...🍀🍀🍀...
Aku tak percaya, kau hidup...kau hidup...kau benar-benar Lilyku.
Bayangan kematian Liliana dan anak yang ada didalam kandungannya membuat Max teringat masa lalu menyakitkan.
Max menatap dan membelai wajah Liliana dengan penuh kerinduan. Liliana bisa melihat air mata yang mengalir dari kedua bola matanya yang berwarna hitam itu, tersirat ada kesedihan dalam tatapannya. Walaupun wajah Max berada dibalik topeng, dia masih bisa melihatnya kalau pria itu tampan.
Liliana merasa aneh. Mengapa ia tak bisa menghentikan ataupun menolak sentuhan Max padanya? Dia juga bingung, kenapa tiba-tiba dia merasa sedih.
Aneh sekali, kenapa aku melihat kesedihan dimatanya ya? Kenapa juga aku membiarkan dia menyentuh wajahku? Harusnya saat ini aku marah, tapi kenapa aku tidak bisa?
Ada rasa yang tak bisa dijelaskan oleh logika dan hati yang merasakannya. Liliana tak bisa menghindari sentuhan dari pria itu padanya. Seketika hatinya luluh melihat air mata Max, pria yang tidak dikenalnya itu.
"Tu--an..." akhirnya Liliana membuka mulutnya untuk bicara.
Max masih belum fokus, dia masih tenggelam dalam rasa rindunya. Tangannya masih membelai pipi Liliana, tak beranjak dari sana. Selama pria itu tak melakukan hal yang lebih, Liliana membiarkannya saja.
"Tuan, anda mau cerita apa pada saya? Siapa tau saya bisa meringankan beban di hati tuan?" Tanya Liliana pada Max. "Ya...walaupun saya tidak bisa membantu, setidaknya saya bisa menjadi pendengar yang baik untuk tuan!"
Sepertinya tuan ini memiliki masalah hidup yang berat.
Tak lama kemudian, Max tersadar dari lamunannya. Dia melepaskan tangannya yang semula membelai pipi Liliana. "Maaf...aku tidak bermaksud untuk--"
"Tuan, kenapa tuan menangis? Apa tuan menangis karena merasa berdosa kepada istri dan anak tuan?"
Tadinya pria itu bersedih, lalu dia menyeka air matanya karena mendengar pertanyaan polos dari Liliana. "Hah? Apa maksudmu?"
"Tuan... seharusnya kau tidak usah datang kemari kalau kau merasa bersalah pada anak dan istrimu."
"Tungg…
Second Life Liliana
Bab 160. Wanita rumah bordil
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 229 Episodes
Comments
Hanna Randell
Kuncinya Lily harus ingat semuanya
2022-07-18
0
Anne Rukpaida
aku ingin mrka berdua hdup bhgia ka 🙏
2022-07-16
1
Riani
Dan pertemuan pertama mereka terulang kembali 😭
2022-07-16
1