Sayup-sayup, aku mendengar tangisan anak kecil. Tapi belum melihat wujudnya.
"Bunda, aku dengar suara anak nangis," bisikku pada bunda, supaya tak mengganggu konsentrasi pak Abu dalam berdoa.
"Dari mana asalnya? Coba ikuti saja," kata bunda mengarahkanku.
"Arahnya dari pohon-pohon di sana!" tunjukku.
"Ayo, ikuti dan terus fokus. Supaya kamu bisa lebih jelas menemukan sumber suaranya."
"Ma.... Maaa.......Maaaa......," tangisan anak berumur sekitar dua tahun itu semakin keras ku dengar.
Aku melangkah, mengikuti suara yang semakin jelas di telinga. Semakin lama aku berjalan, mulai masuk ke dalam hutan. Tapi bunda masih setia, mengikutiku dari belakang.
"Hei, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya sesosok nenek tua tiba-tiba muncul begitu saja, tepat berdiri di salah satu batang pohon bambu yang melengkung ke arah kami.
Wajah keriput, rambut putih, kelopak mata menghitam, sama seperti warna kebaya dan jarit yang dikenakan, tapi masih seperti manusia biasa. Jadi tak terlalu menyeramkan, meski aku dan bunda tahu dia bukan sebangsa dengan kita.
"Kami ke sini, datang hendak mencari seorang anak manusia yang hilang. Apa nenek tahu?" tanya bunda dengan sopan.
"Oh, itu memang sudah diserahkan untukku!" sahutnya dengan nada sinis, tak bersahabat.
"Siapa yang menyerahkan? Dan untuk apa?" tanya bunda lagi.
Saat bunda terus bertanya, aku masih mendengarkan suara tangisan anak itu. Mataku tak berhenti mencari, sampai ku lihat ada seorang anak yang terjepit diantara rerimbunan batang pohon bambu yang salah satunya diinjak nenek itu.
" Kau tak ada hubungannya, jadi tak usah ikut campur urusanku!" serunya menggertak bunda.
"Maaf, saya sudah berusaha sopan dengan anda. Tapi kalau ini menyangkut keselamatan seorang anak manusia, itu juga menjadi urusan saya," jawab bunda tegas.
Selagi bunda berdebat dengan nenek ini, aku menyelinap dari belakangnya. Berusaha mengambil paksa anak yang tak berdosa.
Sulit sekali menjangkaunya, sampai tak ku pedulikan lagi tanganku yang berdarah dimana-mana.…
Misteri Di Desa Tertinggal (1st & 2nd G)
2nd G: Bertemu Nenek Tua
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 298 Episodes
Comments
Ray
setia a menunggu up dan setia membaca, tak bosan sungguh ku tak bosan
2022-01-25
0
Nurhalimah Al Dwii Pratama
bunda Ais udh mulai kyk dlu lg seru pasti Mao mandi dlu ah udh Mao magrib
2021-01-31
3
laila anugrah
Lanjut kak seru
2021-01-30
0