Awali pagimu dengan senyuman, kata iklan pasta gigi. Untung saja gigi Kara putih dan rapi, cocok lah jadi bintang iklan pasta gigi menggantikan si singa.
Gadis manis yang mengikat setengah rambutnya agak sedikit diatas ini beberapa kali melirik jam tangannya.
"Pergi aja lah, nanti telat !!" Kara menyambar tasnya , memutuskan untuk pergi ke sekolah sendiri. Ia mengetik pesan pada Milo jika ia sudah otewe menuju sekolah.
"Mampusss !!! gue bilang juga apa !!" semalam setelah berkumpul kumpul dengan teman temannya sampai tengah malam Raka langsung tertidur dan sekarang ia terlambat, tak ada sejarahnya ketos terlambat. Ia segera berlari menuju kamar mandi, tak lama ia muncul dan memakai seragam, ia hanya menyambar susu saja di meja makan.
"Mah, Raka telat... sarapan di sekolah aja !!" ucapnya cepat meraih punggung tangan ibu dan ayahnya.
"Anak itu !! masih saja begitu !!" ucap ibunya.
"Semalam Raka pulang jam berapa mah?" tanya ayah Raka.
"Jam 1 kalo ga salah pah, "
"Astaga," ayahnya menggelengkan kepalanya.
"Namanya juga anak muda, pah !"
.
.
Kara sampai juga di depan gerbang dan membayar angkutan umum.
Ia merogoh topi kebanggaan sekolahnya dan merapikan dasinya, hari senin adalah hari yang sakral untuk para siswa.
Raka sampai di parkiran sekolah, ia memasang bet ketua disiplin upacara di lengannya.
"Dukk !!"
"Aww !!" Raka bertubrukan dengan Kara yang berjalan menuju lapangan upacara.
"Eh, sorry sorry, Ra...gue buru buru !!" ucap Raka. Kara mengangguk, ia celingukan.
"Kenapa? cari Milo?" tanya Raka seakan tau apa yang dicari gadis manis di depannya.
"Kamvreet tuh bocah, kayanya mereka telat Ra..bakal ketemu lagi sama gue dan pak Dahlan !!" omel Raka.
"Ra, gue pamit ya !!" ucap Raka buru buru.
"Astaga Milo," gumam Kara.
"Kara !! ayo !!" Ayu berteriak memanggil Kara, upacara bendera akan segera dimulai.
Setelah barisan dirapikan, upacara dimulai. Kara tampak resah mengikuti upacara, matanya selalu celingukan mencari cari sosok Milo.
"Ihhh kebiasaan, seneng banget sih di hukum. Kayanya sehari ga dihukum tuh kaya sayur tanpa garam !!" omelnya dalam hati.
Upacara memang selalu menjadi hal paling membosankan, selain teriknya sinar matahari yang mulai menyengat, ditambah kaki rasanya pegal seperti mau copot, apalagi jika pidato yang disampaikan memakan waktu seperti perjalanan dari bumi ke matahari. Auto balik ke kelas ngesot.
Kara hampir menguap beberapa kali, namun tanpa di duga saat di tengah kebosanannya, pak Dahlan datang menuju ke depan podium, tapi ia tidak sendiri. Di belakangnya dia di ekori oleh beberapa orang siswa sekaligus ketua kedisiplinan.
Kara menganga, beberapa orang yang ia kenal ada disana. Mereka adalah siswa yang terlambat, dan atribut yang tidak lengkap.
"…
Pacar Adopsi
Sweet moment
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 142 Episodes
Comments
Mini Amora
jihad kmrn² udah nongol
skrg ica udah nongol
tinggal nunggu ke deketan mereka aja
2026-05-06
0
Salim S
dasar manusia ngga ada akhlak semua /Tongue//Tongue//Tongue//Tongue/
2025-07-21
0
novel destiny
Raka jangan ikutan baper yaaa 😁
2025-11-14
0