🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Air mendekat kearah Embun, cucu kesayangannya itu masih saja terlelap dengan tenang, Ia hanya bangun sebentar karna rasa mual dan langsung di minumi obat, selebihnya Embun kembali terbuai
ke alam mimpi.
Dengan sentuhan lembut, Air terus mengusap kepala Embun. Hatinya ikut sedih apalagi saat ada ruam merah di tubuh putih mulus cucunya. Padahal selama ini ia selalu di jaga bahkan semut pun tak berani mendekat tapi si nyamuk dengan sangat kurang ajarnya malah mengigit sang Ratu Rahardian.
"Cepet sembuh ya, cantik. papAy sedih loh liat kamu kaya gini. Kita pulang ya, Bul-Bul mau apa kalau sudah sembuh?" guraunya di sisi Embun, meski tahu tak ada jawaban tapi Air terus berbicara.
Embun yang selalu datang setiap pagi ke kamarnya biasanya langsung naik keatas perut jika Air masih berbaring di ranjang atau ia akan naik ke pinggungnya jika baru saja keluar usai membersihkan diri. Tapi pagi ini gadis kecilnya tak datang ia yang di kira masih mengantuk nyatanya justru sedang menahan sakit.
.
.
"Kak..." suara Bumi si adik kembarnya membuat Air menoleh, ia hapus cairan bening yang tergenang di ujung matanya.
"Embun kenapa?" tanya Kahyangan yang ikut mendekat, wanita yang lebih tua satu tahun dari mereka langsung mencium kening anak dari keponakannya.
"Kena DBD, harus di rawat beberapa hari disini" jawab Air dengan nada lemas, bahkan ia kini malah sudah bersandar pada si tengah.
"Lalu Sam dan Biru mana?" tanya Bumi karna hanya ada kakaknya didalam ruangan bak hotel bintang lima ini.
"Mereka pulang, Rain mungkin sedang rewel ingin menyu su"
Bumi dan Kahyangan mengangguk paham, mereka pun dulu begitu saat si kembar Ala dan Ola sakit bergantian atau justru berbarengan. Berbeda dengan Air yang memang hanya memiliki satu putra yaitu hanya Samudera jadi semua perhatian saat sehat maupun sakit hanya tertuju padanya.
.
.
.
Dua jam pasangan yang dulu beda keyakinan itu menemani Air di ruang rawat inap sampai akhirnya Biru dan Sangat datang bersama Hujan dan Rini yang menggendon…
Samudera Biru
Rumah sakit
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 365 Episodes
Comments
Yosephine Nidya Ayu Puspajati
Hatinya PapAy lembut banget
2024-07-08
0
susi 2020
🥰
2023-01-05
0
susi 2020
😍
2023-01-05
0