pikiran Ayu sangat kalut karena memikirkan Bibi yang kini berjuang untuk sembuh. Tampak sesekali air mata Ayu jatuh membasahi kedua pipinya, banyak beban pikiran yang sedang dia pikul di dalam otaknya. terbesit di hati Ayu untuk menyalahkan takdir yang menimpanya secara bertubi-tubi.
"tuhan tolonglah jangan kau tambah cobaan ini aku sungguh tak sanggup menanggung ini semua, aku tak mau kehilangan anak-anak ku hanya mereka lah penyemangat ku di dunia ini. hanya mereka lah penghibur jiwa lara ku. tolong tuhan.. adil lah kepadaku.. aku merasa dunia ini begitu tidak adil dan kejam" ucap Ayu setengah berbisik kepada dirinya sendiri.
Dila yang menyadari kalau ibunya sedang menangis langsung memeluk tubuh kurus ibunya.
"ibu jangan sedih yah? kan ada Dila di sini. Bibi pasti sembuh kok. kita berdoa sama tuhan pasti Tuhan akan dengar doa kita. bukankah ibu pernah bilang ke Dila kalau Tuhan tidak akan menguji hidup kita di atas kemampuan kita. Dila yakin ibu adalah wanita yang kuat"
ucapan Dila bagai tamparan keras bagi Ayu, apa yang selama ini dia ajarkan kepada anaknya tidak dia terapkan kepada dirinya sendiri. seketika Ayu sadar akan kekeliruan ini yang telah berburuk sangka kepada Tuhan bahwa Tuhan tidak pernah adil kepadanya.
"astaghfirullah ya Allah, maafkan hamba mu ini yang telah berburuk sangka kepada engkau, ampuni hamba ya Allah atas kekhilafan hamba ini. cobaan hidup ini membuat hamba menjadi manusia yang lemah"
seketika Ayu dengan cepat menyadari kesalahannya. Ayu segera kembali memeluk Dila yang sedari tadi memeluknya.
"benar nak apa yang kamu ucapkan ibu hanya sangat sedih melihat Keadaan Bibi yang kini terkena penyakit malaria, ini semua salah ibu yang tidak bisa dengan baik merawat kalian"
"ibu ngak salah kok semua ini sudah takdir dari Allah. jadi ibu jangan menghakimi diri sendiri. ibu yang aku kenal adalah ibu yang paling... baik di dunia ini. Dila sayang ibu"
Ayu langsung mencium kening Dila dengan penuh rasa sayang. Ayu beruntung memiliki ana…
Aku kuat karena anak ku
part 6 datang hanya untuk menghina dan mencaci
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 36 Episodes
Comments