Rey kembali memejamkan mata, menenangkan pikiran nya untuk mendapatkan sebuah ide.
Namun baru beberapa detik Rey memejamkan mata, suara Lexy kembali terdengar memanggil-manggil nama nya.
Hanya saja karena sedikit kapok dengan ide yang keluar dari kepala Lexy, Rey langsung meminta Lexy diam.
“Diam lah Lexy.. biar aku sendiri saja yang memikirkan hal ini.” Ujar Rey masih dalam keadaan mata tertutup.
“Tuan Rey...!!” Panggil Lexy lagi.
“Lexy.. please!! Diam lah! Jangan mengganggu kosentrasi ku! Aku ini sedang berpikir bagaimana cara nya aku dapat bertemu dengan kakek Alice yang menyebalkan itu!” Sungut Rey sambil membuka mata nya dan terus mengomel.
“Hehe.. tuan Rey, aku hanya bertanya, apa kau ingin pesan sesuatu untuk di makan? Sebab aku mau pesan goPUD.” Tanya nya sambil nyengir kuda.
“Krrriuuuuuuuuuuuuk.. uk.. uk.. uk...!” jawab Perut Rey, mewakili mulut Rey.
“Seperti nya kau juga lapar tuan. Biar aku pesan kan sekalian makan siang untuk mu.” Lexy langsung berinisiatif untuk memesankan Rey makan siang.
Rey menghela nafas, kadang ia berpikir kenapa orang-orang sekitar nya hampir rata-rata saja semua.
“Coba nomor nona ALice bisa di hubungi seperti nomor goPUD ini, pasti tidak akan serumit ini urusan nya. Paling tidak, nona ALice tahu kalau anda sepanjang hari ada di gerbang paling luar mansion nya.” Celetuk Lexy sambil menunggu telpon nya di angkat oleh babang goPUD.
“Kali ini apa yang kau katakan benar Lexy.. andaikan aku bisa menghubungi Alice walaupun hanya sekedar untuk mengabari nya bahwa aku tidak menyerah disini, aku sudah akan sangat lega.” Cicit Rey, lalu kembali menatap kosong ke depan.
Saat Rey sedang melamun tiba-tiba perkataan Lexy mengenai novel yang di baca nya tadi membuat Rey teringat sesuatu.
“Mengapa tokoh dalam Novel itu mirip dengan Alice?” pikir Rey.
“Lexy, tadi kau sedang membaca novel? Novel karangan siapa?” tanya Rey.
“Ooh, ini! Ini novel karangan Ana tuan Rey! Dia salah satu penulis yang punya pembaca cukup banyak.” Jawab Lexy sambil melihatkan foto profil penulis nya yang merupakan gambar Hello kitty memakai kaca mata.
“Ana?? Ana????” Rey yakin pernah mendengar nama ini dan ......
“Anastasya Rubia ALice! Itu pasti dia!” Seru Rey dalam hati. Tapi untuk memastikan hal tersebut, Rey memutuskan untuk menelpon Tommas sebab kalau tidak salah ingat Rey penah mendengar Tommas mengatakan kalau pembaca yang nge fan dengan Alice sangat banyak.
Bahkan Tommas pernah bercanda untuk menerbitkan salah satu buku ALice.
“FIX!! Dia memang seorang penulis. Dan yang tahu nama pena Alice hanya Tommas!! Aku akan memastikan hal ini dengan Tommas terlebih dahulu.” Seru Rey langsung mengambil handphone yang Lexy pegang lalu menelpon Tommas.
“Hallo Tommas, ini aku Reyfaldi Arthur. Bisa kita bicara sebentar.” Ujar Rey to the poin.
****
Saat Rey menelpon Tommas dari dalam mobil nya, Alice masih dalam mode mogok makan nya. Selama beberapa hari ini ALice tidak benar-benar menyentuh makanan nya.
Dan yang paling parah dua hari terakhir, Alice benar-benar hanya minum air putih saja sebagai wujud aksi mogok nya karena sang kakek melarang Alice untuk menemui Rey.
“Mau sampai kapan kau tidak akan makan Alice?” bujuk Benjamin yang kasihan melihat wajah pucat adik nya dan wajah adik nya yang semakin tirus.
Alice tidak menjawab, dia hanya memalingkan muka nya ke arah lain, tidak mau melihat kakak sepupu nya itu. Apalagi melihat kakek nya, yang juga ada di dalam kamar nya saat ini.
“Benjamin benar! Untuk apa kau melakukan semua ini Alice!! Sampai bela- bela tidak makan hanya karena aku tidak membolehkan mu untuk menemui nya! Kalau dia mencintai mu ALice, maka dia pasti sudah sampai di depan pintu mansion kita dan memanggil nama mu! Tapi See.... nobody comes!! Termasuk Reyfaldi mu itu.” Ketus Leonard, sengaja untuk mematahakn cinta cucu nya.
Alice hanya diam sambil memejamkan mata nya. Bukan karena tidak memilik kekuatan untuk menjawab setiap perkataan sang kakek, tapi saat ini, ALice MALAS UNTUK BERDEBAT DENGAN SANG KAKEK.
Dalam hati Alice, percuma saja berdebat dengan sang kakek. Karena hasil jya akan sama saja
Gairah Sang Tuan Muda
#153
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 198 Episodes
Comments
Alejandra
Berarti segala penderitaan Alice dan Ibunya selama ini, tidak sepenuhnya salahnya Ayah Alice. Kakeknya yang berperan besar dalam penderitaan mereka karena sikap egoisnya...
2023-09-10
0
Rossa Lina
astaga...tega banget kakek nya Alice
2023-04-19
0
Ney Maniez
😠😠
2023-01-15
0