Silly gundah gulana di dalam kamarnya. Dia merasa panik karena Kenan sampai detik ini tidak bisa dihubunginya.
"Sil… Silly… Sil… Ayo buruan turun. Tamunya keburu datang," seru Mama Laura dari luar pintu.
"Iya Ma… bentar lagi Silly turun," seru Silly dari dalam kamarnya membalas seruan mamanya.
"Tuh kan… Mama udah teriak-teriak lagi. Gimana ini? Kenapa Bang Kenan gak bisa dihubungi sih? Dia kenapa sih? Apa dia baik-baik saja? Atau dia ada masalah? Ah… harusnya dia mengabariku agar aku gak cemas seperti ini. Dasar Bang-Ke," Silly mengomel tanpa henti dalam kamarnya.
"Silly… Cepat turun! Ini tamunya sudah datang," teriak mama Laura dari arah tangga.
Silly menghela nafasnya berat sambil berjalan mondar mandir ke sana kemari membawa ponselnya.
Berkali-kali dia menghubungi Kenan tapi ponsel Kenan tidak aktif untuk hari ini. Hal itu membuat Silly semakin kesal dan panik.
"Sudah tidak ada waktu lagi. Ya sudah, mau bagaimana lagi. Aku harus menghadapinya. Semoga saja rencanaku berhasil," Silly bermonolog memberikan semangat pada dirinya sendiri.
Dia keluar dari kamarnya dan berjalan menapaki tangga untuk turun ke lantai bawah. Dalam setiap langkahnya dia selalu berdoa agar semua rencananya berjalan dengan baik.
"Mana Ma, katanya tamunya sudah datang?" tanya Silly sambil celingak-celinguk mencari sosok tamu yang dimaksudkan oleh mamanya.
Mama Laura yang sedang menata kue di atas meja seketika menoleh ke arah Silly. Kemudian dia berkata,
"Masih ada di luar. Mungkin lagi berbincang dengan Papamu. Tunggu sebentar lagi, dia akan masuk ke dalam," jawab mama Laura sambil kembali duduk di kursinya.
Silly mengangguk-anggukkan kepalanya dan kemudian dia duduk di kursi yang berada di depan mamanya.
"Kenapa? Apa kamu sudah tidak sabar bertemu dengannya?" tanya mama Laura sambil tersenyum menggoda Silly.
"Ck, Mama nih suka sembarangan kalau ngomong. Silly kan hanya bertanya saja Ma. Bukannya tidak sabar," jawab Silly sambil mengerucutkan bibirnya.
"Beneran? Tapi kok Mama lihat, kamu berd…
My Silly Sugar Baby
Bab 36 Jodoh pilihan Mama Papa
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 58 Episodes
Comments