Merasa ada yang menganggu kuping kanannya sedari tadi, wanita cantik yang masih terlelap itu reflek memukul daun telinganya sendiri. Raut wajahnya berkerut. Tampak sekali, dia merasa terganggu. Namun, bukannya bangun, dia malah memutar tubuhnya menyamping. Memperbaiki letak selimut yang sedikit melorot, lalu mendengkur kembali.
"Nggak bangun juga?" Dikta mengangkat kedua alisnya. Kebo juga ternyata istrinya. Sementara, dia sendiri sudah bangun dan bersiap sejak pukul 6 pagi.
Tak mau menyerah, Dikta kembali meniup pelan kuping Varissa. Lagi, wanita itu menepuk wajah dan daun telinganya. Terdengar erangan dari mulut kecilnya, namun mata indah itu enggan juga terbuka.
"Kamu memang beneran capek atau cuma pura-pura tidur, sih?" bisik Dikta pelan. Dengan setia, dia tengkurap di samping Varissa. Tak lelah menunggu meski waktu sudah menunjukkan pukul 8.30 pagi.
Kedua tangannya menopang dagu. Bibirnya tampak mengerucut dengan sepasang mata yang lekat menatap wajah damai istri yang baru kemarin sudah sah ia miliki. Dalam hati, berembus lega yang luar biasa. Ia tak perlu lagi menebak-nebak dan menerka-nerka apa yang Varissa lakukan karena mulai sekarang mereka akan tinggal bersama.
"Hmm?" Lagi, Dikta mengangkat kedua alisnya saat Varissa tampak meregangkan ototnya. Mulutnya menguap lebar seraya tangan yang mengucek-ngucek kedua matanya secara bergantian.
"Morning, my beautiful wife!" sapa Dikta dengan tersenyum.
"Ini mimpi, ya? Kok Dikta bisa ada didepan aku?"
Yang disapa masih mengerjap. Berusaha menyesuaikan jumlah cahaya yang menembus retina matanya.
"Hei, bangun!" imbuh Dikta lembut. Disentilnya hidung mancung sang istri dengan gemas.
"Dikta?" Mata Varissa melebar sempurna ketika menyadari bahwa yang berada dihadapannya saat ini adalah benar Dikta yang nyata. Bukan mimpi seperti yang dia gumamkan barusan. Sepersekian detik berikutnya, ia terlonjak dan langsung duduk dengan gugup sembari menarik tinggi-tinggi selimut tebal yang ia kenakan.
"Ka-kamu ngapain disini?" tanya Varissa gugup.
"Nungguin kamu bangunlah!" jawab Dikta polos. Lelaki itu turut duduk dihadapan Varissa dengan kaki bersila.
"T-tapi, nunggunya bisa di luar kan? Ngapain pake acara masuk-masuk kamar aku segala?" delik Varissa keberatan.
"Ada yang salah, kalau aku nunggu disini?"
"Ya jelas salah lah! Nggak sopan masuk kamar orang tanpa izin, Ta!" dengus Variss…
Aku tahu kau selingkuh
Lupa ingatan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments
Kamiem sag
moga Dikta Varisa bahagia
2026-02-28
0
Ds Phone
siapa yang kacau aja
2026-02-27
0
Cicih Sophiana
ahh gak seru MP...
2025-01-07
0