Part 57

Kampus Horror

Part 57

Ari memandang wajah adiknya di dalam sana. Mereka terpisahkan oleh jeruji besi. Selama masa penyelidikan, Dewi harus mendekam di sel tahanan.

Ari sangat menyayangkan perbuatan adiknya dulu.

“Lalu sekarang Kakak harus bagaimana?”

“Doakan saja aku supaya polisi menemukan bukti lain yang menunjukkan kalau pelakunya bukan aku, Kak.”

“Tapi memang benar kamu yang menusuk Asih, Wi. Bahkan kamu mengakuinya di hadapan polisi.”

“Ya paling tidak aku bukan kena pasal pembunuhan, Kak. Aku benar-benar tidak membunuh Asih. Aku hanya menusuknya saja dengan pisau. Apa iya hanya dengan luka tusukan pisau sekecil itu bisa membuat seseorang mati?”

Ari menggelengkan kepala heran dengan adiknya itu. Tidak pernah mau mengakui kesalahan apa lagi kekalahan.

“Kakak enggak tahu. Kamu pikir saja sendiri. Lalu bagaimana dengan mertua dan keluarga suamimu yang terhormat itu?”

“Mereka belum ada ke sini. Bagi sempat ke sini. Tapi ya sama dengan Kakak. Aku yang disalahkan. Heran deh! Terlebih lagi Bagi mendukung polisi! Dia mengakui keterlibatannya dalam mengungkap DNAku, Kak. Heran sekali aku!”

“Karena kamu memang salah. Kakak kan sudah bilang, kamu jangan berlebihan membawa emosimu itu. Suatu saat pasti akan menimbulkan masalah.”

“Aku kan membela Kakak. Kenapa malah menyalahiku?”

“Memangnya sejak kapan Bagi mencurigaimu?”

“Entahlah, dia memberikan DNA dirinya sendiri. Aku heran sekali dengan isi kepalanya itu. Enggak tahu dia kalau ibunya ini susah payah menutupi semua kejadian dulu.”

“Anakmu tidak salah. Kamu yang salah. Dia juga mengunjungi Kakak beberapa waktu lalu.”

“Untuk apa?”

“Dia menanyakan tentang lukamu itu. Sepertinya dia memang curiga denganmu.”

Dewi diam tidak menyahuti kakaknya.

“Sudahlah. Kakak pergi dulu. Kamu baik-baik di situ, ya.”

***

Jimmy menahan amarahnya menghadapi Sangtu dan timnya. Bagaimana bisa baju korban luput dari pemeriksaan.

“Baju kemeja merah marun itu sudah lapuk, Pak Jim. Sentuh sedikit saja sudah hancur.”

“Gue enggak percaya! Memangnya k…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

Bambang Setyo

Bambang Setyo

Bener tuh kaya anisa.. Puluhan tahun gak merass bersalah udah menghilangkan nyawa orang.. Begitu terkuak pun masih merasa gak bersalah..

2023-04-26

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝓼𝓪𝔂𝓪 𝓬𝓾𝓻𝓲𝓰𝓪 𝓴𝓵 𝓓𝓮𝔀𝓲 𝓰𝓪𝓴 𝓴𝓮𝓻𝓳𝓪 𝓼𝓮𝓷𝓭𝓲𝓻𝓲 𝓭𝓮𝓱 𝓭𝓵𝓶 𝓶𝓮𝓶𝓫𝓾𝓷𝓾𝓱 𝓐𝓼𝓲𝓱 🤔🤔🤔🤔🤔

2022-10-11

0

Else Widiawati

Else Widiawati

amazing pak jimmy, good job

2022-05-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!