Seperti yang sudah di rencanakan Riana dengan sang paman–Aji tadi pagi sekarang keduanya telah tiba dirumah pak ustadz.
'Tok
'tok
'tok
"Assalamualaikum." Aji mengetuk pintu sambil memberi salam. Sementara Riana berdiri dibelakang nya.
"Walaikum salam warahmatullahi wabarakatuh." Ucap laki-laki yang paruh baya sambil membuka pintu.
"Selamat sore pak ustadz." Aji mencium punggung pak ustadz yang memang lebih tua darinya.
"Hm sore juga." Balas pak ustadz sambil memperlihatkan senyum nya.
"Ayok masuk dulu." Ajak pak ustadz, dianggukin oleh paman Aji. Paman Aji menoleh kearah Riana
"Ayok Na." ajak paman dianggukin oleh Riana.
Sekarang mereka sudah berada di ruang tamu rumah pak ustadz.
"Bu tolong siapin minuman untuk kedua tamu Abi." Suruh pak ustadz pada sang istri.
"Baik Abi." Istri pak ustadz yang bernama Salma mengangguk lalu pergi ke dapur.
Ustadz Bintang melihat paman Aji.
"Apa ada masalah sampai membuat pak Aji kesini?" Tanya pak ustadz ramah. Aji mengangguk lalu berujar
"Begini pak ustadz, jadi kedatangan saya kemari ingin meminta pertolongan pak ustadz." Ustadz Bintang mengerutkan keningnya
"Permisi... silahkan diminum." Istri pak ustadz—Ummi Salma meletakkan dua buah gelas berisi teh, lalu pamit pergi dari sana
"Hm insyaallah pak kalau saya bisa membantu pasti saya bantu kok." Ucap pak ustadz sambil tersenyum ramah.
"Emang masalah apa pak?" Tanya ustadz Bintang.
"Jadi begini pak ustadz, beberapa hari belakangan saya dan keponakan saya sering di makhluk tak kasat mata pak ustadz, dan saya juga merasakan kalau memang ada energi negatif dirumah saya pak ustadz." Jelas Paman Aji, pak ustadz mengangguk paham
"Jadi saya mohon bantuan pak ustadz untuk me-Rukiyah rumah saya, mengusir para makhluk-makhluk itu pak ustadz." Ujar paman Aji lagi, ustadz Bintang tersenyum ramah lalu mengangguk.
"Hm kalau boleh saya tahu... bangaimana wujut dari makhluk itu pak Aji?"
"Riana jelaskan pada ustaz, tentang wujut makhluk yang kamu lihat semalam!" Riana mengangguk lalu berujar.
"Ma…
Kasat Mata
ustadz Bintang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 29 Episodes
Comments