Indonesia
NovelToon NovelToon
Genius Yang Disembunyikan

Genius Yang Disembunyikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dwinanda

Yun Luofeng dikenal sebagai sampah Klan Yun—tak bisa berkultivasi, tergila-gila pada Putra Mahkota, bahkan menjadi bahan tertawaan seluruh Kota Kekaisaran.

Namun setelah sebuah percobaan bunuh diri, Yun Luofeng yang lama telah tiada.

Kini, di dalam tubuhnya hidup seorang genius medis dari dunia lain, membawa Kitab Dewa Medis dan rahasia yang mampu mengguncang Benua Longxiao.

Mereka bilang dia sampah? Dia akan menjadi kultivator yang membuat para genius menundukkan kepala.

Mereka menghina keluarganya? Dia akan membuat mereka membayar.

Dan Putra Mahkota yang membuangnya?

Maaf, bahkan untuk menjadi pelayannya pun belum tentu memenuhi syarat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwinanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 — Harga Sebuah Kekuasaan

Kaisar Gao Tu memandangi Token Komando di tangannya. Kegembiraan memenuhi hatinya, tetapi sebagai penguasa, tentu dia tidak boleh terlihat terlalu bersemangat menerima kekuasaan militer yang selama ini berada di tangan Yun Luo.

“Jenderal Yun adalah salah satu pilar Longyuan,” katanya dengan nada berat. “Bukankah terlalu disayangkan jika kau melepaskan kekuasaan ini? Sebaiknya pikirkan kembali.”

Yun Luo mencibir dalam hati.

Rubah tua!

Kaisar mungkin memasang wajah keberatan, tetapi sorot matanya sudah mengkhianati perasaannya.

“Yang Mulia, hamba sudah tua. Sekarang hamba hanya ingin tinggal di kediaman dan menemani cucu hamba. Urusan memimpin pasukan sebaiknya diserahkan kepada orang lain.”

“Kalau begitu, baiklah.”

Gao Tu berpura-pura menghela napas.

“Aku menerima kembali Token Komando. Namun untuk saat ini belum ada orang yang cocok menggantikanmu, jadi gelar Jenderal Besar tetap kau pegang.”

Yun Luo memahami maksudnya.

Yang diinginkan Gao Tu hanyalah kekuasaan atas pasukan. Membiarkan Yun Luo mempertahankan gelarnya tidak merugikan kerajaan, bahkan dapat mencegah rakyat menuduh Kaisar menyingkirkan seorang pahlawan setelah perang selesai.

“Hamba berterima kasih kepada Yang Mulia.”

Yun Luo membungkuk sekadarnya.

“Namun hamba masih memiliki dua permintaan.”

“Apa itu?”

“Pertama, hamba meminta Yang Mulia membatalkan pertunangan antara cucu hamba, Yun Luofeng, dan Putra Mahkota Gao Ling.”

Gao Tu tertegun.

“Jenderal Yun, kau yakin?”

Dia mengerutkan kening.

“Dengan keadaan Yun Luofeng yang tidak mampu berkultivasi, setelah pertunangan dengan Putra Mahkota dibatalkan, mungkin akan sulit baginya menemukan suami.”

Tatapan Yun Luo langsung berubah dingin.

“Feng’er adalah cucu hamba. Selama hamba masih hidup, tidak seorang pun berhak merendahkannya. Lagi pula, hati Putra Mahkota sudah berada pada perempuan lain. Memaksakan pernikahan hanya akan membuat Feng’er menderita.”

Gao Tu masih enggan melepaskan hubungan dengan Klan Yun sepenuhnya.

“Kalau Yun Luofeng tetap ingin bersama Putra Mahkota, aku bisa mengizinkannya menjadi selir.”

“Tidak perlu!”

Suara Yun Luo menggema di aula.

“Putri Klan Yun tidak akan pernah menjadi selir siapa pun!”

Para pejabat terdiam.

Mu Xingchou justru mendengus.

“Dengan keadaan cucumu, diberi posisi selir Putra Mahkota saja sudah merupakan kehormatan besar. Memangnya kau masih berharap dia menjadi istri utama?”

Dia memandang para pejabat di sekelilingnya dengan senyum mengejek.

“Coba tanyakan kepada mereka. Siapa yang bersedia menikahkan putra atau cucunya dengan Yun Luofeng?”

Para pejabat segera menundukkan kepala lebih dalam.

Kecantikan Yun Luofeng memang terkenal, tetapi di dunia yang menjunjung kekuatan, seorang perempuan yang tidak bisa berkultivasi dianggap tidak memiliki masa depan.

Yun Luo menyapu mereka dengan tatapan tajam sebelum kembali menghadap Kaisar.

“Pembatalan pertunangan merupakan keputusan Feng’er sendiri. Mohon Yang Mulia mengabulkannya.”

“Baik.”

Gao Tu akhirnya mengangguk.

“Pertunangan Yun Luofeng dan Gao Ling resmi dibatalkan. Tetapi jangan menyesalinya kelak.”

“Hamba tidak akan menyesal.”

Yun Luo kemudian melanjutkan, “Permintaan terakhir, hamba ingin menggunakan titah kosong yang sebelumnya diberikan Yang Mulia.”

Gao Tu mulai merasa tidak nyaman.

“Apa isi titah yang kau inginkan?”

“Mulai hari ini, Yun Luofeng tidak diwajibkan berlutut di hadapan siapa pun dari keluarga kekaisaran.”

Aula kembali sunyi.

Namun titah kosong itu memang hadiah yang telah diberikan Gao Tu sendiri. Menariknya kembali hanya akan mempermalukan dirinya sebagai Kaisar.

“Dikabulkan.”

Yun Luo akhirnya tersenyum.

Tujuan utamanya telah tercapai.

 

Setelah sidang berakhir, para pejabat segera meninggalkan aula.

Mu Xingchou sengaja berjalan mendekati Yun Luo.

“Keputusanmu hari ini akan membuat cucumu tidak pernah mendapatkan suami.”

Dia tertawa mengejek.

“Mungkin masih ada pengemis yang bersedia menerimanya.”

Yun Luo mengepalkan tangan.

Mu Xingchou semakin puas melihat reaksinya.

“Yun Luofeng bahkan tidak akan pernah mencapai seperseribu kemampuan Wushuang. Kau tahu kenapa Klan Mu selalu berada di atas Klan Yun?”

Tatapannya penuh kesombongan.

“Kalian memang melahirkan pria-pria berbakat. Yun Qingya dahulu genius nomor satu Longyuan, sementara ayah Yun Luofeng juga berbakat. Tetapi apa hasil akhirnya?”

Wajah Yun Luo mengeras.

“Klan Mu memiliki Mu Qin, selir yang paling dicintai Kaisar. Setelah ibu kandung Putra Mahkota meninggal, Mu Qin pula yang membesarkannya. Sekarang kami memiliki Mu Wushuang, perempuan yang kelak akan menjadi Permaisuri.”

Mu Xingchou mendekat sedikit.

“Sedangkan Klan Yun? Dua putramu berakhir tragis, dan satu-satunya keturunan yang tersisa hanyalah perempuan yang tidak mampu berkultivasi.”

Niat membunuh hampir meledak dari tubuh Yun Luo.

Namun dia menahannya.

Mu Xingchou tertawa puas lalu meninggalkan aula.

Dia tidak mengetahui satu hal.

Perempuan yang disebutnya sampah itu sedang bersiap mengubah nasib Klan Yun.

 

Aroma tanaman obat memenuhi kamar Yun Luofeng.

Di hadapannya terdapat bak kayu besar berisi cairan obat berwarna hijau pekat.

Dia memasukkan ujung kakinya.

Rasa sakit langsung menusuk hingga ke tulang.

Yun Luofeng menarik napas tajam.

“Xiao Mo, kau bilang ini akan sakit. Tapi kau tidak mengatakan akan separah ini.”

“Nona, bertahanlah. Setelah menyelesaikan pengobatan ini, tubuh Nona akhirnya bisa mulai berkultivasi dengan benar.”

Yun Luofeng mengertakkan gigi dan masuk sepenuhnya ke dalam bak.

Dalam sekejap, rasanya seperti ribuan pisau mengiris kulitnya.

Beberapa kali tubuhnya hampir bergerak keluar secara refleks, tetapi dia memaksa dirinya tetap bertahan.

Kalau menyerah sekarang, dia akan selamanya menjadi orang lemah yang nasibnya ditentukan orang lain.

“Aku akan bertahan.”

Wajahnya pucat, tetapi matanya tetap menyala.

“Aku akan menjadi cukup kuat sampai tidak seorang pun berani menyentuh Klan Yun. Suatu hari nanti, Mu Xingchou dan orang-orang yang bertanggung jawab atas kematian orang tuaku akan membayar semuanya.”

Satu jam terasa seperti satu abad.

Ketika akhirnya keluar, cairan hijau dalam bak telah berubah hitam.

Dan itu baru hari pertama.

Empat hari berikutnya, Yun Luofeng terus menjalani rendaman obat. Rasa sakitnya justru semakin berat setiap hari, tetapi tekadnya tidak pernah goyah.

Masalah sebenarnya baru muncul menjelang pengobatan kelima.

Uang Klan Yun habis.

Empat kali rendaman telah menghabiskan sekitar dua puluh juta tael—hampir seluruh tabungan yang dikumpulkan Klan Yun selama bertahun-tahun.

Yun Luofeng menatap kunci perbendaharaan dengan wajah kaku.

Dia bisa membayangkan ekspresi kakeknya ketika melihat isi gudang.

“Nona!”

Qingyan berlari masuk dengan panik.

“Gawat! Mu Shen datang ke kediaman mencari Nona. Jenderal sedang tidak berada di rumah. Apa yang harus kita lakukan?”

“Mu Shen?”

Yun Luofeng terdiam sesaat.

Kemudian senyum perlahan terangkat di bibirnya.

Dia baru saja kebingungan mencari uang untuk membeli tanaman obat pada hari kelima.

Sekarang seseorang dari Klan Mu malah datang sendiri ke depan pintunya.

“Tenang saja.”

Yun Luofeng bangkit.

“Orang yang akan membayar obatku sudah datang.”

......................

Bersambung...

1
Nonik Anda Swl
next please 🙏hadeh lagi seru-seru nya, tahu- tahu habis
Pelangi Jingga
semangat tor 💪
Pelangi Jingga: siap tor
total 2 replies
Arix Zhufa
up
Murni Dewita
double up thor dan tetap semangat
Dwinanda: Asiiaap🫡.... mksi kak stay tun ya🫶
total 1 replies
Arix Zhufa
up
Pelangi Jingga
kurang bnyk up nya tor 😂😂
Pelangi Jingga: semangat tor💪😍
total 2 replies
Pelangi SUCI
Bacaan yang menarik, semoga tamat sampai akhir 👍
Pelangi SUCI
Mantap Thor, saling dukung yuk karyaku RUANG SAKRAL SANG BELADIRI 💪
Dwinanda: "Terima kasih banyak, Kak! Siap, meluncur ke Ruang Sakral Bela Diri. Sukses terus ya buat karyanya/Pray/🫶
total 1 replies
Quinza Azalea
next
Arix Zhufa
cerita nya bagus,alur nya tidak ber tele tele,bahasa mudah di pahami. Semangat thor 😍
Dwinanda: Terimakasih kak😊.... sehat selalu dan bnyak rezekinya🫶🙏
total 1 replies
Arix Zhufa
Ternyata Yun xiao menyamar
Arix Zhufa
kasihan klan Mu 😄
Arix Zhufa
apakah ini jodoh nya??
Arix Zhufa
wanita dari zaman modern dilawan
Dwinanda
"Halo! Selamat datang di ceritaku. Semoga betah membaca sampai bab akhir ya😊🫶
Arix Zhufa
cerita nya menarik
Dwinanda: Makasih ka😊....stay tun ya🫶
total 1 replies
Arix Zhufa
suka sekali sm kakek jendral
Arix Zhufa
mampir thor
Dwinanda: Makasih udah mampir, Kak! Happy reading, ya! Jangan lupa tambahkan ke rak buku kamu. 🥰
total 1 replies
Murni Dewita
👣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!