"Siangnya kami sudah bangun,dan aku pun menyuapi mereka. Beruntung anak-anakku tidak suka minta gendong saat makan,dan alhamdulillah juga makanan yang aku buat selalu habis di makan."
Selesai makan,mereka aku beri air putih,dan terakhir susu. Setelah itu,barulah aku bisa makan.
Selesai makan,aku lantas mengajak mereka di teras belakang. Mereka nampak senang, dan saat sedang asik main tiba-tiba Nazriel nangis kencang.
Spontan aku menggendongnya. Saat ku gendong,lho kok basah. Aku lalu meraih Nizam dan berlari. Ya Nazriel kena peluru,aku langsung berlari dengan di bantu bibi.
"Nazriel tak berhenti menangis,dan darah keluar dengan deras. Aku pun ikut menangis serta berdoa. Sesampai di RS, aku langsung berlari dan tanpa ku sengaja, mas Al melihatku dengan Nazriel bersimbah darah langsung berlari dan memasukkan kami ke IGD.
Nazriel di periksa Agung,sedangkan aku di periksa mas Al. Nizam tertidur di pangkuan bibi. Tak berselang lama keluarga besar kami datang.
Bibi pun menceritakan kronologis secara jujur. Papi merasa kecolongan. Karena sudah memiliki banyak ajudan, namun tidak bisa diandalkan.
Satu jam berlalu,Agung sudah keluar. Dan dia menghapus air m***nya terlebih dulu. Seraya berkata.
"Alhamdulillah Nazriel tidak terkena racunnya.Tapi dia harus menjalani perawatan." Ucap Agung. Lalu kembali masuk.
Kini Nazriel langsung di pindahkan ke ruang rawat,khusus balita.
Sebagian langsung beranjak menunggu Nazriel,sebagian nunggu di IGD.
Dan disini,mas Al fokus mengambil peluru di kakiku. Dan jika tidak cepat,maka racunnya akan menjalar dengan cepat. Om Fadil dan kak Arfin juga turun tangan membantuku.
Detak jantungku makin melemah,mas Al terus berbisik di telingaku. Sedangkan mereka bertiga,fokus menghilangkan racun di tubuhku.
Sedangkan kak Dodhy dan kak Arfan meminta ajudannya menangkap orang itu. Dan mereka pun menyanggupi.
1 jam berlalu, kak Arfin keluar dari ruang operasi. Dia menunjukkan peluru yang masuk ke dalam tubuh kami.
Kak Dodhy dan yang sudah faham. Terutama om…
Jodohku Seorang Dokter.
Part 43
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 56 Episodes
Comments