Indonesia
NovelToon NovelToon
Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Dua Pewaris Rahasia Keluarga Vasillo

Status: tamat
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:5M
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

🏆🥇 Juara 1, Yaww 2026 Periode 1, Kategori 2 💞 dan Juara Tema Kreatif.



Tasya tidak pernah memilih takdirnya. Dijual oleh keluarga pamannya demi menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut, ia melarikan diri dari sebuah kamar hotel mewah, tanpa tahu bahwa pria asing yang ia tinggalkan malam itu adalah Alex Roman Vasillo, pewaris keluarga mafia paling berkuasa di Jerman.

Tujuh tahun berlalu, setelah dia melarikan diri dari Berlin menuju Indonesia, tanah kelahiran Kakeknya.

Tasya hidup tenang di Indonesia bersama dua anak kembarnya, Kenzo dan Kenzi, yang tak pernah tahu siapa ayah mereka sebenarnya.

Sampai suatu hari, di sebuah rumah sakit ternama di Jakarta yang berada di bawah naungan keluarga Vasillo, seorang bocah enam tahun dengan percaya diri memanggil seorang pria berjas mahal, pria itu Alex Roman Vasillo.

“Daddy!”

"Hah?!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10

Siang itu suasana IGD rumah sakit berubah menjadi sedikit kacau. Dua perawat yang mendorong kursi roda kakek Tasya baru saja akan masuk lebih dalam ke ruang penanganan darurat.

“Berhenti dulu!”

Seorang pria berjas rapi berjalan cepat menghampiri mereka. Dia adalah manager operasional rumah sakit.

Kedua perawat langsung berhenti.

“Pak … pasien ini—”

Manager itu mengangkat tangan, menghentikan penjelasan mereka.

“Pemilik rumah sakit akan tiba sebentar lagi.”

Perawat itu terlihat bingung.

“Tapi Pak, pasien ini—”

“Sambut dulu pemilik rumah sakit!” potong manager dengan nada tegas. “Semua staf harus di lobby.”

Tasya yang berdiri di samping kursi roda langsung terbelalak tidak percaya.

“Apa?”

Manager itu baru menyadari keberadaan Tasya.

“Maaf, Bu. Kami harus menyambut direktur utama lebih dulu.”

Wajah Tasya langsung berubah.

“Ini IGD,” katanya tegas.

Tangannya menunjuk kakeknya yang masih gemetar di kursi roda.

“Kakek saya kejang dan ini kondisi darurat.”

Perawat terlihat ragu namun manager itu tetap bersikeras.

“Semua staf medis diminta menyambut pemilik rumah sakit. Ini perintah!”

Tasya menatapnya tajam.

“Kamu serius?”

Manager itu mengerutkan kening.

“Anda tidak perlu mengatur rumah sakit ini, Bu.”

Tasya menghela napas pendek, mencoba menahan emosi. Lalu dia berkata dengan suara dingin,

“Baik.”

Manager itu terlihat puas sejenak.

Namun, kalimat Tasya berikutnya membuat wajahnya langsung kaku.

“Kalau kalian meninggalkan pasien darurat demi menyambut pemilik rumah sakit…”

Tasya mengeluarkan ponselnya.

“Aku pastikan video ini viral di seluruh media sosial.”

Beberapa orang di sekitar mereka langsung saling menatap.

Manager itu menegang.

“Kamu—”

“Silakan,” potong Tasya tanpa takut. “Aku juga ingin tahu bagaimana reaksi publik kalau rumah sakit ini lebih peduli menyambut pemiliknya daripada menyelamatkan pasien.”

Perawat-perawat itu semakin bingung. Manager itu mengepalkan tangannya kesal. Namun sebelum ia sempat membalas, suasana lobby tiba-tiba berubah.

Beberapa dokter jaga bergegas keluar. Dokter spesialis yang tadi berada di ruang konsultasi juga ikut berdiri di barisan.

Seorang staf berbisik pelan,

“Direktur sudah datang…”

Pintu utama rumah sakit terbuka.

Langkah kaki sepatu formal terdengar di lantai marmer. Seorang pria tinggi berjalan masuk dengan langkah tenang namun penuh wibawa. Jas hitam mahal membungkus tubuhnya dengan sempurna. Tatapannya tajam, dingin, dan penuh dominasi. Dialah Alex Roman Vasillo. Pria yang sekarang memegang seluruh kekuasaan Vasillo Group di Indonesia tidak hanya di rumah sakit saja, tetapi perusahaan juga.

Begitu ia masuk, seluruh suasana lobby berubah tegang. Dokter-dokter langsung menundukkan kepala dengan hormat.

“Selamat datang, Tuan Alex.”

Manager yang tadi berdebat dengan Tasya langsung panik. Dia buru-buru merapikan jasnya lalu berlari menuju pintu depan.

“Selamat datang, Tuan Vasillo!”

Alex berhenti beberapa langkah di dalam lobby. Tatapannya menyapu ruangan dengan dingin. Aura yang terpancar darinya membuat beberapa staf bahkan tidak berani mengangkat kepala.

Dua perawat akhirnya tetap tinggal di IGD untuk menangani kakek Tasya. Salah satu dari mereka segera memasang alat bantu napas, sementara dokter jaga mulai memeriksa kondisi jantungnya.

Di sisi lain lorong, Tasya berdiri dengan wajah cemas. Tangannya masih menggenggam tangan kedua anaknya.

“Kalian di sini saja, ya,” katanya pelan.

Kenzo dan Kenzi mengangguk tetapi beberapa detik kemudian Kenzo berkata,

“Mommy … kami ke sana sebentar.”

Tasya sedang fokus melihat kondisi kakeknya, jadi ia hanya menjawab tanpa menoleh,

“Jangan pergi jauh.”

“Iya, Mommy.”

Kedua anak itu lalu berjalan menjauh dari IGD. Karena sebenarnya mereka menuju ke arah lobi utama rumah sakit, mereka penasaran sama pemilik rumah sakit itu yang sangat di hormati banyak orang.

Kenzo berjalan lebih cepat, matanya terlihat serius. Kenzi berjalan di belakangnya dengan sedikit gelisah. Mereka berhenti di dekat tembok besar di sisi lobi. Dari sana mereka bisa melihat seorang pria tinggi berjalan bersama dua orang lain.

Pria itu memakai jas hitam mahal. Aura dingin dan berwibawa membuat semua orang memberi jalan ketika ia lewat.

Kenzo menatapnya tanpa berkedip, "pria itu Alex Roman Vasillo, pemilik perusahaan yang menolak Mommy," kata Kenzo.

Semakin lama dia melihatnya, semakin kuat perasaannya.

"Dia sangat mirip denganku…"

Sementara itu Alex berjalan bersama Mario dan manager menuju ruang rapat. Manager sedang menjelaskan sesuatu dengan gugup. Langkah Alex tiba-tiba terhenti. Karena sebuah suara kecil memanggilnya dari belakang.

“Daddy!” Seluruh langkah langsung berhenti, Alex perlahan menoleh. Mario juga ikut menoleh bahkan manager terlihat bingung. Seorang anak laki-laki berdiri beberapa meter dari mereka.

Wajahnya tampan, matanya tajam dan dia sedang menatap langsung ke arah Alex.

Alex mengerutkan kening.

“Kamu panggil saya apa?” Nada suaranya dingin.

Mario langsung menelan ludah, manager bahkan terlihat terkejut. Kenzo berjalan mendekat tanpa rasa takut sedikit pun. Dia menatap Alex dari atas sampai bawah dengan penuh perhatian.

“Daddy,” katanya lagi santai.

Lalu ia tersenyum kecil.

“Ternyata kamu tampan juga ya … dan sangat berkelas.”

Alex tidak bergerak.

Kenzo menunjuk jas yang dikenakan Alex.

“Jas yang kamu pakai ini mahal sekali.”

Ia melanjutkan dengan nada penuh percaya diri.

“Kalau dihitung dari jas, jam tangan, sepatu, dan semua yang ada di tubuhmu … nilainya sekitar sepuluh miliar.”

Mario hampir tersedak mendengarnya, Manager juga melotot. Alex sendiri justru menatap bocah itu dengan tatapan lebih tajam.

“Menarik sekali,” gumamnya pelan.

Dalam hidupnya, belum pernah ada anak enam tahun yang berani menilai penampilannya seperti ini. Sementara itu dari kejauhan Kenzi berdiri dengan wajah pucat.

Dia melihat semuanya dan dia mulai panik.

"Oh tidak … jangan sampai Kenzo membuat pria itu marah. Kalau Mommy tahu kami bicara dengan orang asing…"

Mario akhirnya melangkah sedikit maju, dia menunduk agar sejajar dengan Kenzo.

“Adik manis,” katanya lembut.

“Jangan sembarangan memanggil orang ya.”

Dia tersenyum canggung.

“Tuan Alex bukan Daddy kamu. Kamu salah orang, beliau belum menikah.”

Manager yang tadi masih terkejut akhirnya ikut bergerak.

“Anak siapa ini?” gumamnya kesal.

“Kok bisa nyasar ke sini dan mengaku anak Tuan Alex?”

Ia menoleh pada Alex dengan gugup.

“Maaf, Tuan Alex. Sudah mengganggu kenyamanan Anda. Saya akan membereskannya.”

Manager itu hendak menarik lengan Kenzo.

“Berhenti!” Suara Alex membuatnya langsung membeku Alex mengangkat sedikit tangannya, memberi isyarat agar manager tidak menyentuh anak itu.

Ia lalu menatap Kenzo lagi.

“Anak kecil.” Nada suaranya datar.

“Aku bukan Daddy kamu.”

Beberapa detik hening, Kenzo tiba-tiba tertawa kecil, tawa yang sedikit mengejek.

“Kalaupun iya,” katanya santai.

“Aku juga tidak akan sudi mengaku kamu Daddy-ku.”

Mario langsung terdiam, Manager menegang. Kenzo melanjutkan dengan wajah sinis kecil.

“Aku malu punya Daddy bertampang kriminal seperti kamu.”

Alex mengerutkan kening.

“Kriminal?”

Kenzo menyilangkan tangan.

“Iya.”

Tatapannya berubah tajam.

“Daddy macam apa yang suka membully wanita?”

Sementara itu Kenzi akhirnya tidak tahan lagi. Ia berlari cepat mendekati kakaknya.

“Maaf, Tuan!” katanya cepat sambil menunduk.

“Kakak saya mengganggu waktu Anda.”

Ia langsung menarik tangan Kenzo.

“Kami permisi dulu.”

Kenzo sempat melangkah mundur tetapi sebelum pergi dia menatap Alex sekali lagi. Tatapan yang tajam seolah menyimpan sesuatu. Seperti dendam kecil yang belum dimengerti seorang anak. Kenzi segera menyeret kakaknya pergi.

Alex tetap berdiri di tempatnya, dan tiba-tiba merasakan perasaan aneh dadanya terasa sedikit sesak. Ada anak kecil yang berani menghancurkan suasana hatinya namun dia tidak merasa marah.

Manager buru-buru menunduk.

“Maafkan kami, Tuan Alex. Anak itu—”

“Sudah.” Alex memotong dingin.

Ia kembali berjalan menuju ruang rapat.

“Ke ruang rapat.”

“Baik, Tuan.”

Mario akhirnya menghela napas lega saat mereka berjalan lagi.

'Kenapa anak itu … berani sekali pada Tuan Alex?' batin Mario bingung.

Langkah kaki mereka bergema di lorong rumah sakit yang luas dan bersih. Suasana yang tadi sempat ricuh di lobi kini kembali tenang, namun udara di sekitar Alex tetap terasa menekan.

Pria itu berjalan paling depan dengan langkah panjang dan tenang. Wajahnya dingin seperti biasa, seolah pertemuan singkat dengan anak kecil tadi tidak berarti apa-apa. Namun, tiba-tiba Alex menghentikan langkahnya. Mario yang berjalan di belakang hampir saja menabraknya.

“Tuan?” tanya Mario cepat.

Alex tidak langsung menoleh. Tatapannya lurus ke depan, rahangnya sedikit mengeras.

“Mario,”

“Ya, Tuan.”

“Cari tahu dari mana anak itu datang.” Nada suaranya rendah, namun tegas dan tidak memberi ruang untuk ditolak.

Mario mengangguk segera.

“Baik, Tuan.”

Alex akhirnya menoleh sedikit, matanya menyipit seolah mengingat sesuatu.

“Tidak mungkin anak kecil seperti itu pandai bicara.” Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan dengan nada dingin.

“Dan keberaniannya … terlalu tidak biasa.”

Mario kembali mengangguk hormat.

“Saya akan menyelidikinya.”

Alex tidak mengatakan apa-apa lagi. Ia kembali melangkah menuju ruang rapat, sementara manager rumah sakit yang ikut berjalan bersama mereka hanya bisa menunduk gugup. Beberapa detik kemudian mereka sampai di depan ruang rapat. Namun, sebelum masuk, Mario sempat melirik ke arah lobi yang tadi mereka tinggalkan.

Di dalam hatinya, pikirannya kembali pada dua anak kecil itu.

'Anak itu…' Wajah Kenzo dan Kenzi terlintas jelas di benaknya. Mario menelan ludah pelan.

'Kenapa mereka terlihat sangat mirip dengan Tuan Alex…' Semakin ia mengingatnya, semakin aneh rasanya.

'Apa mungkin…'

Pikiran lain muncul tiba-tiba, membuat jantungnya berdegup sedikit lebih cepat.

'Jangan-jangan ini ada hubungannya dengan kejadian tujuh tahun yang lalu…'

Mario segera menggeleng pelan, mencoba menepis pikirannya sendiri.

'Tidak … mungkin hanya kebetulan saja.'

Namun, meski begitu, perasaan aneh itu tetap tertinggal di hatinya saat ia membuka pintu dan mengikuti Alex masuk ke ruang rapat.

'Aku harus cari tahu, dan bila perlu melakukan tes DNA untuk memastikan, tidak hanya tidak mungkin. Wanita tujuh tahun lalu hilang begitu saja. Padahal, jika mengingat jaringan keluarga Vasillo, mungkin wanita itu tak bisa lari jauh, kecuali satu Negara indonesia,' batin Mario menerka.

1
frida
good job Thor terus lah berkarya
echa purin
👍
Ari Sawitri
bukannya sdh 9bulan ya di bab sebelumnya kok prematur ?🤔🤔
Ari Sawitri
team keamanan tp bukan buat istri dan anak anaknya. begitu kejadian br ada team keamanan. ini orang kaya bener bukan sebenarnya 🤔🤭😅
Sri Wulandari
akhirnya karma sdh menantimu kini giliran qm & istrimu yg akan menanggung smua perbuatan mu d masa lalu Arlond siap² sj qm mendapatkan hukuman yg setimpal dg apa yg telah qm lakukan pd kakakmu sendiri Arland
Sri Wulandari
gara² ingin hidup lebih baik qm rela kehilangan cinta pertama mu & menikah dg Merlin & qm lebih memilih mencintainya dlm diam tp lihat sprti apa hidupmu skrng hanya d manfaatkan sj sm klrg istrimu bahkan anak yg d kandung istrimu bkn anakmu & keserakahan tlh menghancurkan hidup kalian smua
Sri Wulandari
senjata makan tuan karma lngsng d byr lewat putri mu dulu qm membunuh Arlan & istrinya skrng qm akan mengulangi lg perbuatan kalian itu & putrimu & calon bayinya jg merasakan akibat dr k jahatan kalian bahkan akibatnya bakal lebih fatal
Sri Wulandari
knp qm g mencoba mencari tau apa yg sbnrnya terjadi dg klrg mu Tasya karna smua saling berhubungan termasuk tentang k matian k dua orang tuamu jg dendam 2klrg hingga saat ini
Sri Wulandari
harusnya qm jg curiga & waspada dg sikap Arlond kakek Rockhi karna selama ini dia yg sllu berusaha keras menyakiti Tasya siapa tau dia jg terlibat dg Jessy
Sri Wulandari
semakin qm berusaha menjauhkan Alex dr Tasya hubungan mereka akan semakin dlm & terikat... Jessy
Sri Wulandari
harusnya kakek buyut takut dg keturunannya yg ini mereka bs sj menghancur perusahaan mu jg bs menstabilkan kembal begitu jg dg mommynya
Sri Wulandari
menghadapi orang sprti tuan Vasillo qm mmng harus bersikap tegas & berani klu tdk qm akan d tindas & d remehkan apalagi dendam antara klrg kalian yg blm bs d lupakan oleh sm² k dua klrg & qm skrng ibaratnya masuk k sarang harimau kembali g bs maju pun mati
Sri Wulandari
kasian Tasya g punya tempat yg aman utknya & twins....kakek Vasillo bs menerima twins tp tdk dg Tasya apalagi klu tau Tasya cucu kakek Rockhi
Sri Wulandari
seandainya dr awal kakek Rockhi mau menceritakan smua sm Tasya pasti g akan ada k salah pahaman sprti ini sedangkan Arlond dia sprti kompor meleduk yg siap membakar apa sj supaya smua lebih membara
Sri Wulandari
Alex sdh menduga klu kakek Rockhi pasti tdk akan tinggal diam membiarkan cucunya Tasya menikah dgnya....
mslh Alex semakin rumit yg satu perjodohan yg d tentukan kakek Vasillo yg satu pernikahannya dg Tasya akan d pisahkan oleh kakek Rockhi d tambah k datangan Arlond yg akan membawa mslh buat Tasya & twins😔
Sri Wulandari
kakek Vasilo datang makanya Tasya & twins d pulangkan k rumah kakek Rocki tp d sana justru tdk aman ada pamannya yg jahat dtng utk bls dendam smoga Alex bs melindungi Tasya & twins dr pamannya yg jahat & serakah itu....
klu kakek Vasilo aq rasa g akan mslh dg kehadiran Tasya & twins mungkin dia akan sangat bahagia karna ternyata dia memiliki 2 penerus .... marahnya mungkin hanya sementara karna penerusnya itu ternyata msh k turunan musuh bebuyutannya jd rumit tp.... kedatangan Arlond mungkin akan membuka rahasia penyebab dendam antara 2 klrg Vasilo & kakek Rockhi
Sri Wulandari
untung Tasya & twins sdh pindah k rumahnya Alex klu tdk dia pasti ketakutan lg melihat kedatangan pamannya yg hampir menjualnya dulu waktu d Berlin
Sri Wulandari
membuka hati utk daddy twins beri dia kesempatan sebenarnya Alex tdk sejahat seperti yg qm pikirkan dia hanya sedikit sombong & keras kepala sm sprti Kenzo....Alex bersikap keras karna dia punya banyak musuh yg siap menghancurkannya kpn sj makanya hidupnya g suka d usik siapapun apalagi dia pernah mengalami trauma kehilangan orang tua sprti qm makanya instingnya utk melindungi diri & klrg sangat kuat
Sri Wulandari
qm khan seorang peretas Tasya harusnya qm bs melacak Dion lewat perangkat elektronik yg dia gunakan atau melacak keberadaan mobilnya atau apalah yg bs d lacak lewat internet....lha ini qm sprti kehilangan kecerdasan mu....panik boleh tp bodoh jngn😔
Sri Wulandari
apakah itu suara Dion 🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!