Indonesia
NovelToon NovelToon
Dibalik Cadar Yang Tersembunyi

Dibalik Cadar Yang Tersembunyi

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Wanita Karir / CEO / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Menyembunyikan Identitas / Chicklit
Popularitas:66.6k
Nilai: 5
Nama Author: Cuneng Husna

Evelyn harus menelan rasa pahit saat mengetahui calon suaminya yaitu Arkam Al-gifari telah membawa seorang gadis seksi kedalam kamar hotelnya.

isu saat Akram membawa gadis itu kini telah menyebar dan telah sampai di telinga kedua pihak keluarga.

ada rasa ketakutan di hati gadis cantik itu jika suatu hari gadis yang bersama Akram itu akan menemuinya dan merebut calon suaminya, sehingga pernikahan mereka terancam di batalkan.

Namun setelah satu tahun pernikahan mereka dilanda konflik dan kecemburuan yang membuat Evelyn meninggalkan Akram dan memulai kariernya sebagai disainer.

Hingga 5 tahun telah berlalu, mereka kembali di pertemukan saat kedua perusahaan mereka akan menjalani kerjasama.

Akankah evelyn akan kembali bersama Akram?
nantikan kisah selanjutnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cuneng Husna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 10

" Evelyn, " panggil Akram.

" heemp, "

" apa seperti ini pakaian mu selama ini? " tanya Akram penasaran, pasalnya ini kali kedua Akram melihat Evelyn dengan dress mininya.

Evelyn mendongkak menatap Akram, apa yang di pikirkan pria itu? kenapa Akram bisa-bisanya berpikir jika dirinya selalu berpakaian mini seperti ini. " maksud ustadz apa? "

" aku hanya bertanya saja, ini kali kedua aku melihatmu seperti ini, " Akram menjeda ucapannya, " ya walaupun kali ini lebih extreme, " pungkas Akram.

Evelyn menatap dirinya yang memang tengah memakai dress mini yang di belinya beberapa waktu lalu, namun Evelyn baru pertama memakai pakaian seperti ini. biasanya Evelyn akan memakai dress di bawah lutut, dan bagian dadanya tak pernah se ekspos saat ini.

" jangan berpikir karena aku sekarang memakai baju seperti ini ustadz kira semua bajuku seperti ini? tentu saja tidak, meskipun papah sama mamah tak melarangku memakai dress mini, tapi bukan berarti aku harus memakai dress seminim ini jika keluar, " ucap Evelyn.

Akram tersenyum, dalam hatinya ia merasa lega dengan jawaban Evelyn, meskipun ada rasa kecewa dengan penampilan Evelyn di masa lalunya. Akram terkekeh ia pikir istrinya seorang ustadzah sejak dahulu, namun ternyata istrinya hanyalah gadis polos yang baru saja belajar menutup auratnya.

" kenapa ustadz tertawa? apa ustadz sangat suka menertawakan ku? " tanya Evelyn.

dengan cepat Akram menggelengkan kepalanya, " tidak, aku hanya salah mengira saja. " jawabnya singkat.

Evelyn megatupkan bibirnya cemberut, tak suka dengan jawaban Akram namun juga tak bisa protes, keberaniannya selalu hilang di depan Akram.

Suasana hening kembali, tak ada pembahasan apapun di antara keduanya. Mereka saling terdiam dengan pikirannya masing-masing. Akram yang terus saja memandangi wajah cantik istrinya dan tak ingin melepaskan pandangan yang menurutnya langka. sedangkan Evelyn yang menyadari tatapan Akram kini tertuju pada belahan dadanya, dengan cepat menutupi bagian dadanya yang terekspos dengan bantal sofa, sehingga membuat Akram terkekeh di buatnya.

" kau tahu, meskipun tidak ada siapapun di rumah dan kau hanya sendirian, bukan berarti kau harus membuka auratmu seperti itu. Ingatlah tak hanya kau yang tinggal di rumah ini. ada beberapa makhluk lain yang juga tinggal disini. " ucap Akram.

Mendengar ucapan Akram membuat nyali Evelyn semakin ciut, ia mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru. pikirannya kini dihiasi dengan adegan horor yang ada di dalam film. Reflek Evelyn menggeser duduknya hingga berdekatan dengan Akram. Evelyn tak sadar jika antara dirinya dengan Akram tak. ada celah sedikitpun.

" apa ada hantu disini ustadz? " tanya nya polos dengan pandangan matanya yang seolah mencari sesuatu.

" mungkin, " ucap Akram bohong. Akram ingin mengetahui apa yang akan di lakukan istri kecilnya jika dia mengatakan hal itu padanya.

Benar saja, Evelyn yang takut dengan kata hantu semakin menempel saja pada Akram, Evelyn menggandeng tangan Akram,tapi matanya terus menelisik seisi ruangan. Apa Evelyn tak sadar dengan apa yang di lakukannya saat ini membuat birahi Akram naik.

" apa kau takut? " tanya Akram, saat ini suaranya sudah berat menahan birahi nya.

" ustadz jangan menakutiku seperti itu. bagaimana kalau tiba-tiba hantu itu muncul saat kau tak ada, " ucap Evelyn dengan polosnya.

Akram terkekeh dalam hati, istrinya itu memang sangat polos. bahkan ia bisa takut hanya dengan menonton film horor di televisi yang jelas-jelas itu buatan manusia.

" tenanglah aku bersamamu, " ucap Akram meraih tangan Evelyn.

Ucapan Akram tak membuat Evelyn tenang seperti yang di harapkan, matanya terus saja berkeliling entah apa yang di cari gadis itu. pegangan tangannya pada Akram semakin erat seiring dengan pikirannya akan hal-hal gaib seolah-olah akan benar-benar terjadi.

Evelyn tak sadar jika Akram terus memandangi nya sejak tadi. Akram juga laki-laki normal bukan yang akan tergoda dengan penampilan sang istri yang sangat terbuka dan menggoda imannya, bagaimana jika Akram tidak menahannya?

" astaghfirullahalazim, " Akram mengusap wajahnya kasar.

Mendengar suaminya beristighfar seperti itu entah kenapa memebuat hatinya semakin gelisah saja. Evelyn pernah mendengar jika seorang ustadz bisa melihat makhluk gaib di sekitarnya. Pikirannya semakin melayang saja saat ini.

" aaaahhhh... " tiba-tiba saja Evelyn berteriak dan memeluk Akram, membuat Akram kaget bukan kepalang.

" ada apa? "

" hantu, ada hantu ustadz, aku takut. " ucap Evelyn di ceruk leher Akram.

Akram merasa tubuhnya bergetar saat ini, bulu kuduknya ikut merinding seiring suara hembusan napas Evelyn yang berada di ceruk lehernya. Akram merinding bukan takut dengan hantu, tapi yang membuat Akram merinding adalah hembusan napas Evelyn di ceruk lehernya dan sukses membuat Akram menahan birahi nya, napasnya semakin berat saat ini namun Akram masih bisa mengontrol dirinya.

" tak ada apapun Evelyn, itu hanya bayangan gorden saja. " ucap Akram.

Evelyn tidak percaya, dia memeluk erat suaminya. Tapi sedetik kemudian Evelyn baru sadar jika dirinya tengah memeluk Akram saat ini. Gegas Evelyn melepaskan pelukannya dan duduk agak menjauh dari Akram. " ma-maaf ustadz aku tidak sengaja " ucap Evelyn tanpa raa bersalah.

Akram menghembuskan napasnya, " kenapa kau takut seperti itu? bahkan aku belum selesai bicara, tapi kau sudah ketakutan seperti itu. " ucap Akram.

Evelyn menatap sinis Akram, " kenapa ustadz menakutiku seperti itu? "

Akram menggaruk kepalanya yang tak gatal, ia tak bermaksud menakuti Evelyn, Akram hanya ingin menjelaskan saja namun Evelyn sudah takut duluan. " maaf aku tidak bermaksud menakutimu seperti itu Evelyn, "

Evelyn memasang wajah cemberutnya yang membuat Akram semakin gemas padanya, ingin sekali Akram memangsanya. namun pikirannya masih waras saat ini, Akram masih bisa mengontrol dirinya.

" apa jangan-jangan itu hanya akal-akalan ustadz saja agar aku ketakutan dan memeluk ustadz. " tuduh Evelyn, entah dapat keberanian dari mana tiba-tiba saja Evelyn menuduh akram seperti itu.

" kenapa kau menuduhku seperti itu? " tanya Akram. " jika aku ingin, aku bisa memangsamu kapan saja Evelyn, kau istriku, halal bagiku untuk menyentuhmu. " ucapnya kemudian.

Reflek Evelyn menyilangkan kedua tangannya di dada. Benar apa yang di katakan Akram, dia adalah suaminya sekarang. jika dia mau, dia bisa melakukannya kapan pun dan Evelyn tidak bisa menolaknya. Sedikit banyak Evelyn juga tahu kewajibannya sebagai seorang istri.

Evelyn bangkit dan berjalan cepat menuju kamarnya. Tapi soalnya baru saja berjalan beberapa langkah tiba-tiba Evelyn kakinya terkilir.

" aaaaahhh.... "

Akram langsung menoleh dan cepat menghampiri Evelyn yang sudah terduduk di lantai.

" kenapa? "

" kakiku.. sakit.. aaahhh "

Evelyn memijat-mijat kakinya yang sangat sakit, terutama di bagian pergelangan. Dengan cepat Akram menggendong Evelyn dan membawanya ke kamar. Akram begitu lembut memperlakukan Evelyn, dengan hati-hati Akram mendudukan Evelyn di atas ranjang, lalu membuka sepatu hak tinggi Evelyn.

" kenapa kau memakai sepatu setinggi ini, jika sudah begini sakit kan? "

" kenapa kau memarahiku seperti itu? "

Akram menoleh, istrinya sudah menatapnya dengan wajah cemberut nya yang lagi-lagi membuat Akram gemas melihatnya.

" Maaf, aku hanya mengingatkan lain kali jangan memakai sepatu setinggi ini. "

" aaaahh... " Evelyn menjerit kala Akram menekan pergelangan kakinya.

" apa sakit? " tanya Akram.

Evelyn mengangguk mengiyakan.

" sepertinya kakimu terkilir, " ucao Akram berasumsi.

1
Nurlaela
lanjutt
Nurlaela
baru Nemu cerita ini .bagus mbk ... semangat selalu
Fitri ainin Ainin
apa evelyn gadis dihotel yang ditolong ahkram
Zila Aziz
Sudah tahu jasmine jenis nekat.. Masih juga si akram percaya
Zila Aziz
Luar biasa
Zila Aziz
Ah sedih
Ira Sulastri
Kejutan untuk Faisal😅🤣🤣
Ira Sulastri
Hadeeeeeeehhh Akram cari penyakit, bukan mau di temani Faisal. Semoga saja ada bukti penculikan dan saksi biar tuh si ular masuk bui😏
Cuneng Husna: wkwkwk.. sabar kak 😆
total 1 replies
Ira Sulastri
Kalau ijin untuk poligami jangan kasih ijin ya Evelyn, lebih baik kamu jujur dan ceritakan apa yg SDH Jasmine lakukan dan rencana kan. Memang kamu bs atasi tp alangkah baiknya di bahas bersama, di hadapi dan di atasi bersama
Jumiah: jangan ad yg disembunyikan
lebih baik terbukan .
itu lebih baik
total 2 replies
Mukmini Salasiyanti
Assalamu'alaikum
nyimak Thor
Cuneng Husna: waalaikumsalam terimakasih kakak
total 1 replies
Shion Fujino
Terima kasih untuk cerita yang luar biasa, tolong jangan berhenti!
Cuneng Husna: sama sama kak, terimakasih sudah mampir 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!