Indonesia
NovelToon NovelToon
Biografi Cinta Pria Miskin

Biografi Cinta Pria Miskin

Status: tamat
Genre:Menantu Pria/matrilokal / Anak Lelaki/Pria Miskin / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: Imran Setiawan24se

Imran setiawan, berusia sekitar 16 tahun salah seorang siswa yang baik, nan bijaksana. Berasal dari keluarga yang jauh dari kata kaya raya. Memiliki kemampuan hobi melukis, dan suaranya yang merdu membuat dirinya menjadi seorang laki-laki yang di gemari banyak wanita di sekolah. Namun demikian, hal tersebut tidak menjadikannya sebagai murid yang sombong. Meski dirinya jadi bahan incaran para gadis di sekolah, ia tetap bersikap acuh nan dingin sampai pada suatu ketika dirinya bertemu dengan seorang gadis yang membuatnya terpukau dan mulai jatuh cinta.


```Ingin tahu siapa gadis tersebut?, dan dapat kah imran menaklukkan hatinya?. Yuk, simak cerita ini dan dukung terus novel ini agar dapat terus update dengan cerita-cerita serunya.``

...°°SILAHKAN MEMBACA°°...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Imran Setiawan24se, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 10. "Perpustakaan"

       "Enak aja lu kalau ngomong.!" Balas Ririn semakin kesal.

       "Tapi tunggu deh Rin, kok hari ini Cici beda banget ya. Nggak seperti biasanya, seorang Cici yang mulanya songong abis, dan nggak mau kenal sama cowok miskin, eh sekarang mala ngebelain si Imran cowok miskin itu.!" Seru Lina dengan mulutnya yang lantam.

       "Eh bagus sedikit lu ngomong nya ya Lin!?" Balas Cici emosi.

       "Tau tu si Cici!, kagak asik macam dulu!". Timpal lagi Ririn.

      "Kalian berdua ya... Kalau nggak tau apa-apa mendingan kalian diam aja la dari pada tu mulut gua lempar pakai sepatu gua!." Ancam Cici kepada kedua temannya.

      "Udah la uda Lin, percuma kalau ngomong sama dia.!" Ujar Ririn menyudahi percekcokan mereka.

       "Eh kalian bertiga bisa diam nggak!? Bising...!" Teriak salah satu siswa bernama Rio.

        Sedikit info. Rio ini adalah ketua kelas di lokal 10 A dengan wajah nya yang terbilang tampan, gagah, dan tegas itu sebabnya mengapa Rio di angkat menjadi ketua kelas.

        Selang beberapa waktu lamanya, Bu Tantri pun kembali masuk ke dalam kelas guna melanjutkan materi selanjutnya.

       "Gimana?... Capek..!?" Tanya Bu Tantri dengan gaya bicaranya yang sedikit tinggi.

       "Hehe iya ni Bu, capek. Pegel...." Jawab Lina dengan wajahnya yang idiot.

       "Itu rasakan!, siapa suruh nggak ngerjain tugas sekolah!?." Kata Bu Tantri cuek.

       "Iihk Ibu mah.." Jawab Lina dengan mulutnya yang mencucut.

       "Baiklah anak-anak silahkan buka buku catatan kalian, Ibu ingin liat siapa yang tidak mencatat lagi." Perintah Bu Tantri sembari berjalan perlahan menghampiri murid-murid nya satu demi satu.

       Setelah selesai mengecek, Bu Tantri akhirnya kembali duduk tempat singgah sananya seraya berkata;

       "Ok anak-anak setelah Ibu lihat ternyata anak-anak Ibu semua penurut dan patuh. Nggak seperti teman kalian bertiga ini!, pemalas!." Sindir Bu Tantri kepada Cici dan ke dua teman sejolinya.

       "Baik anak-anak sekalian, sehubungan jam Ibu sudah selesai, untuk kalian semua silahkan kalian catat halaman 40 sampai 45. Nggak usah banyak-banyak, garis besar garis besar nya aja. 2 minggu yang akan datang kalian akan uji tes kemampuan menghafal, dengar semua..." Jelas Bu Tantri memberikan amanat."

       "Baik... Bu..." Jawab para siswa dengan serentak.

""'Singkat Cerita""...

        Di ke esok kan pagi harinya, Cici yang biasa berangkat ke sekolah dengan mengendarai mobil mewah nya, untuk hari ini ia mengendarai sepeda motor bebeknya ke sekolah.

        Setibanya di sekolah, tampak Imran yang sedang berjalan kaki mendekati gerbang sekolah.

        "Hei Imran." Panggil Cici dari kejauhan dengan mengendarai sepeda motor bebeknya.

        "Eh kamu Ci, ada apa?." Tanya Imran yang merasa heran.

        "Em ini Mran, semalam kan kita dapat tugas tuh kan dari Bu Tantri."

        "Iya betul, terus..."

        "Terus gua mau minjam buku paket lu Mran, lu pakai kagak.?" Tanya Cici.

        "Ya aku pakailah kan cuma 1. Mending kamu pinjam buku sama teman yang lain aja la, barang kali mereka punya." Jawab Imran dan dia pun berlalu pergi meninggalkan Cici.

                Sesampainya di dalam kelas.

        "Eh Ci mending lo pinjam buku gua aja ni, kebetulan gua ada buku paket 1 lagi." Ucap Putri, salah seorang mahasiswi cantik dari kota Pematangsiantar.

        "Eh Thanks ya Put, uda mau minjami gua." Balas Cici.

        "Ok sama-sama Ci." Kata Putri berlalu pergi ke tempat duduknya.

        "Eh liat deh Cici Lin." Ucap Ririn yang memperhatikan Cici.

        "Hah kenapa sama Cici Rin?" Tanya Lina.

        "Lu nggak ngerasa gitu ada yang beda sama Cici. Liat deh semenjak cowok miskin itu masuk ke dalam kelas ini, Cici mulai berubah." Ujar Ririn yang mulai menaruh perasaan curiga.

        "Iya sih Rin, Lo bener. Dulu aja dia paling males yang namanya baca buku, eh giliran tu si cowok miskin masuk ke sekolah kita, Cici secara perlahan berubah. Nggak seperti Cici yang kita kenal dulu." Kata Lina yang juga merasa aneh.

        "Best... Best... Put, put.." Panggil Cici berbisik kepada Putri.

        "Apaan Ci..?" Tanya Putri.

        "Gimana kalau kita selesai istirahat, ke perpustakaan Put?, uda lama juga aku nggak pergi ke perpus." Ajak Cici kepada Putri.

        "Oke.." Jawab Putri singkat.

        Imran yang nggak secara sengaja mendengar percakapan Cici, ia pun sejenak menggeleng gelengkan kepalanya.

                 Dan selang beberapa waktu kemudian, bel pun berbunyi.

         "Put, uda bel istirahat tu yuk ke perpus." Ajak Cici.

         "Ayo." Jawab Putri singkat.

         Sesampainya di perpustakaan Cici tiba-tiba melihat Imran yang saat itu juga berada di perpustakaan dengan duduk di pojokan.

        "Eh Mran, ada lu juga di sini." Tanya Cici.

        "Hem iya." Jawab Imran cuek.

        "Mran sini gabung." Ajak Cici.

        "Enggak." Balas Imran lagi cuek.

        "Kenapa?." Kata Cici lagi.

        "Nggak papa, lebih enak sendiri nggak bising." Balas Imran lagi dengan juteknya.

        "Oh oke lah."

        "Put gua mau nanya nih."

        "Nanya apaan Ci?"

        "Menurut lu si Imran itu orang nya gimana?."

        "Lah mana gua tau. La elu tiba-tiba nanya begini kenapa?, Oooh gua tau ni lu sengaja ngajak gua ke perpustakaan supaya lu bisa ketemu tu cowok baru kan?, ya kan..?" Kata Putri yang mengejutkan Cici.

        "Apaan si, ya nggak gitu juga keles... Ya gua nanya apa salahnya?." Ujar Cici mengelak.

        "Alah jujur aja ngapa!?, kalau iya pun juga nggak papa nggak ada yang ngelarang juga." Seru Putri.

        "Eh lu tau kagak?, kalau Imran itu ternyata anak yatim. Dan Ibunya itu cuma bekerja jualan kue kering keliling kampung doang."

"Ah masak sih Ci, emang lo tau tau dari mana?." Tanya Putri terkejut.

"Iya bener... Lagian ngapain gua bohong. Tapi ni ya, kue buatan Ibu nya itu sumpah rasanya enak banget loh Put. Gua aja ni ya baru nyoba kue nya 1 uda pengen nyoba lagi. Bahkan sampai sekarang ni, gua ketagihan..." Jelas Cici berterus terang.

"Ah yang bener loh Ci?, gua masih nggak percaya kalau belum tau langsung dengan mata kepala gua sendiri." Balas Putri yang masih tidak mempercayai perkataannya Cici.

"Kalau elo masi belum percaya juga, yauda kapan kita bisa pergi ke rumah nya Imran.?" Kata Cici mengajak Putri.

"Kapan lo bisa nya?, gua selalu siap." Jawab Putri sangat antusias.

"Oke, elo ada bawa Hp kan..?" Tanya Cici lagi kemudian mengeluarkan Hp mahalnya.

"Bawa, kenapa emang?."

"Ping kan Wa gua, kalau apa nanti biar gampang ngabarin elo nya." Ujar Cici sembari menyebutkan nomor Handphone nya.

"Ok, berapa nomor Lo!?".

"087811\*\*\*\*\*\*."

"Uda tu Ci, uda gua Ping kan."

"Oke.

Sementara Imran sendiri yang tampak begitu sangat fokus dalam membaca setiap lembaran lembaran buku yang ia cermati dan ia fahami. Benar-benar anak yang ingin mengejar cita-cita nya, tidak seperti dua sejoli ini yang hanya bisa menggosip, dan bermalas-malasan di sekolah.

Setelah beberapa lama nya mereka yang berada di perpustakaan, tak terasa bel istirahat pun berbunyi menandakan memasuki mata pelajaran yang selanjutnya akan segera di mulai.

Dengan cepat, Imran pun beranjak bangkit dari tempat duduknya lalu berjalan meninggalkan Cici dan Putri yang masih berada di dalam ruangan perpustakaan.

Sesampainya di kelas Imran pun duduk kembali di kursi nya dengan terus sambil membaca buku paket yang ia pinjam dari perpustakaan sekolah. Sangking dirinya fokus, ia tidak menyadari Dimas teman sebangkunya itu yang sudah duduk tepat berada di sampingnya.

"Hei Bro, lu kemana aja tadi gua cari-cari juga di kafe kagak ada lu nya. Kemana si lu emang tadi ha!?." Tanya Dimas.

"Ke perpus." Jawab Imran singkat.

"Apa, ke perpus? ngapain lu ke perpus?." Tanya Dimas lagi.

"Nangkap ikan, ya baca buku la.!" Jawab Imran ketus.

"Ya kali' nangkap ikan di perpustakaan, yang bener aja lu."

"Ya kamu nanya nya aneh, uda tau perpustakaan tempat nya apa pakai tanya lagi." Jawab Imran sambil membaca bukunya.

"Iya, ya. Kenapa nggak mikir kesitu gua ya. Ah begok la dasar!.". Kata Dimas dengan mengetuk jidatnya.

"Nah tu kamu sadar juga, udah Dim kamu jangan recok aku masih fokus ni.!" Pinta Imran supaya Dimas agar tidak berisik.

1
Anna
cerita ini hanya anak ABG atau anak sekolah tidak ada kemajuan peningkatan seperti bisnis dan lain sebagainya
putri aulia
keren tor smngt y
Aegis
ninggalin jejak dulu.
Anonim
Makasih kak lanjut kak
Imran Setiawan: Oke, Sabar ya
total 1 replies
Anonim
Semangat kak
Anonim
Lanjut kak
Imran Setiawan: Oke...
total 1 replies
Supriadi Supriadi
cerita yang seru, tapi kalau bisa di tambahkan lagi adegan adegan yang menegangkan agar si pembaca dpt tantangan
parida
Makin ke sini makin seru ah ceritanya☺☺
Cici Afriani
Semangat terus ya thor💪💪😁😁
Faridaa Farida
Mantap..😘😘
Diky Prayogo
Enak kali jadi Imran, di rebutin 3 cewek sekaligus. /Smile//Smile//Smile/
Imran Setiawan
Berharap karya saya dapat di minati banyak orang
Bobby Dabukke
Jadi teringat masa di setrap sama bu guru waktu di sekolah😅😅😅
parida
Karya yang sangat menarik untuk di baca
parida
Mantap kali ah di episode ini... Semangat terus thor.
parida
Semangat Imran.. 👍 Berjualan kue keliling yang penting halal rezekinya
Cici Afriani
Widih widih...😁😁 Cerita nya kenak kali Thor, keren banget sumpah. Baru aja baca episode 1, Uda di buka adegan yang menegangkan.. Semangat Thor, di tunggu lanjutannya
Pluto
Gak sabar nunggu lanjutannya, thor. Ceritanya keren banget!
Imran Setiawan: Terimakasih... dukung terus ya karya saya
total 1 replies
EnanaRoja.
Wow, aku suka banget dengan kejutan di tiap chapternya. Keren! 🤯
Imran Setiawan: Terimakasih...🙂🙂
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!