Di kota *Cemara*. Di sinilah aku berada, ditemani Wa Rasih di dalam rumah sepetak. Ukurannya lumayan, walau cuma 4x 4 m namun aku merasakan nyaman. Setidaknya untuk sementara, aku bisa bersembunyi dari Mas Sakti ataupun Mbak Meta yang saat ini pasti masih berusaha mencari-cariku. Bukan tidak berani menghadapi kenyataan, namun untuk saat ini bersembunyi lebih baik.
Aku sejenak membuka HP yang sejak semalam aku matikan, lalu melihat notifikasi WA yang dipenuhi dari Mas Sakti. Ingin membuka dan membacanya, namun aku sadar untuk bersembunyi dan menghindarinya, aku harus siap juga menutup akses untuk orang-orang supaya tidak menemukanku. Termasuk Mas Sakti.
Aku mengganti nomer HP, namun yang lama hanya dinonaktifkan saja. Sementara nomer-nomer penting, aku yakin masih nempel di kontak, sehingga aku tidak perlu mencatat di buku lain.
Pindah ke kota ini ada perasaan lega sekaligus sedih, tiba-tiba aku merasa sangat merindukan Mas Sakti. Saat meraba perut ini, dadaku seketika sesak dan aku ingin Mas Sakti ada didekatku. Aku hanya bisa menangis diam-diam.
"Mas Sakti, Nafa rindu kamu Mas. Tapi sekarang kita harus berpisah. Semoga niat Mas Sakti untuk bercerai dari Mbak Meta tidak terkabul." Air mata seketika lolos. Wa Rasih yang berbaring di ruang tengah rupanya menyadari tangisku.
"Neng... apakah Neng Nafa butuh bantuan Uwa?"
"T-tidak Wa... nanti saja jika Nafa perlu, Wa Rasih pasti Nafa panggil. Tidurlah Wa, hari semakin larut," aku berkata dengan sedikit bergetar, sehingga Wa Rasih cemas. Namun aku mencoba meyakinkan bahwa aku tidak apa-apa.
Istirahatku kini sedikit berkurang, akibat pindahan dan membereskan ruangan sepetak ini. Kepalaku mulai terasa nyut-nyutan, aku yakin inilah yang dinamakan stress seperti yang dibilang Dokter kandungan saat periksa di klinik kota *Kaktus* tempo hari. Aku segera meminum vitamin yang masih ada sisa 4 butir. Wa Rasih membantuku mengambilkan segelas air putih hangat.
Namun aneh, kehamilanku ini tidak merasakan mual muntah, atau kar…
Jangan Sebut Aku Pelakor
Tempat Baru
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 80 Episodes
Comments
Ghiffari Zaka
AQ GK bs koment Thor....AQ ikut apa yg author mau dech.....semoga sakti dan Nafa bs bersatu aja ud cukup buat AQ....
2025-08-21
1
LENY
META WANITA IBLIS GAK TAHU DIRI 😡😡
2025-07-09
1
mom mimu
semangat kak Lina, aku mampir nyicil... 💪🏻💪🏻💪🏻
2022-11-23
1