Penghuni Batu Misterius
pagi ini langit terlihat biru,cerah sekali.Beberapa pohon tumbuh di sisi kanan dan kiri,udara yang berhembus sungguh sejuk karena semalam di guyur hujan.Bau tanah bercampur air masih terasa di indra penciuman.
"Ical,Abi selesai makan tolong bantu ibu bersihkan pekarangan belakang rumah ya,rumput-rumputnya udah mulai tinggi,rencananya ibu mau mindahin benih sayuran yang udah berkecambah kebelakang,soalnya disamping rumah udah nggak ada tempat lagi " ucap bu Minah
"Ya bu"jawab Abi dan aku.
Selesai makan,berbekal alat-alat kebersihan yang di butuhkan,aku dan Abi adikku bergegas membersihkan kebun.sejauh mata memandang,setelah pekarangan bagian belakang milik kami masih banyak terdapat pohon pohon besar,beberapa gerombol pohon bambu yang menyebar menjadikannya seperti hutan yang belum terjamah manusia.Meskipun pekarangan belakang tidak terlalu luas,tapi cukup untuk meletakkan tanaman tanaman ibu.
"apa ini??liontin??"gumamku
dengan susah payah aku berusaha mengambil benda itu yang terjepit diantara akar pohon trembesi yang mencuat.
"KRATAK,,,,,KRATAK,,,"
ngapain sih mas??"
suara gemeratak akar yang ku tarik,menarik perhatian Abi.Akhirnya liontin itu bisa ku ambil.liontin bening berbentuk bulat dengan semburat putih susu di dalamnya,sungguh cantik sekali
"(srett),,,aduh!!!"aku memekik kaget karena pengait liontin itu menusuk jariku saat aku membersihkannya
"Kenapa mas??"
"Bi minta air di botol itu"pintaku pada Abi tanpa menjawab pertanyaannya
"nyok mas"Abi menyodorkan botol air meneral kepadaku.
"lho mas itu kenapa kok berdarah??terus itu apa yang sampean bawa?dapat dari mana itu??tanya Abi bertubi tubi
"noh nemu di bawah pohon trembesi"
lalu itu kenapa bisa berdarah?lanjut Abi tak sabar
"tadi kena pengaitnya waktu bersihin ni liontin"jawabku sambil menyiram tangan
"cobak sini lihat mas"Abi merebut liontin dari tanganku
"hati hati"
"wiiiih....bagus banget mas,warna merah di tengahnya berkilau terang,kayak ada lampunya"ujarnya lagi dengan mata takjub
"jangan ngawur kamu bi....liontin itu warna bening dan putih susu di dalamnya,masak kamu gak bisa bedain warna putih dan merah"omelku sambil membersihkan sisa sisa darah yang sudah berhenti merembes
"enak aja ngatain Abi gak bisa bedain,Abi gak buta warna ya,mas kali yang buta warna.Nih kalo gak percaya,lihat!!merah kan"Abi menyodorkan liontin itu sambil ngomel
"lho!!kok bisa jadi merah,aneh banget,tadi mas yakin dalemnya ini warna putih susu"ucapku tak percaya
ku bolak balik liontin itu memang benar tengahnya sudah menjadi merah darah."gak mungkinkan kalo darahku tadi meresap kedalam...
lewat mana coba,,,gak masuk akal"gumamku dalam hati.
"huff"
ku hembuskan nafas kasar tak mau ambil pusing dengan perubahan warna liontin itu,segera saja ku masukkan ke dalam kantong celana pendek yang ku pakai,lalu melanjutkan pekerjaan yang masih tersisa.
"Ical,Abi udah selesai??ayo istirahat dulu udah mau dhuhur"ucap ibu sambil mengajak kami masuk kedalam rumah
"ya bu bentar lagi,tanggung tinggal bakar sampahnya doang"jawab Abi
"ya udah kalo gitu ibuk masuk dulu"
"emang ibu udah selesai mindahin tanaman baru ke polybag?"tanyaku
"sudah,tinggal mindahin kesini aja"
"ya udah pindahin sekarang aja,biar Abi sama mas Ical mindahin"jawab Abi semangat
Tak perlu waktu lama,tanaman baru ibu sudah tertata rapi di pekarangan belakang rumah kami.
"Akhirnya selesai juga,ayo masuk tadi ibu beli pisang goreng di warungnya Bu dar,masih anget"
"asiik....tau aja ibu kalo Abi udah laper"ucap Abi sambil mengusap usap perutnya.Lalu aku dan Abi mengekori ibu masuk kedalam rumah.
Tanpa disadari darah Ical yang menempel di permukaan dan tersedot masuk kedalam loliontin itu nyatanya memang telah membangunkan sesuatu yang tersimpan di dalam batu itu.Sesuatu yang sulit untuk dilepaskan.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 36 Episodes
Comments