Jihan menatap pantulan dirinya di cermin. Ia melihat punggungnya yang terbuka. Gain berwarna hitam ini tampak sexy dan memperlihatkan lekukan tubuhnya yang aduhai.
“Apa aku harus pergi?” gumamnya.
“Harus. Kau harus cari tau tentang Gio di luar sana. Tenang Jihan, kau tidak sendiri. Ada aku yang selalu memantaumu,” ucap seseorang di telinga Jihan.
Suara itu adalah suara Fiona. Alat kecil yang menempel di daun telinganya memudahkan ia untuk berkomunikasi dengan Fiona.
Ponsel yang diberikan Gio pun ai tempelkan chip, sehingga kemana pun ia pergi ia merasa aman karena Fiona dan semua tim yag terkait mengikutinya kemana pun.
“Semangat, Ji. Kita sudah menggagalkan pengrimannya ke tiga negara. Sekarang kita juga harus menggagalkan pengirimiman barangnya ke negara kita,” ujar Fiona lagi di dalam alat itu.
“Ekhem …”
Seketika Jihan mematung mendengar suara deheman itu. ia menoleh dan ternyata Gio sudah berdiri di depan pintu kamarnya.
“Dari tadi kau di sana?” tanya Jihan.
“Tidak, baru saja. harusnya aku tidak perlu berdehem agar aku bisa melihat apa yang kamu lakukan di balik cermin itu. kau mengatakan pada cermin bahwa kau cantik?”
Jihan langsung menggeleng. “Tidak.”
Gio tertawa. “Kau lucu. Kau itu memang cantik. Oleh karena itu, aku memintamu untuk ditemani. Mungkin aku akan jadi pusat perhatian di pesta itu.”
Jihan kembali mematung. Ia rindu kata-kata itu, gombalan itu, tapi bukan dari mulut Gio melainkan dari mulut Keanu. Gio pria yang tidak asyik dan mengesalkan.
“Ayo!” Gio memasang tangannya agar Jihan mengaitkan lengannya apda lengan itu.
Namun, Jihan hanya melewati tubuh Gio, membuat Gio tersenyum.
“Gio, jangan kau apa-apakan terapisku! Bawa dia pulang dalam keadaan baik,” ujar Wiliam yang melihat Gio dan Jihan pergi.
“Iya, Papa. Aku sudah menganggapnya seperti adikku,” jawab Gio asal.
Deg
Jihan kaget dan menatap wajah Gio.
“Kenapa? Apa aku salah bicara? Kau ingin aku menganggapmu kekasih?” tanya Gio membuat Jihan langsung menggeleng.
“Tidak.”
Wiliam yang melihat interaksi itu pun tertawa. “Ya sudah, pergilah kalian. Hati-hati.”
“Bye, Pa.” Gio melambaikan tangannya ke atas, sedangkan Jihan tersenyum pamit.
Pesta pernikahan itu adalah pesta teman Gio. Pemilik diomand terbesar itu, dahulu adalah teman Gio saat kuliah. Kini, teman itu sudah menemukan pasangan dan menikah. Selain sebagai teman, Gio juga hadir sebagai sesama pengusaha walau dengan bidang yang berbeda. Gio di bidang club malam dan perhotelan, sementara teman Gio di bidang perhiasan.
Gio dan Jihan menjadi pusat perhatian sejak tiba di gedu…
Gairah Cinta Sang Pembalap
Insiden diluar dugaan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 115 Episodes
Comments
Erina Munir
semoga ngg ketauan missinya jihan
2026-05-14
0
Nurliana Saragih
Bakalan jodoh nih kayaknya?!
Pepet terus Gio,kalo ketemu sekali lagi langsung di sikat aja Gio.
😊😊😊
2023-01-20
0
botak
bodohnya Ken Ken knp g sintil itu di buang ajaa sih,...Lo Ken Ken g Kuna lo ah,...
2022-10-13
2