Pagi hari di ruang makan sudah mulai sibuk, beberapa pelayan menyiapkan menu makanan kesukaan Tuan Muda dan juga Nona muda mereka yang jarang sekali pulang itu.
Nyonya Nina dan juga Sinta yang semalam menginap telah duduk di tempat masing-masing. Tak lama dari itu Dani yang merupakan sosok dingin dirumah itu tampak menuruni tangga.
Ganes yang baru saja duduk tampak bahagia menatap ke arah kakak yang sangat mirip dengan papanya itu. Ya, sangat mirip dengan Papa Hendra yang saat ini tengah meneguk air putih.
"Pagi Pa, Nes," sapanya pada adiknya dan papanya. Dani duduk di antara Ganes dan papanya tanpa memperdulikan Nyonya Nina dan Sinta.
Nyonya Nina dan Sinta saling berpandangan. Nyonya Nina meremas ujung bajunya, kenapa putranya itu kian berubah? Apa begini dia memperlakukan orang tuanya?
"Apa begini cara kamu memperlakukan ibu kamu Dani?" Sinta berucap.
Dani terkejut dan tampak mengeratkan rahangnya. Papa Hendra menghentikan makan. Ganesa dan juga Mama Nina membulatkan matanya. Apa yang akan di lakukan Dani pada Sinta nantinya? Mereka tampak was-was. Berbicara saat makan sangat tidak disukai Dani di meja ini. Bisa bisa Dani meninggalkan meja makan.
"Kau bertanya bagaimana cara memperlakukan ibu?" tanya Dani.
Sinta tampak memejamkan matanya, gadis dua puluh tiga tahun itu tak gentar menghadapi Dani di depannya.
"Ya, tidak seharusnya kamu mengabaikan mamamu seperti itu walau saat ini kau sedang tidak baik baik saja," sahutnya.
"Kau tau aku tidak baik baik saja? Kau tau, aku hanya tidak sudi menyapamu. Mama ada di sampingmu dan itu membuat aku muak," ucap Dani kemudian membersihkan mulutnya dan melangkah pergi.
Sinta tampak tercengang dan menatap Nyonya Nina. Nyonya Nina mengusap pundak Sinta dan mencoba tersenyum.
"Sinta, makanlah sudah siang. Bukankah kau harus ke kantor juga?" tanya Papa Pradikta dan diangguki oleh Sinta.
"Baik Om," jawabnya. Mereka kembali melanjutkan menyantap makanan. Sinta mengepalkan tangannya. Dani sangat sulit di jangkau, apa dia punya wanita…
Cintai Aku, Lupakan Dia!
CALD. Apotik
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 140 Episodes
Comments
anikbunda lala
papa hendra thor
2025-02-01
0
Siti Sarfiah
emely , benih yg d tanam dani jangan d gugurkan , dani sangat mencintaimu
2023-02-28
0
Mbah Edhok
dan, dulu katanya suruh pencegahan ... kok nggak rela ...
2022-11-04
0