Cuplikan bab.
5 Tahun Kemudian
"Hei, Cantik! Jangan lari!" teriak salah satu dari mereka dengan suara serak, seakan menikmati ketakutan gadis itu.
Jane Valencia menggigit bibirnya, menahan isak tangis yang hampir pecah. Matanya terus mencari jalan keluar, tetapi gelapnya gang dan hujan yang semakin deras membuatnya sulit melihat dengan jelas. Langkahnya tersendat, dan dalam sekejap—
Bruk!
Ia tergelincir.
Tubuhnya terhempas ke tanah yang basah dan berlumpur. Rasa sakit menjalar dari kedua lututnya yang terbentur keras, tetapi ia tetap berusaha bangkit. Namun, sebelum ia bisa berdiri, lima pria itu sudah mengelilinginya dengan tatapan penuh niat jahat.
"Akhirnya kau jatuh juga," ujar salah satu dari mereka sambil terkekeh.
Dengan sigap, dua pria langsung menahan kedua tangannya, mencengkeram erat hingga Jane tak bisa bergerak. Ia menjerit ketakutan, tubuhnya menggigil karena dingin dan rasa ngeri yang menjalar di seluruh tubuhnya.
"Lepaskan aku!" suaranya bergetar, tetapi pria-pria itu hanya tertawa.
"Mau ke mana? Malam-malam begini, hujan sedingin ini... bukankah lebih menyenangkan kalau kita bersenang-senang?" pria yang tampak lebih tua mendekat, wajahnya menjijikkan di bawah temaram lampu jalan yang redup.
Tangannya meraih bagian atas dress putih yang Jane kenakan, lalu dengan sekali tarik—
Brett!
Kain itu robek begitu saja, menampakkan kulit pucat gadis itu yang mulai membiru karena dinginnya malam. Jane menjerit dan mencoba menutupi tubuhnya, tetapi pria-pria itu semakin menindihnya dengan kasar.
Salah satu dari mereka menunduk, mengambil sesuatu dari tanah—dompet kecil yang terjatuh dari saku dress Jane. Ia membukanya, kemudian membaca isi kartu identitas di dalamnya.
"Jane Valencia... namanya secantik wajahnya," gumamnya dengan seringai mengerikan.
"Tidak, tolong! Lepaskan aku!" Jane meronta sekuat tenaga, tetapi percuma.
Pria yang lebih muda, dengan senyum bengis di wajahnya, menekan kedua kaki Jane ke tanah dengan paksa.
"Jangan berontak. Layani kami dengan baik, dan mungkin aku akan membayarmu sesuai dengan pelayananmu," bisiknya dengan suara penuh hinaan.
Jane ingin berteriak lagi, tetapi hujan deras dan angin kencang menelan suaranya. Ia menangis, ketakutan dan pasrah, tetapi mereka tidak peduli.
Hujan yang turun deras tidak mampu menyamarkan suara tawa mereka, juga tidak bisa menyapu bersih dosa yang mereka lakukan malam itu.
Tubuh Jane yang lemah hanya bisa menggigil, menerima semua rasa sakit yang tak terperi.
Hujan masih turun dengan deras ketika kelima pria itu akhirnya puas melampiaskan kebiadaban mereka. Nafas mereka terengah-engah, tetapi wajah mereka dipenuhi senyum puas. Jane terbaring lemah di atas aspal basah, tubuhnya penuh luka dan lebam.
Salah satu pria, yang tampaknya menjadi pemimpin mereka, meludah ke tubuh gadis malang itu dengan jijik.
"Uang ini milikmu!" katanya dengan nada mengejek sambil melempar selembar uang sepuluh dolar ke wajah Jane yang sudah tak berdaya.
Tawa mereka masih terdengar di tengah hujan sebelum akhirnya langkah kaki mereka menghilang di balik gelapnya gang. Mereka pergi begitu saja, meninggalkan Jane dalam kondisi yang mengenaskan—hancur, terluka, dan sekarat.
Dengan sisa tenaga, tangannya yang gemetar meraba tanah, mencari sesuatu. Jemarinya yang dingin akhirnya menemukan ponselnya yang basah karena hujan. Ia berusaha keras mengangkatnya, bahkan sekadar menekan layar terasa begitu sulit.
Judul : Antara Cinta dan Hukuman.
Ikuti kisah selanjutnya di Aplikasi ya, kak.jangan lupa klik subcribe dan komen untuk dukungan bagi author
Ranjang Psikopat Dalam Penjara
Promo Novel
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 161 Episodes
Comments
Dewi Soraya
ko jd diperkosa si.msak dipetkosa 5org mn bandit2
2025-03-11
0