Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem Om Level Dewa

Sistem Om Level Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Hidup tenang Bayu sebagai karyawan sekaligus selebgram hancur seketika saat ia harus mengasuh enam keponakan perempuannya yang super aktif. Namun, kemunculan "Sistem Om Level Dewa" mengubah segalanya dengan menjanjikan kekayaan tak terbatas asalkan ia berhasil membuat para keponakannya bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Tit tit tit.

Beberapa pengunjung toko lain sampai berhenti melangkah untuk melihat aksi pemborongan gila-gilaan tersebut.

"Gila, bapak itu pasti seorang pengusaha kaya raya yang sedang memanjakan anak-anaknya."

"Lihat saja barang yang dia beli, semuanya barang impor edisi terbatas yang harganya puluhan juta."

Bayu mendengar bisikan orang-orang di sekitarnya namun dia hanya membalasnya dengan senyuman santai.

Dia sangat menikmati sorotan dan pujian tidak langsung dari orang-orang yang tidak dikenalnya itu.

"Total seluruh belanjaan Anda hari ini adalah seratus empat puluh lima juta rupiah Tuan," ucap kasir itu dengan suara sedikit bergetar.

Bayu mengangguk pelan lalu merogoh saku jasnya untuk mengambil Kartu Blackcard andalannya.

Srek.

Bayu menggesekkan kartu hitam legam itu ke mesin pembayaran yang ada di atas meja.

Mesin itu memproses pembayaran dalam waktu kurang dari dua detik tanpa ada hambatan sama sekali.

"Pembayaran berhasil Tuan, terima kasih banyak telah berbelanja di Kidz Paradise hari ini."

[Ding!]

[Tuan telah berhasil membuat keenam keponakan merasa sangat bahagia dan diperlakukan seperti tuan putri.]

[Poin Kasih Sayang Keponakan bertambah 15 Poin.]

[Total Poin Kasih Sayang saat ini: 35/100 Poin.]

[Bonus Misi: Uang tunai sebesar tiga ratus juta rupiah telah ditransfer ke rekening Tuan.]

Bayu tersenyum sangat lebar mendengar notifikasi dari sistem yang selalu memanjakannya dengan uang tunai itu.

"Menghabiskan uang seratus juta lalu mendapatkan gantinya tiga kali lipat, ini benar-benar bisnis yang luar biasa."

Bayu meminta bantuan beberapa pegawai toko untuk membawakan seluruh mainan itu ke mobilnya.

Mereka berjalan keluar dari toko dengan perasaan sangat puas dan perut yang mulai keroncongan.

"Nah karena kita sudah selesai memborong mainan, sekarang waktunya kita mencari restoran untuk makan siang."

"Rara mau makan daging ayam yang dibakar pakai kecap manis Om!" teriak Rara antusias.

Bayu tertawa pelan dan mengangguk setuju dengan usulan Rara tersebut.

Saat mereka sedang berjalan santai di tengah koridor mall, sebuah insiden kecil tiba-tiba terjadi.

Bruk. Bayu tidak sengaja menabrak bahu seorang wanita yang sedang berjalan terburu-buru dari arah berlawanan.

Tas belanjaan dari tangan wanita itu terjatuh ke lantai dan isinya sedikit berserakan.

"Astaga maafkan saya, saya tidak memperhatikan jalan tadi," ucap Bayu dengan panik.

Bayu langsung berjongkok untuk membantu memungut barang-barang wanita tersebut.

"Tidak apa-apa Mas, saya yang salah karena berjalan sambil menelepon tadi," balas wanita itu dengan suara yang sangat lembut.

Suara itu terdengar sangat familiar di telinga Bayu hingga membuat gerakan tangannya terhenti sesaat.

Bayu perlahan mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah wanita yang ditabraknya itu.

Rambut hitam lurus yang sebahu, mata cokelat yang indah, dan senyuman tipis yang sangat menawan.

Waktu seakan berhenti berputar selama beberapa detik saat pandangan mereka berdua bertemu.

"Bayu? Kamu Bayu Pratama anak fakultas sastra kan?" tanya wanita itu dengan nada sangat terkejut.

Bayu menelan ludahnya dengan susah payah karena jantungnya mendadak berdetak dua kali lipat lebih cepat.

"A-Alya? Alya Nadhira?" sebut Bayu dengan suara sedikit tertahan.

Wanita cantik di depannya itu adalah Alya Nadhira, gadis pujaan hatinya semasa kuliah dulu yang tidak pernah berani dia tembak.

Alya tersenyum sangat manis hingga menampilkan lesung pipi di sebelah kirinya.

"Ya ampun Bayu, sudah lama sekali kita tidak bertemu sejak acara wisuda waktu itu ya."

"Kamu terlihat sangat berbeda sekarang, kamu terlihat jauh lebih tampan dan dewasa."

Wajah Bayu langsung terasa panas mendengar pujian langsung dari wanita yang pernah mengisi mimpinya selama bertahun-tahun itu.

"Ah masa sih, kamu juga semakin cantik Alya, rasanya seperti melihat bidadari turun dari eskalator mall."

Alya tertawa pelan mendengar gombalan murah namun tulus dari Bayu tersebut.

Sinta yang berdiri tidak jauh dari mereka langsung memicingkan matanya dengan penuh rasa curiga.

Dia sengaja berdeham sangat keras untuk memecah suasana romantis yang mulai terbangun itu.

Ehem.

"Om Bayu, Tante cantik ini siapa? Apakah dia pacar baru Om pengganti Tante nenek sihir kemarin?"

Pertanyaan polos dari Sinta sukses membuat wajah Bayu dan Alya memerah seketika.

Bayu segera berdiri dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dengan salah tingkah.

"Sinta jaga bicaramu, ini Tante Alya teman satu kampus Om dulu sewaktu masih kuliah."

Alya menatap keenam gadis kecil yang berdiri di belakang Bayu dengan pandangan takjub.

"Bayu, ini semua anak-anakmu? Kapan kamu menikah kenapa aku tidak diundang?" tanya Alya terkejut.

"Bukan Alya, ini semua keponakanku anak dari Mbak Rini kakak perempuanku."

"Aku sedang ditugaskan untuk mengasuh mereka semua selama sebulan penuh karena kakakku sedang dinas."

Alya menganggukkan kepalanya pelan sambil menatap Bayu dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Syukurlah, aku kira kamu sudah menjadi bapak beranak enam di usiamu yang masih sangat muda ini."

"Kamu hebat sekali ya Bayu mau mengasuh enam anak perempuan sekaligus, pasti sangat merepotkan."

Bayu membusungkan dadanya sedikit mencoba untuk terlihat keren di depan Alya.

"Tidak repot sama sekali kok, aku sangat menikmati peranku sebagai paman yang baik hati ini."

"Om bohong Tante, kemarin malam saja Om menangis meratapi nasib karena diputuskan pacarnya," celetuk Kania tiba-tiba.

Bayu langsung memelototi Kania memberikan isyarat agar gadis kecil itu segera menutup mulutnya.

Alya kembali tertawa pelan mendengar rahasia memalukan Bayu yang dibongkar oleh keponakannya sendiri.

"Jadi kamu baru saja putus cinta ya Bayu? Kasihan sekali paman yang baik hati ini."

"I-itu hanya salah paham Alya, mantan pacarku itu memang wanita yang tidak tahu diuntungkan," elak Bayu terbata-bata.

Alya mengulurkan tangannya dan menepuk bahu Bayu dengan sangat lembut.

"Tidak apa-apa Bayu, setiap orang pasti pernah mengalami patah hati dalam hidupnya."

"Kebetulan aku juga baru saja putus dari tunanganku bulan lalu karena masalah perbedaan prinsip."

Mata Bayu langsung berbinar cerah mendengar informasi penting yang sangat menguntungkan tersebut.

"Di dalam hati Bayu bersorak gembira mengetahui bahwa jalan menuju hati Alya kini terbuka sangat lebar."

"Oh begitu ya, maaf aku tidak tahu kalau kamu juga sedang bersedih Alya."

"Kalau kamu tidak sibuk, bagaimana kalau kita makan siang bersama sekarang?" ajak Bayu memberanikan diri.

Alya melirik jam tangan peraknya dan terlihat sedikit menyesal.

"Maaf ya Bayu aku tidak bisa hari ini karena aku harus segera kembali ke kantor sekarang."

"Jam istirahatku sudah hampir habis dan bosku sangat galak jika aku datang terlambat."

Bayu merasakan sedikit rasa kecewa namun dia berusaha menyembunyikannya dengan senyuman.

"Tidak apa-apa Alya aku mengerti kok, bos di kantorku juga sangat menyebalkan persis seperti itu."

"Kalau begitu bagaimana kalau kita bertukar nomor ponsel agar bisa mengobrol lagi nanti?"

Alya tersenyum cerah dan segera mengeluarkan ponselnya dari dalam tas.

"Tentu saja boleh Bayu, aku juga ingin banyak bertukar cerita denganmu setelah sekian lama."

Mereka berdua akhirnya saling menyimpan nomor ponsel satu sama lain dengan perasaan yang sangat gembira.

Alya melambaikan tangannya kepada Bayu dan keenam keponakan itu sebelum berjalan pergi.

"Sampai jumpa lagi Bayu, dadah anak-anak cantik semoga hari kalian menyenangkan ya."

"Dadah Tante Alya yang cantik, nanti main ke apartemen Om Bayu ya!" balas anak-anak itu serempak.

Bayu terus menatap punggung Alya yang semakin menjauh hingga menghilang di balik kerumunan orang.

"Ternyata keajaiban sistem ini bukan hanya memberikanku uang, tapi juga mendekatkanku kembali pada jodoh sejatiku."

Sinta kembali menyenggol pinggang Bayu dengan sikunya.

"Awas air liurnya menetes Om, Tante Alya sudah pergi jauh tidak usah ditatap terus seperti itu."

Bayu tertawa lepas dan langsung menggendong Rara ke atas pundaknya dengan penuh semangat.

"Hari ini benar-benar hari yang sangat sempurna Sinta, ayo kita rayakan dengan makan daging bakar paling mahal di mall ini!"

1
Adelina Lin
thor,gimana ibunya anak anaknya gk diceritakan lagi
kiyoe: heheh iyaa nanti muncul kok kak ibu dari keenam anak² itu 🙏
total 1 replies
Wega Luna
yu, ponakan2 mu itu bisa dibuat model juga🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
apa gunanya sistem kalo tidak memberi peringatan, jangan sampai lah terjebak terlalu jauh ,semoga ketahuan,
Adelina Lin: thor jangan sampai rencana busuknya si vanya terlaksana, kasihan bayu dan keponakannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!