.
.
Promosi mereka sangat sukses hingga pelanggan banyak yang berdatangan dan bukan hanya penduduk kota ini, bahkan pengunjung dari kota sebelah juga banyak.
Mereka sangat sibuk hingga Felix harus memanggil butler dan maid dari mansionnya untuk membantu, yang datang adalah Kai, Yuna dan Woni diantar oleh Alfred.
Banyak juga pelanggan yang datang hanya untuk melihat dan berfoto dengan Felix, Lianna, Jini, Sazia, Yue, Danny, dan bahkan tidak sedikit gadis yang ingin melihat Handika juga.
Meski konyol begitu, Handika itu tampan dan memiliki daya tarik tersendiri.
Felix bahkan bisa melihat wajah cemberut adiknya saat ada gadis-gadis yang menggoda Handika.
Isabel juga datang dengan Ibunya, gadis cilik itu menempeli Handika sampai membuat Ibunya kerepotan, tapi kemudian Sazia menghampiri Isabel untuk dipertemukan dengan Felix.
Jelas itu karena Zia cemburu.
Dari dapur Felix menghela nafas lelah, ia tidak menyangka adiknya yang cantik jelita seperti boneka itu bisa menyukai sahabat konyolnya.
Oh iya, Leon dan Fabian juga datang.
Leon memesan banyak dessert, sedangkan Fabian memesan apel pie dan lemon pie.
Tidak cukup dimakan disana, mereka juga pesan untuk dibawa pulang.
Felix menatap heran Woni yang dengan senang hati melayani Leon meski permintaan Leon sangat banyak, lalu Yuna juga tidak mau jauh-jauh dari Fabian, dia bahkan menunggui Fabian yang selalu memesan pie.
Felix tidak percaya melihatnya, Woni dan Yuna sudah seperti adiknya sendiri, mereka juga baru umur 14 tahunan... Felix tidak rela maidnya menyukai Fabian, kalau Leon sih masih mending.
“Felix! Ini dagingnya diapakan lagi?” teriak Lianna yang kerepotan karena Felix sedang istirahat sejenak dan melihat-lihat keadaan di luar dapur. Kalian masih ingat dapurnya itu dibatasi bukan dengan tembok, tapi kaca kan? Jadi Felix bisa melihat keluar dapur dengan
leluasa.
Dia bahkan tidak sadar, banyak pelanggan yang menatapnya dan memotretnya. Karena itu, Lianna jadi sebal.
“Oh? Mana ku lihat” Felixpun menghampiri Lianna untuk membantunya.
Yang ada di dapur hanya tiga orang, yaitu Felix, Lianna dan Kai. Woni dan Yuna juga tadinya ikut membantu dapur, tapi semuanya berubah setelah Leon dan Fabian datang.
Setelah jam tujuh malam, cafe telah ditutup. Selama itu mereka tidak bekerja nonstop, mereka juga bergantian untuk beristirahat.
Saat ini mereka sudah berkumpul di ruang staf, semuanya terlihat kepayahan dan lelah. Beda dengan Nana yang sedang menghitung pendapatan hari ini dengan dibantu Danny dan Karin.
“Makan malam sudah datang!!” teriak Jeanno, dia datang bersama Chris dan Kai.
Karena semuanya capek, jadi Jeanno dan Chris yang baru datang memutuskan untuk memasakkan sesuatu untuk mereka di dapur, dan Kai membantu mereka.
Jeanno memang tidak bisa memasak, namun kemampuan memasak Chris juga tidak kalah hebat dengan Felix, karena dia juga menginstal skill memasak.
“Akhirnya... aku sudah lapar!!” teriak Handika heboh, padahal dia baru saja memakan cupcake yang diberikan Sazia.
Makanan disajikan di atas meja besar yang ada di ruang staff, aromanya saja sangat menggugah selera.
“WOAH!” teriak Nana tiba-tiba, jadi perhatian mereka langsung tertuju pada Nana yang terlihat sedang terkejut.
“Ada apa Na?” tanya Jeanno.
“Pendapatan hari ini banyak sekali! Labanya ada sekitar 15 juta padahal ini hanya satu hari” kata Nana, dia sendiri tidak percaya.
“Itu hanya laba atau pendapatan keseluruhan?” tanya Lianna
“Ini pendap…
Sistem Kekayaan Warisan Keluarga
Hari yang sibuk
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 228 Episodes
Comments
MulyoJati Putro JagadJenar
😁😁😁😁😁
2025-01-07
0
Fahmi Bagou
/Facepalm//Facepalm/
2024-08-19
0
Jemmy Mangkey
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
2024-05-19
3