" Dia siapa? Apa dia temanmu atau apa?" Kepergian Ariana kini membuat Cevdav segera menanyakan tentang siapa wanita itu. Hatinya yang bergemuruh tak tenang kini membuat wajahnya begitu murung.
" Ariana orang yang akan membantuku mempromosikan kue-kue kita Sayang. Kau tau tadi dia datang kemari dengan membawa kabar baik bahwa salah satu temannya menyukai kue yang aku buat, jadi dia memesan kue kita dengan jumlah banyak untuk pesta pernikahannya…" Aslan begitu senang karena setelah berhari hari bahkan berminggu minggu kedai itu tak mendapatkan pelanggan satupun sekalipun mendapatkannya malah orderan.
" Selamat kalau begitu…" Cevdav hanya tersenyum kecut ternyata wanita itu adalah orang yang akan menolong kedai yang bangkrut itu.
" Sayang kamu kenapa? Apa ada yang salah?" Aslan baru sadar bahwa wajah istrinya saat ini sungguh murung tak terlihat bahagia.
" Tidak Sayang aku senang jika kamu mendapatkan pesanan yang begitu banyak. Itu kabar bagus bukan, berarti sebentar lagi kedai ini akan ramai seperti dulu…" Cevdav tersenyum senang meskipun hawa cemburu yang masih meliputi hatinya saat ini begitu meresahkan dirinya.
" Kau benar! Ariana mungkin yang dikirim Tuhan untuk menjadi jembatan untuk kedai kita…" Aslan begitu bahagia dengan apa yang dipikirkan olehnya. Cevdav dengan terpaksa dia juga ikut tersenyum dia tak mungkin mengatakan bahwa dia cemburu karena suaminya yang sudah terlanjur bahagia.
" Sudah lama mengenal Ariana?"
" Hmm tidak! Masih tiga atau empat hari yang lalu. Sayang bagaimana kabarmu? Apa kamu akan pulang hari ini bukan?" Tangan mereka saling menggenggam erat dengan pandangan yang saling merindukan satu sama lain.
Cevdav menghela nafasnya dengan kasar dia tak tau harus berkata dari mana yang jelas hatinya juga diliputi dengan kegelisahan saat ini.
" Sayang maafkan aku tapi aku sungguh tak bisa pulang hari ini…" Wajahnya begitu sedih dia memang tak bisa pulang.
" Apa Papa belum memaafkan aku?" Rasa kecewa itu tak bisa dipungkiri dia sangat kecewa saat i…
Cinta Bernoda Darah
Perasaan Yang Tak Menentu 3
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 41 Episodes
Comments
Safitri Kinasih
ayo smngat aslan kmpulkn bukti klo omongan kmu itu bnar
2022-10-24
0