Saat itu juga, Evana berpapasan dengan Bosnya.
"Kamu mau kemana?" tanya si Bos.
"Mau ambil air minum, punyaku habis." Jawab Evana.
Rey mengernyit.
"Habis, kamu bilang. Apa kedua mata kamu ini gak melihat di sudut kantor, bahkan air minumnya saja bisa buat kamu mandi." Kata Rey mengingatkan.
Evana nyengir kuda.
"Gak berani mau ambil, takutnya Bos Rey marah. Jadi, amannya mengambil sendiri." Kata Evana.
"Hem. Ayo, kembali ke ruang kerjamu. Hari ini tugas kamu sangat padat, dan harus kamu selesaikan sekarang juga." Ucap Rey memberi perintah.
"Ya, Bos." Jawab Evana dengan anggukan, dan segera kembali ke ruang kerjanya bersama Bosnya.
Saat sudah Berkutat di depan layar komputer, Evana begitu fokus untuk menyelesaikan pekerjaannya. Begitu juga dengan Rey, sama halnya sedang sibuk dengan kerjaannya.
Evana yang mulai merasa capek, berkali-kali menguap. Siapa orangnya yang tidak merasa kantuk, sedari tadi sibuk dengan layar komputer. Bahkan, abjadnya saja mulai terlihat mengecil oleh indra penglihatannya.
Rey yang berkali-kali memperhatikan Evana walaupun hanya sekilas, hanya tersenyum tipis tanpa sepengetahuan orang yang tengah diperhatikan.
'Selain cantik, menarik juga dianya. Sepertinya dramaku akan berhasil untuk aku jalani, selagi Veria masih berkeliaran. Setelah aku berhasil memenjarakan Veria, aku akan menceraikannya. Tentu saja, tidak dengan tangan kosong.' Batin Rey sambil menatap layar komputernya.
Tidak terasa, rupanya sudah waktunya untuk menghentikan aktivitas kerjanya. Evana senyum girang, saat pekerjaannya berhasil diselesaikan dengan tepat waktu.
Evana merentangkan kedua tangannya, yakni untuk menghembuskan napasnya.
"Akhirnya, selesai juga pekerjaanku." Gumamnya sambil merentangkan kedua tangannya, lalu menoleh pada Bosnya.
Nyengir kuda, hanya itu yang bisa dilakukan oleh Evana saat dirinya tertangkap basah oleh Bosnya.
"Sudah waktunya untuk pulang kan, Bos?" tanya Evana dibuat genit.
"Sana kalau kamu mau pulang, ingat pesanku tadi. Besok tidak ada hari ker…
Istri Yang Kau Jandakan
Kabar sedih
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 87 Episodes
Comments