Bab 1
Sania menatap halaman dengan perasan kalut dan gamang. Bibirnya pecah-pecah karena dehidrasi dan stres. Karena terlalu sering menangis, wajahnya jadi sembab, rambut kering berantakan, dan tubuhnya menggigil saat angin dingin menerpa.
Dalam kesunyian itu, Sania kepikiran pada chat mesra suaminya dengan wanita lain yang beberapa kali ia pergoki di ponsel suaminya. Tetapi sangkalan Irfan, membuatnya mencoba tidak terus mempermasalahkannya. Irfan bilang dia hanya teman kerja biasa, gaya bicaranya juga memang centil. Tapi kali ini, Sania punya feeling kuat, kalau wanita itu memiliki hubungan dengan Irfan.
Hujan deras turun malam itu. Sama seperti malam-malam sebelumnya, Sania menunggu di ruang tamu dengan secangkir teh yang sudah mulai dingin. Dia biasa menyiapkan teh untuk suaminya yang kelelahan mencari nafkah untuknya. Setidaknya, meski hampir setiap pagi ribut, Sania tetap melayani suaminya dengan baik pada malam hari.
Lagi-lagi, Irfan belum pulang. Padahal semua temannya bilang malam ini tidak ada lembur.
Sania duduk diam, sambil menggenggam HP-nya erat. Ia sudah kirim tiga pesan tetapi tidak dibaca. Ditelepon pun tidak dijawab, malah kadang ditolak.
Kekhawatiran yang dulu selalu muncul kini sudah berubah menjadi firasat yang dingin dan pahit.
Sania sekali lagi memeriksa halaman, namun tidak ada tanda suaminya pulang.
"Sudah selarut ini, Fan ... kamu kemana?" Sania khawatir. Suara tangisan Mutiara membuat Sania melangkah ke kamar untuk menenangkannya. Bersamaan dengan itu, suara mobil terdengar dari luar.
Perasaan Sania menjadi ringan. Ia menggendong Mutiara dan bergegas membuka pintu.
Irfan turun dari mobil tanpa rasa bersalah. Kemejanya kusut, ada bekas lipstik samar di kerahnya, dan parfum wanita yang menyengat bercampur dengan alkohol menghantam hidung Sania bahkan sebelum pria itu masuk rumah.
"Maaf, aku banyak kerjaan," katanya datar sambil melepaskan sepatu.
Sania hanya menatapnya, tidak bicara. Sudah tak perlu tanya—jawabannya pasti selalu penuh dusta…
Balas Dendam Istri Gendut
Promo Novel Baru(Prahara Rumah Tangga Pelakor)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 206 Episodes
Comments