara komunikasi kepada Matteo yang cukup dewasa.

"Mami tidak menyangka jika anak mami sudah besar." ujar Anne, sesungguhnya ia

semakin khawatir jika anaknya cepat besar dan ia akan kehilangan momen emas seperti ini.

la belum puas menciumi mereka menggendong mereka tapi Matteo sudah sedewasa ini.

"Yasudah mami tinggal kerja ya, kalian sama bibi Nora," kata Anne saat ketiga anaknya memasuki ruangan.

Anne pun segera berbalik ke mobil.

"Mereka adalah anak yang baik dan menggemaskan, ku yakin banyak orang yang menyukainya." kata Max.

"Ya." Anne melengkungkan senyum.

Mobil pun melaju, di sepanjang jalan hening hanya di isi oleh suara lalu lalang.

Entah pikiran Max telah melanglang buana hingga ia bersuara, "Anne, apa kau tak berkeinginan untuk mencarikan ayah untuk mereka?" tanyanya dengan suara lirih.

Anne yang tengah menatap fokus melihat kendaraan di luar pun menoleh, "gimana? maaf aku tidak dengar."

Max malah merasa lega jika Anne tak

sempat mendengar pertanyaannya, bagaimanapun pertanyaan itu sangat tidak sopan dan menyinggungnya meski hatinya penasaran dan kasihan pada Anne yang sudah bekerja keras sendiri, ia ingin Anne diam di rumah dan fokus pada ketiga anaknya serta kehidupan di rumah saja.

"Tidak, lupakan." sahutnya.

Anne menatap heran gelagat sahabatnya itu.

***

Setibanya di kantor, Anne dan Max berpisah ke ruangan masing-masing.

"Selamat bekerja, jika ada apa-apa bilang

denganku." kata Max ketika mereka berpisah di luar pintu lift.

Anne pun mengangguk, "baiklah" dan berjalan berjalan menuju ruangan nya,

dan menghampiri salah satu bilik tempatnya bekerja.

Sejujurnya dia harap-harap cemas, karena kejadian semalam, meski ia berusaha memberanikan diri tetap saja ada jiwa-jiwa ketakutan yang muncul.

Semua ini membuat dia panas dingin.

Hingga akhirnya ia tiba di tempat duduknya.

"Pagi, Anne." Alista menyapa.

"Pagi juga." dia mebalas sambil melepas tasnya menaruh ke meja.

Saat itu pandangannya tak sengaja menoleh ke arah lain dan terkejut melihat bangku Imelda kosong.

"Apa Imelda e tidak masuk?"

"Kabarnya dia di pindah ke divisi yang

lebih rendah," ucap Alista berbisik.

Anne tercengang, "bagaimana bisa? Bukankah dia senior disini?"

Alista merentang kedua telapaknya ke samping memberi isyarat tak tahu.

"Presdir kita adalah orang yang tegas Anne, barang kali dia sudah menerima laporan jika Imelda selama ini bertindak senioris pada kita."

"Aku malah senang jika ini terjadi, divisi

kita jadi lebih tentram." imbuhnya dengan berbisik.

Anne juga merasa begitu, hanya saja dalam hatinya ia heran.

Siapa yang sudah berani melapor pada presdir nya yang menyeramkan itu?

1
Resume
baguss
Lian_06: Thanks ya ,rating dan komentar nya😃, nantikan update cerita ini ya, jangan lupa tinggalkan jejak disetiap babnya agar semakin semangat Authornya😉😄
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
dimana² uang lebih berkuasa 🤭 sebaiknya kamu jujur ke Viktor kalo ada 3 buntut krn kejadian itu biar anak²mu ada yg melindungi nya
𝐀⃝🥀Weny
heem.. the power isi money /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
𝐀⃝🥀Weny
issshhh... licik banget si Victor 😏🤣🤣
𝐀⃝🥀Weny
🤣🤣🤣si Victor moduuuus... bilang aja kangen🤣🤣🤣🤣
𝐀⃝🥀Weny: iya, mau ketemu aja cari² kesalahan Anne 😅🤣🤣🤣
total 2 replies
Mita Paramita
rasain tuh Anne dikerjain Viktor 🤣🤣🤣
Mita Paramita
salah paham lagi nih Viktor ke anne🤣🤣🤣 kapan ketahuan ny sih Anne dan kapan Viktor ketemu anaknya
Mita Paramita
anne polos banget ketemu Viktor ga pernah liat wajah ny 🤣🤣🤣 Viktor pake topeng
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
kamu itu jgn polos² amat jd orang 🤦‍♀️ jgn mudah percaya orang lain meski itu rekan kerja mu sendiri
Mita Paramita
anne terlalu polos gampang gak enakan di pergaulan teman teman ny🤣🤣🤣 untuk ada Viktor nih 🫡
Lian_06: Kadang terlalu baik malah dimanfaatin 😭
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
emang triples anaknya viktor 🤭 ajak triples ke kantor biar ketemu daddy nya
Lian_06: Thanks ya udah mampir baca🤗😄. Ajak triplets nya nanti biar makin suprise buat Daddy Viktor 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
rasain tuh Imelda makanya jangan senioritas🤣🤣🤣kalo udah ketauan rugi sendiri kn 🫡
Lian_06: Bener banget tuh, aku jujur kesel juga🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!