[Chapter 168.]
[Musuh lama.]
[Silahkan Dibaca.]
Kapal.
“Ahh, sakit sakit. Siapa yang melukaiku?” teriak ugly tersebut, dia memandang ke arah Ryuto, dia mengerutkan keningnya dengan marah.
“Siapa kau, berani-beraninya melukai ku,” teriak Ugly tersebut, kemudian Ryuto menatap ke arah Ugly dengan dingin.
“Oh, kau sudah bangun, Rudi?” ucap Ryuto, membuat Rudi melebarkan matanya, dia menatap ke arah Ryuto dengan terkejut.
Kemudian, dia menatap tajam ke arah Ryuto, lalu siluet Ryuto dulu muncul, Rudi tertegun lalu menyeringai.
“Andy, beraninya kau memukul ku, apa kau kurang pelajaran dariku,” raung Rudi, kemudian menatap ke arah 2 perempuan di pintu.
Glukk.
Dia menelan salivanya ketika melihat 2 perempuan yang sangat cantik di pintu, lalu dia mendengar salah satu perempuan berkata.
“Sayang, apakah dia salah satu orang itu?” ucap Nanami, kemudian berjalan ke arah Ryuto dengan santai.
Yui pun juga ikut berjalan ke arah Ryuto, sedangkan Rudi melebarkan matanya mendengar ucapan perempuan tersebut.
Rudi menatap Ryuto tidak percaya, namun dia menyeringai dengan hebat, lalu berkata dengan nada tajam.
“Oi, Andy. Berikan kedua pacarmu kepadaku, kau akan selamat nantinya, hehehe,” ucap Rudi dengan senyuman menjijikan.
Namun, Ryuto tidak berkata dan mengabaikan ucapan dari Rudi. Ryuto memandang ke arah Asri dan Sari.
“Kalian keluarlah dan kau pakai pakaianmu, pergi menuju ke ruangan milikku,” ucap Ryuto, mereka mengangguk.
Rudi yang merasa diabaikan, dia dengan marah memerintahkan penjaganya untuk menghentikan Asri dan Sari.
“Bazz, hentikan mereka berdua dan hancurkan laki-laki in-“ ucap Rudi terhenti, ketika melihat Bazz di pukul dengan kuat oleh Ryuto.
Booommmm.
Blarrrr.
Bazz terlempar keluar dari kapal, tembok yang melindungi kamar Rudi hancur, Ryuto kemudian memandang ke arah Rudi.
Melihat kejadian tersebut, Rudi benar-benar takut dan tercengang, dia berfikir, ’Apakah di depannya ini, benar-benar Andy.’
Ryuto menatap ke arah Rudi dengan dingin dan tajam, namun sebuah pelukan dari belakang muncul.
“Tenanglah, sayang. Biar kami berdua yang menyiksanya,” ucap Yui memeluk Ryuto, begitu juga Nanami.
“Itu benar, serahkan kami berdua,” ucap Nanami memeluk Ryuto, keduanya menjilat bibir mereka.
Ryuto yang mendengar itu, menatap ke arah keduanya dengan aneh, lalu dia berkata dengan santai.
“Kalian, aku tidak marah atau hal lainnya. Semut ini tak terlalu berguna bagi mataku, kalau mau menyik…
Sistem Kekayaan - 10 Detik
Chapter 168
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 282 Episodes
Comments
Lari Ada Wibu
nice
2022-08-22
1
*PETERNAK JANDA*
crroottttt
2022-04-04
0
Darman Driver
semangat
2022-04-03
1