* * *
" mamah sungguh egois * duduk dengan emosi
" Rian kan udh besar masih aja dijodoh jodohin " dengan amarah menyala nyala
"aaaaaaa" mengamuk
KANTOR
" ehemm" memanggil
" iya pak " hormat
" apa kamu tidak pulang ?" dingin
" iya pak sebentar lagi " tersenyum terpaksa
"besok lagi kerjakannya ,skrng pulang " mematikan komputer
"syukur saja masih didalam kantor coba tidak udh aku pukul itu tangan " batin Anin dengan rasa kesal
" ayo" sambil menarik lengan Anin
" Tunggu dulu " menarik lengan dengan kuat
" ada apa lagi?" kata Fandi dengan kesal
" bapak duluan saja saya nnti dijemput Rian " kata Anin dengan berbohong
" RIAN Lagi RIAN lagi " Batin Fandi kesal
" baiklah " sambil pergi meninggalkan Anin dengan rasa kesal
"apa dia pikir karna serumah dengan dia ,dia bisa seenaknya gitu " ngomel dalam hati
sedangkan Fandi masuk kedalam mobil dengan amarah menyala nyala dan membantikan setir mobil dengan keras .
" emang dia kira aku mau gitu jemput dia klo bukan karna ibunya " keluh Fandi sambil membawa mobilnya
Tutttt.......tuuuuttt " panggilan masuk
Rian yang sedari tadi masih dlm emosi tidak mendengar panggilan masuk .
" Rian kemana ya ,kok ngak diangkat tumben bangat " kata Anin saat melihat panggilannya ngak diangkat angkat
" coba sekali lagi deh "sambil menelpon Rian kedua kalinya
tuuuuuttt.....ttuuuuttt" panggilan masuk
karna Rian mematikan bunyi panggilannya mrmbautnya tidak mengetahui jika dia sudah 2 kali ditelpon oleh Anin
" Ngak diangkat lagi " sambil mematikan Hpnya
"aku nunggu diluar kali ya " mengambil tasnya dan berjalan keluar berharap Rian bakalan datang menjemputnya
1 Jam berlalu
"Aku sms kali ya siapa tau dia lagi sibuk jdi ngak bisa angkat panggilan tadi " kata Anin positif thingking
SMS
" aku tunggu didepan kantorku😊" sms Anin dengan senyum senyum
Rian yang sekarang sudah dalam bak mandi menghilangkan emosinya tak mencari hpnya sedikit pun dan masih asyik berendam .
"semoga saja den…
MY PERFECT LOVE
Peduli
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 33 Episodes
Comments