Ketut Jay mengantarkan Faiq dan Hendro berkeliling mengunjungi beberapa tempat wisata hari itu. Ia terlihat senang karena bisa menjamu dua wisatawan dari Jakarta itu dengan baik. Terbukti dengan ekspresi bahagia di wajah Faiq dan Hendro.
“ Sebenarnya masih banyak tempat wisata menarik di daerah Klungkung ini lho Mas. Sayangnya Mas berdua udah harus balik ya ke Jakarta...,” kata Ketut Jay.
“ Iya Bli. Sebenarnya Kami bisa stay di sini sampe dua hari ke depan. Tapi gimana dong, udah kangen nih sama Anak di rumah...,” sahut Hendro.
“ Kangen sama Anak atau Ibunya Mas Hen...?” tanya Ketut Jay bergurau.
“ Bisa aja nih Bli Jay. Saya jadi malu...,” sahut Hendro sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
Faiq hanya tertawa mendengar percakapan kedua temannya itu. Mereka pun bersenda gurau seolah kawan lama. Tawa mereka terhenti saat ponsel Ketut Jay berdering.
“ Ya hallo Ma, ada apa...?” tanya Ketut Jay setelah menepikan mobil di pinggir jalan.
Melihat sikap Ketut Jay membuat Faiq dan Hendro kagum. Ketut Jay sangat mengutamakan keselamatannya dan penumpang saat berkendara. Itu terbukti saat ia memilih menepikan mobil untuk menerima telephon dan bukan menerima telephon sambil berkendara.
“ Apa, gimana nih. Iya, iya sabar dong...,” sahut Ketut Jay mengimbangi ucapan seseorang dari seberang sana.
Faiq dan Hendro saling menatap bingung. Tak lama kemudian Ketut Jay kembali melajukan Taxi menuju penginapan yang masih memakan waktu empat puluh menit lagi.
“ Ada apa Bli, apa ada masalah...?” tanya Faiq hati-hati.
“ Iya Mas. Tadi Mama Saya yang telephon, ngasih tau kalo Anak Saya kambuh lagi sakitnya...,” sahut Ketut Jay dengan suara bergetar menahan tangis.
Mendengar jawaban Ketut Jay membuat Faiq dan Hendro menebak jika sakit anak Ketut Jay pasti sangat parah.
“ Terus gimana, mau dibawa ke Rumah Sakit aja gitu...?” tanya Hendro.
“ Tapi Saya masih harus ngantar Mas berdua ke penginapan kan...,” sahut Ketut Jay.
“ Turunin aja Kami di depan sana Bli. Ntar Kami bisa naik Taxi yang l…
Aku & Kamu Berbeda
406. Ikutan Pulang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 459 Episodes
Comments
Nurjanah Tamim
bang faiq sayang...
aku mohon bantu ya itu s maharani...kasihan
2021-11-13
1