Di Balik Tatapan Serigala 2
Author: Mercy ley
Teen
Bab 2 โ Tepuk Tangan yang Tak Pernah Datang
"๐๐๐๐ง๐ฉ."
"๐๐บ๐บ?"
"๐ฝ๐๐ฃ๐๐ช๐ฃ."
Heart membuka mata perlahan.
Di depannya sudah berdiri Nala ๐จ๐๐ข๐๐๐ก ๐ข๐๐ข๐๐๐ฌ๐ ๐๐๐ง ๐ฅ๐ช๐ฉ๐๐.
"๐๐๐ข๐ช ๐ฉ๐๐๐ช๐ง ๐๐ ๐ข๐๐๐."
Heart mengucek matanya.
"๐ฆ๐ฒ๐บ๐ฎ๐น๐ฒ๐บ ๐ฏ๐ฒ๐ด๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ป๐ด."
"๐ผ๐ ๐ช ๐ฉ๐๐๐ช."
"๐๐ผ๐ธ ๐๐ฎ๐ต๐?"
"๐๐๐ฉ๐ ๐ฅ๐๐ฃ๐๐."
Heart terkekeh kecil.
"๐๐ฎ๐บ๐ ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ต๐ฎ๐๐ถ๐ฎ๐ป ๐ท๐๐ด๐ฎ."
Nala langsung berjalan lebih dulu.
"Salah."
"๐๐ฎ๐ต?"
"๐ผ๐ ๐ช ๐๐ช๐ข๐ ๐ฃ๐๐๐๐ ๐ข๐๐ช ๐ฃ๐๐ฃ๐ฉ๐ ๐ ๐๐ข๐ช ๐ฅ๐๐ฃ๐๐จ๐๐ฃ ๐ฉ๐๐ง๐ช๐จ ๐๐ช๐ง๐ช ๐ฃ๐ฎ๐ช๐ง๐ช๐ ๐๐ ๐ช ๐ฃ๐๐๐ฃ๐๐ ๐๐ฉ ๐ ๐๐ข๐ช."
Heart tertawa pelan.
"๐ ๐๐น๐๐๐บ๐."
"๐๐ข."
"๐๐ฎ๐ต๐ฎ๐."
"๐๐๐ ๐ฉ๐."
Hari itu sekolah mengadakan pengumuman hasil lomba menulis cerpen tingkat kota.
Heart sebenarnya tidak terlalu berharap.
Pesertanya banyak.
Yang ikut juga hebat-hebat.
Saat nama pemenang mulai dibacakan, Heart hanya mendengarkan sambil memainkan ujung pulpen.
"๐ฑ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐..."
Bukan dirinya.
"๐ฑ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐..."
Suasana aula mendadak hening.
"...๐ฏ๐๐๐๐ ๐น๐๐ ๐๐."
Jantung Heart berhenti sesaat.
"๐๐ฎ๐ต...?"
Beberapa orang mulai bertepuk tangan.
Heart masih belum bergerak.
Sampai guru memanggil lagi.
"๐ฏ๐๐๐๐? ๐บ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐."
"๐ข๐ต... ๐ถ๐๐ฎ, ๐๐."
Heart berjalan ke depan.
Tangannya sedikit gemetar ketika menerima piala dan sertifikat.
"๐บ๐๐๐๐๐๐."
"๐ ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐๐ถ๐ต, ๐๐."
Ia menunduk sopan, lalu kembali ke tempat duduk.
Selama berjalan...
Matanya tanpa sadar mencari wajah teman-temannya.
Mereka melihat.
Beberapa bahkan sempat ๐๐๐๐๐๐ ๐๐.
Heart tersenyum kecil.
๐๐ข๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ก๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ข๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐๐ก.
Acara selesai.
Semua murid mulai keluar aula.
Heart masih memegang pialanya.
Beberapa guru menghampirinya.
"๐บ๐๐๐๐๐๐ ๐๐."
"๐ป๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐."
"๐ ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐๐ถ๐ต, ๐๐."
"๐ ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐๐ถ๐ต, ๐ฃ๐ฎ๐ธ."
Guru-guru pergi.
Heart ๐๐๐๐๐๐โ.
Teman-temannya lewat begitu saja.
"๐๐ต."
"๐ป๐๐๐๐ก."
Lalu...
Mereka kembali mengobrol tentang hal lain.
Tak ada lagi.
Hanya itu.
"๐ข๐ต."
Heart berdiri cukup lama.
Sampai suara datar terdengar dari belakang. ๐๐๐ข๐๐๐ก ๐ข๐๐ฃ๐๐ง๐ช๐ ๐๐ค๐ฉ๐ค๐ก ๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ
๐๐ ๐ฅ๐๐ฅ๐ ๐๐๐๐ง๐ฉ.
"๐พ๐๐ฅ๐๐ ?"
Heart menoleh.
"๐ก๐ฎ๐น๐ฎ."
Nala melirik piala di tangan Heart.
"๐๐๐ง๐๐ฃ."
Heart tersenyum.
"๐ ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐๐ถ๐ต."
"๐๐๐."
Heart mengernyit.
"๐๐ฎ๐ต ๐ธ๐ฒ๐ป๐ฎ๐ฝ๐ฎ?"
"๐๐ช๐ฃ๐๐๐ช ๐ค๐ง๐๐ฃ๐ ๐ก๐๐๐ฃ ๐๐ช๐ก๐ช ๐๐๐ง๐ช ๐จ๐๐ฃ๐ฎ๐ช๐ข?"
"๐๐ฎ๐ต?"
"๐ฝ๐๐ง๐ช๐จ๐๐ฃ ๐๐ ๐ช ๐๐๐ก๐๐ฃ๐ ๐ ๐๐ง๐๐ฃ."
"๐๐๐ข๐ช ๐๐๐ง๐ช ๐จ๐๐ฃ๐ฎ๐ช๐ข."
Heart terkekeh.
"๐๐ธ๐ ๐๐ฒ๐ป๐๐๐บ ๐ธ๐ผ๐ธ."
"๐๐๐๐๐ ."
Nala menggeleng.
"๐๐ฉ๐ช ๐จ๐๐ฃ๐ฎ๐ช๐ข ๐จ๐ค๐ฅ๐๐ฃ."
"๐ฝ๐๐๐."
Heart diam.
Sialnya...
Nala memang selalu bisa membedakan.
Mereka berjalan menuju kelas.
Di tengah jalan...
Seorang adik kelas menghampiri.
"๐ฒ๐๐ ๐ฏ๐๐๐๐!"
"๐๐๐ฎ?"
"๐ซ๐๐๐๐๐-๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐?"
"๐๐๐ฎ."
"๐พ๐๐!"
"๐บ๐๐๐๐๐๐ ๐๐, ๐ฒ๐๐!"
"๐ฒ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐."
Heart tersenyum tulus.
"๐ ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐๐ถ๐ต."
Belum selesai berbicara...
Dua teman Heart datang.
"๐ฌ๐, ๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐?"
"๐ฐ๐๐."
"๐บ๐ฌ๐ณ๐จ๐ด๐จ๐ป ๐๐จ!"
"๐ฒ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐!"
"๐พ๐๐, ๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐."
Mereka tertawa bersama.
Heart berdiri di samping mereka.
Masih memegang pialanya.
Tak seorang pun menoleh.
Tak ada yang berkata...
"๐ฏ๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐."
Nala memperhatikan semuanya.
Tatapannya berubah dingin.
Sngat dingin.
(๐ป๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐)
Setelah adik kelas itu pergi...
Heart mengembuskan napas pelan.
"๐ก๐ฎ๐น๐ฎ."
"Hm."
"๐๐๐ผ ๐ธ๐ฒ ๐ธ๐ฒ๐น๐ฎ๐."
"๐๐๐ข๐ช ๐จ๐๐๐๐."
"๐ก๐ด๐ด๐ฎ๐ธ."
"๐ฝ๐ค๐๐ค๐ฃ๐."
"๐ก๐ด๐ด๐ฎ๐ธ."
"๐ฝ๐ค๐๐ค๐ฃ๐."
"๐ก๐ด๐ด๐ฎ๐ธ."
"๐ฝ๐ค๐๐ค๐ฃ๐."
Heart tertawa kecil.
"๐๐ผ๐ธ ๐ธ๐ฎ๐บ๐ ๐บ๐ฎ๐ธ๐๐ฎ?"
"๐๐ค๐๐ก๐ฃ๐ฎ๐ ๐๐ ๐ช ๐ ๐๐ฃ๐๐ก ๐ ๐๐ข๐ช."
Heart akhirnya menyerah.
"...๐ฆ๐ฒ๐ฑ๐ถ๐ธ๐ถ๐."
(๐๐ผ๐ผ๐ป๐ธ ๐ด๐ฒ๐ ๐ฑ๐ถ๐ฎ ๐ธ๐ฒ๐ฐ๐ฒ๐๐ฎ ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐)
Nala memasukkan kedua tangan ke saku.
"๐๐๐๐๐ ๐๐ฉ?"
"๐๐๐ฎ."
"๐ ๐๐ป๐ด๐ธ๐ถ๐ป ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ธ๐ฎ ๐น๐๐ฝ๐ฎ."
Nala berhenti berjalan.
Heart ikut berhenti.
"๐๐ช๐ฅ๐?"
"๐๐๐ฎ."
Nala menatap Heart cukup lama.
"๐๐๐๐๐ฉ ๐๐ ๐ช."
Heart menurut.
(๐๐ช๐ง๐ช๐ฉ ๐๐๐ ๐ ๐๐ข๐ช ๐ข๐๐๐ )
"๐๐๐ก๐๐ช ๐๐ ๐ช ๐ข๐๐ฃ๐๐ฃ๐."
"๐๐บ๐บ."
"๐๐๐ข๐ช ๐๐๐ ๐๐ก ๐ฃ๐๐ช๐๐๐ฅ๐๐ฃ ๐จ๐๐ก๐๐ข๐๐ฉ?"
"Iya lah."
"๐๐๐ก๐๐ช ๐๐ ๐ช ๐ฃ๐๐๐๐ ๐๐๐?"
"๐๐บ๐บ, ๐๐ธ๐ ๐ฐ๐ต๐ฎ๐."
"๐๐๐ก๐๐ช ๐๐ ๐ช ๐ฃ๐๐๐๐ ๐๐ช๐ ๐ ๐๐๐๐ฉ?"
"๐๐ธ๐ ๐๐๐ป๐ด๐ด๐."
"๐๐๐ก๐๐ช ๐๐๐จ๐ค๐ ๐ฃ๐ฎ๐ ๐ข๐๐จ๐๐ ๐๐๐ก๐ช๐ข?"
"๐๐ธ๐ ๐๐ฎ๐บ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ถ๐ป."
"๐๐๐."
Nala mengangkat bahu.
"๐ฝ๐๐ง๐๐ง๐ฉ๐ ๐๐ช๐ ๐๐ฃ ๐ก๐ช๐ฅ๐."
Heart terdiam.
Kalimat itu sederhana.
Tapi...
Sulit dibantah.
Hari-hari berikutnya berjalan seperti biasa.
Atau setidaknya...
Begitulah yang Heart pikirkan.
"๐ฏ๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐."
"๐ข๐ต, ๐ถ๐๐ฎ ๐ฎ๐บ๐ฏ๐ถ๐น ๐ฎ๐ท๐ฎ."
๐๐น๐บ ๐ต๐ฎ๐๐ถ ๐๐ฒ๐ฎ๐ฟ๐
"๐บ๐ฎ๐ธ๐น๐๐บ ๐ฎ๐ท๐ฎ ๐ต๐ฒ๐ฎ๐ฟ๐, ๐บ๐ฒ๐ฟ๐ฒ๐ธ๐ฎ ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ฒ๐บ๐ฎ๐ป๐ด ๐ด๐ฎ ๐ฝ๐๐ป๐๐ฎ ๐ผ๐๐ฎ๐ธ๐โโ๏ธ"
"๐ฏ๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐ ๐ ๐๐๐."
"๐ข๐ธ๐ฒ."
"๐ฏ๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐."
"๐๐๐ผ."
"๐ฏ๐๐๐๐, ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐."
"๐ฆ๐ถ๐ฎ๐ฝ."
Semua terasa biasa.
Sampai suatu siang...
Heart sedang membereskan buku.
Seorang teman datang tergesa-gesa.
"๐ฏ๐๐๐๐!"
"๐๐บ?"
"๐ฉ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐."
"๐ข๐ต..."
Belum sempat Heart menjawab...
Tas itu sudah disodorkan ke arahnya.
Refleks, Heart menerimanya.
"๐ต๐๐, ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐."
Temannya langsung berjalan di depan tanpa menunggu jawaban.
Heart menghela napas kecil.
Baru dua langkah...
Tali tas itu hilang dari tangannya.
"๐๐ฎ๐ต?"
(๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ด๐ถ ๐ธ๐บ๐ป๐ฎ ๐ถ๐๐ tas๐)
Nala.
Lagi.
Ia memanggil teman tadi dengan suara datar.
"๐๐ค๐."
Teman itu menoleh.
"๐จ๐๐?"
Nala mengangkat tas tersebut.
"๐๐ฃ๐ ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ฎ๐ ๐จ๐๐๐ฅ๐?"
"๐ท๐๐๐๐๐๐."
"๐ฝ๐๐๐ช๐จ."
Lalu Nala berjalan mendekat.
Mengalungkan tas itu kembali ke bahu pemiliknya.
"๐๐๐ก๐๐ช ๐ฅ๐ช๐ฃ๐ฎ๐ ๐จ๐๐ฃ๐๐๐ง๐..."
"...๐๐๐ฅ๐๐ ๐๐ ๐จ๐๐ฃ๐๐๐ง๐."
Teman itu tertawa canggung.
"๐ฐ๐, ๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐."
(๐ต๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐ ๐๐๐)
"๐ฝ๐ช๐ ๐๐ฃ ๐๐๐ก๐๐ ."
Nala menjawab tanpa nada.
"๐ฟ๐๐ ๐๐๐ฅ๐๐ ."
"๐ฏ๐๐?"
Nala menunjuk Heart.
"๐ฟ๐๐ง๐ ๐ฅ๐๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐ก๐ช๐ข ๐๐๐ง๐๐๐ฃ๐ฉ๐ ๐๐๐ฃ๐ฉ๐ช๐๐ฃ ๐ค๐ง๐๐ฃ๐."
"๐ป๐๐๐ ๐ ๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐."
Heart buru-buru mengangguk.
"๐๐๐ฎ, ๐ฎ๐ธ๐ ๐ป๐ด๐ด๐ฎ๐ธโ"
Nala memotong.
"Kamu diam dulu."
Heart langsung diam.
Nala kembali menatap teman itu.
"๐ฟ๐๐ ๐๐๐๐ "
"๐ฝ๐ช๐ ๐๐ฃ ๐๐๐ง๐๐ง๐ฉ๐ ๐จ๐๐ข๐ช๐ ๐๐๐๐๐ฃ ๐๐๐ง๐ช๐จ ๐๐๐ ๐๐จ๐๐ ๐ ๐ ๐๐๐."
Koridor mendadak sunyi.
Teman itu akhirnya mengambil tasnya.
"๐ฐ๐๐ ๐ ๐๐..."
Setelah orang itu pergi...
Heart menatap Nala.
"๐๐ฎ๐บ๐ ๐ฏ๐ถ๐ธ๐ถ๐ป ๐ฑ๐ถ๐ฎ ๐ป๐ด๐ด๐ฎ๐ธ ๐ฒ๐ป๐ฎ๐ธ."
"๐ผ๐ ๐ช ๐ข๐๐ข๐๐ฃ๐ ๐ฃ๐๐๐ฉ ๐๐๐ ๐๐ฃ ๐๐๐ ๐ฃ๐๐๐๐ ๐๐ฃ๐๐ ."
"๐๐ผ๐ต?"
"๐๐ค๐๐ก๐ฃ๐ฎ๐ ๐๐๐ ๐ฃ๐๐๐๐ ๐ข๐๐ ๐๐ง๐๐ฃ ๐ ๐๐ข๐ช."
"๐ง๐ฎ๐ฝ๐ถ..."
Nala mendesah panjang.
"๐๐๐๐ง๐ฉ."
"๐๐บ๐บ?"
"๐๐๐ข๐ช ๐ฉ๐๐๐ช ๐ ๐๐ฃ๐๐ฅ๐ ๐๐ ๐ช ๐จ๐๐ง๐๐ฃ๐ ๐ ๐๐ก๐๐๐๐ฉ๐๐ฃ ๐๐ช๐ฉ๐๐ ?"
Heart menggeleng.
(๐ง๐ฎ๐ ๐ถ๐๐ ๐ฑ๐ถ๐ฎ, ๐ฝ๐๐ฟ๐ฎ ๐ฝ๐๐ฟ๐ฎ ๐ฏ๐ฎ๐ป๐ด๐ฒ๐ ๐ฏ๐ถ๐น๐ฎ๐ป๐ด ๐ป๐ด๐ด๐ฎ๐ธ)
"๐๐ค๐๐ก๐ฃ๐ฎ๐ ๐ ๐๐ก๐๐ช ๐๐ ๐ช ๐ฉ๐๐ง๐ก๐๐ก๐ช ๐ง๐๐ข๐๐..."
"...๐ค๐ง๐๐ฃ๐ ๐๐๐ ๐๐ก ๐ข๐ช๐ก๐๐ ๐จ๐๐๐ฃ๐๐ ๐ฃ๐ฎ๐."
Heart menunduk pelan.
Nala melanjutkan langkahnya.
"๐ผ๐ ๐ช ๐ฃ๐๐๐๐ ๐ฃ๐ฎ๐ช๐ง๐ช๐ ๐ ๐๐ข๐ช ๐๐๐ง๐ช๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐ ๐ช."
"๐๐๐ฅ๐..."
"...๐๐๐ก๐๐๐๐ง ๐๐๐ก๐๐ฃ๐ '๐๐ฃ๐๐๐๐ ' ๐จ๐๐ ๐๐ก๐-๐จ๐๐ ๐๐ก๐."
Heart menatap punggung Nala.
Untuk pertama kalinya...
Ia sadar.
Selama ini Nala bukan sedang marah kepada orang lain.
Nala marah...
Karena melihat Heart terus mengorbankan dirinya sendiri.
Dan itu, entah kenapa...
Membuat dada Heart terasa hangat.
(๐ ๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐๐๐ฃ๐๐๐ฉ ๐๐ค๐๐ฃ๐ ๐๐ฉ๐ช๐ ๐ฃ๐๐ฃ๐)
๐๐ฅ๐: "๐๐๐ฃ๐ฎ๐๐ ๐ ๐ค๐ข๐๐ฃ ๐ฃ๐ ๐๐ช๐ฉ๐๐ค๐ง, ๐ก๐ช ๐ฎ๐ ๐๐ช๐๐ฉ ๐ก๐ช ๐ฎ๐ ๐๐๐ก๐"
๐๐: "๐๐๐ฃ๐๐๐ฃ ๐ฎ๐ ๐๐๐ ๐ฎ๐, ๐ฉ๐๐๐๐ ๐๐ค๐ก๐๐ ๐ข๐๐ก๐๐ฌ๐๐ฃ ๐๐๐ข๐๐ฃ"