Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem Permintaan Tak Terbatas

Sistem Permintaan Tak Terbatas

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:18.4k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Alex hanyalah karyawan biasa—bekerja keras, sering diinjak, dan tidak pernah dianggap. Sampai suatu malam, hidupnya hancur dalam sekejap oleh orang-orang yang seharusnya dia percaya.

Di titik paling rendah dalam hidupnya, Alex menemukan sesuatu yang mengubah segalanya: sebuah sistem misterius yang bisa mengabulkan permintaan apa pun.

Tidak ada batas kekayaan. Tidak ada batas kekuatan. Hanya satu syarat—dia harus terus menyelesaikan misi untuk mendapatkannya.

Namun kekuatan tanpa batas punya harga yang tidak terlihat. Perlahan, pria yang dulu selalu menunduk itu mulai berubah menjadi seseorang yang bahkan tidak dia kenali sendiri.

Dan orang-orang yang pernah menghancurkan hidupnya akan segera tahu, bahwa yang mereka injak dulu... tidak akan pernah lagi bisa mereka injak sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Pagi berikutnya, gedung yang kemarin masih dipenuhi kerumunan pelamar kini berubah menjadi tempat kerja yang sibuk. Suara mesin produksi berdengung pelan dari lantai bawah, sementara di lantai atas, deretan komputer menyala satu per satu seiring karyawan-karyawan baru mulai menempati meja mereka masing-masing. Aroma kopi dari mesin di sudut ruangan mulai menguar, bercampur dengan suara telepon kantor yang belum lama dipasang berdering untuk pertama kalinya.

Alex berdiri di depan pintu ruangannya, mengenakan kemeja yang dia beli semalam menggunakan sisa uang sepuluh jutanya, memperhatikan aktivitas di lantai bawah dari balkon kecil yang menghadap ke area kerja utama. Dia menghitung dalam hati—setidaknya seratus lima puluh orang sudah duduk rapi di meja masing-masing, meski masih ada beberapa yang bingung mencari tempat duduk sendiri karena belum ada pembagian divisi yang jelas.

Seorang pria berusia sekitar tiga puluhan mendekatinya, membawa map berisi kertas-kertas yang tersusun rapi, langkahnya cepat seolah sudah menunggu kesempatan ini sejak semalam.

"Pak Alex," pria itu menyapa, sedikit ragu-ragu di awal kalimatnya, tangannya merapikan map yang dia bawa. "Saya Bima, kebetulan dulu pernah jadi manajer produksi di perusahaan kosmetik lain sebelum ditutup karena pandemi. Boleh saya bantu atur struktur kerja di sini?"

Alex menoleh, menatap pria itu sebentar—memperhatikan cara berdirinya yang tegap, matanya yang tidak menghindar meski sedang berbicara dengan atasan barunya. Alex akhirnya mengangguk. "Silakan. Aku memang belum punya struktur organisasi yang jelas."

'Kebetulan yang bagus,' batinnya, 'atau mungkin sistem memang sengaja mengumpulkan orang-orang paling tepat di sini.'

Bima membuka mapnya, menunjukkan sketsa struktur divisi yang sudah dia buat semalam—divisi produksi, divisi riset dan pengembangan, divisi pemasaran, hingga divisi keuangan, masing-masing dilengkapi kotak-kotak kecil berisi nama jabatan yang masih kosong menunggu diisi.

"Kita perlu nama produk pertama, Pak. Dan target pasar yang jelas, biar tim riset bisa mulai bekerja hari ini juga. Kalau bisa, jangan buang waktu—kompetitor di pasar kosmetik itu banyak, dan mereka sudah punya nama besar duluan."

Alex menatap sketsa itu lama, jarinya menelusuri kotak-kotak yang menggambarkan alur kerja perusahaan yang baru kemarin bahkan belum memiliki satu pun kursi di dalamnya. Ada semacam kepuasan aneh yang muncul melihat rencana sederhana itu, seolah dia sedang melihat pondasi dari sesuatu yang akan tumbuh jauh lebih besar.

"Kosmetik yang bisa dipakai semua kalangan," Alex akhirnya menjawab, "tapi dengan harga yang jauh lebih murah dibanding produk sejenis milik... kompetitor kita."

Bima mengangguk, mencatat sesuatu di kertasnya dengan cepat. "Kompetitor spesifik yang Bapak maksud? Biar tim riset bisa langsung analisis produk pembanding."

"Hartono Group," Alex menjawab tanpa ragu, matanya menatap lurus ke depan, suaranya datar seolah menyebut nama toko kelontong biasa. "Divisi kosmetik mereka."

Bima berhenti menulis sejenak, menatap Alex dengan ekspresi yang sulit diartikan—entah terkejut, entah justru semakin tertarik. Dia menegakkan tubuhnya sedikit, seperti baru saja menyadari bahwa pekerjaan barunya ini mungkin jauh lebih besar dari yang dia bayangkan.

"Perusahaan itu sudah berdiri belasan tahun, Pak. Pasarnya besar sekali, dan mereka punya jaringan distribusi sampai ke luar kota."

"Aku tahu," Alex menjawab tenang, senyum tipis kembali muncul di wajahnya. "Justru karena itu, aku pilih mereka."

Dari lantai bawah, terdengar suara tawa dan obrolan ringan para karyawan yang mulai saling mengenal satu sama lain, beberapa di antaranya sudah sibuk menyalakan mesin dan mengecek bahan baku yang entah bagaimana caranya sudah tersedia lengkap di gudang penyimpanan, tersusun rapi dalam kardus-kardus berlabel yang belum pernah dibuka.

Penel sistem muncul didepan matanya, sebuah notifikasi muncul, Alex membaca notifikasi yang muncul di layar dengan alis sedikit terangkat.

[Misi Baru Tersedia.]

[Judul: Langkah Pertama Menuju Puncak.]

[Tugas: Luncurkan produk pertama perusahaan dalam waktu tiga puluh hari.]

[Hadiah: +2 Permintaan.]

Alex menatap tulisan itu cukup lama. 'Tiga puluh hari. Cukup waktu untuk membuat mereka sadar, siapa yang sebenarnya sedang mereka remehkan.'

Dia berbalik menghadap Bima, ekspresinya kembali tenang seperti biasa, meski ada sesuatu yang lebih tajam kini bersembunyi di balik matanya. "Kumpulkan semua kepala divisi sore ini. Kita mulai rapat pertama."

"Baik, Pak." Bima membungkuk sopan sebelum berbalik pergi menuruni tangga menuju lantai kerja, langkahnya lebih cepat dari sebelumnya, seolah semangat barunya menular begitu saja.

Alex kembali menatap keluar jendela, memandangi kota yang sama yang dulu membuatnya berjalan sendirian di tengah hujan tanpa arah tujuan.

'Dulu aku cuma bisa menunduk dan menerima apa pun yang diberikan orang lain. Sekarang, giliran mereka yang harus menunduk.'

1
Israel
alah bct kwontol. tinggal minta semua kebohongan daniel terungksp di public apasusah nya sih. author alay bau kencur pmo otak isekai. halu 100%
Israel
tlol bet kenapa ga minta regenerasi tanpa batas?
Israel
Tlol
Leonardo Akob
Saya suka baca Novelton
Anonim
bodoh mc nya buat aja permintaan uang tidak terbatas unlimited
Israel: Bullshit
total 5 replies
Ria Gazali Dapson
kasian alex , bertubi² cobaan nya
Syahraman [Hiatus]
pergi ke isekai
Israel: bct lu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!