Putri Galuh Pawatu tewas hanya berjarak beberapa saat setelah Dharmajaya Pawatu berhasil dibunuh Sekar Ayu Ningrum.
Kemudian, Sekar Ayu Ningrum baru saja mendekati pertarungan Lintang Rahina dan baru akan mengambil kedua tongkat kayu milik Putri Galuh Pawatu yang terjatuh.
Sekar Ayu Ningrum batal melontarkan kedua tongkat itu untuk membunuh Putri Galuh Pawatu, karena Putri Galuh Pawatu sudah tewas tertusuk pedang di dadanya.
Sekar Ayu Ningrum penasaran, kenapa Putri Galuh Pawatu tetap bisa tewas saat tertusuk pedang di dadanya, dan bukan senjata tongkatnya sendiri yang membunuhnya. Kemudian diperiksanya senjata tongkat yang dia ambil. Ternyata kedua tongkat itu retak kecil kecil. Dan saat nafas dan denyut nadi Putri Galuh Pawatu terhenti, kedua tongkat yang di pegang Sekar Ayu Ningrum hancur berkeping keping.
Selama beberapa saat, suasana menjadi lengang. Hanya angin yang berhembus perlahan menggerakkan dedaunan.
Kemudian Sekar Ayu Ningrum melangkah mendekat ke arah Lintang Rahina.
"Kakang, kenapa kau biarkan Putri Dyah Pawatu melarikan diri ?" tanya Sekar Ayu Ningrum, "Ayo kita kejar, kakang."
"Biarkan dia adik Sekar," jawab Lintang Rahina, "Tidak usah kita kejar dik, kalau hanya sekedar untuk membunuh."
Kemudian mereka berdua sejenak beristirahat setelah sebelumnya mereka menguburkan jasad Dharmajaya Pawatu dan Putri Galuh Pawatu.
Pada hari berikutnya, Lintang Rahina dan Sekar Ayu Ningrum melanjutkan perjalanan pulang menuju ke tlatah wetan. Mereka berdua berusaha bisa menyusul keempat guru Lintang Rahina. Tetapi hingga sampai di pegunungan Menoreh, mereka berdua sudah tidak bisa menyusul keempat orang tua itu.
Akhirnya, setelah Lintang Rahina menyuruh untuk memilih, mereka berdua memilih menuju ke Parangtritis, tempat biasanya Sekar Ayu Ningrum tinggal. Mereka berdua memutuskan untuk tinggal di Parangtritis sementara waktu, karena tempat tinggal itu kosong, ditinggal olwh Ki Ageng Arisboyo menemani perjalanan spiritual Panembahan Senopati. Selain itu, juga karena kandungan Sekar Ayu Ningrum yang sudah mulai membesar.
----- o -----
Waktu berlalu begitu cepat. Tanpa terasa, Lintang Rahina dan Sekar Ayu Ningrum sudah satu tahun tinggal di Parangtritis. Mereka sudah dikaruniai seorang putri yang sudah berusia sekitar tiga bulan. Mereka berdua memberi nama anaknya Seruni.
Sejak beberapa hari menjelang kelahiran anaknya, keempat guru Lintang Rahina sudah ikut menemani tinggal di Parangtritis.
Seperti apa yang pernah disampaikan oleh Ki Jagad Dahana, anak perempuan Lintang Rahina lahir dengan memb…
Kekuatan Di Luar Tembok Keraton
Kembali Ke Hutan Panjalu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 282 Episodes
Comments
Alfin Thofar
dan
2022-09-05
1
Alfin Thofar
oleh
2022-09-05
1
Elmo Damarkaca
siapakah Dia yg membawa tongkat dan mangkuk dar batok kelapa...
apakah pengemis thor..?
2022-07-28
1